
Hari ini adalah mata pelajaran pertama adalah penjas.
"Baiklah pertama kita praktek permainan bola basket dulu hari ini dan satu jam lagi untuk teorinya selesai ini. klian akan bapak bagi menjadi 4 tim yaitu 2 tim perempuan dan 2 tim laki-laki untuk saling tanding. sebelumnya kita pemanasan terlebih dulu" Ucap pak guru.
Selesai pemanasan Tim cewek vs tim cewek saling merebut bola untuk memasukkan kedalam ring.
"Auhh, sakit ih main dorong-dorong" Kata Puja karena dia terjatuh dan terduduk dilapangan basket tersebut.
"Udah jangan manja malu dilihatin orang" Kata Fey
"Ih biarin Fey, siapa tau ada yang naksir" jawab Puja
"Bukan naksir ja, ilfil yang ada." Kata sasa membuat Puja cemberut
"Udah - udah ayok masuk in bola aja " kata Fey melerai sambil berlari mengejar bola
Karena para siswa cewek sedang bermain sedangkan siswa cowok lagi minum dan istirahat sbil menonton siswa cewek yang lagi tanding karena mereka baru selesai tanding tadi.
Aslan tersenyum-senyum sendiri bahkan tertawa melihat permainan siswa cewek tersebut.
"Hahaha lucu sekali dia" Kata Aslan yang terdengar oleh Reyhan yang duduk disampingnya.
"Siapa" tanya Reyhan
"Fey, dia sangat manis bukan?" kata Aslan
"Hmm, kau suka dia" Tanya reyhan penasaran sambil memandang Fey.
"HAHAHA, Siapa yang tidak akan menyukai gadis seperti dia, bahkan dia selalu mendapat pengakuan cinta dari kakak tingkat dan adik kelas tapi dia selalu menolak dengan baik. Dia selalu saja bisa membuatku mengaguminya" jelas Aslan pada Reyhan.
Seketika wajah Reyhan jadi murung.
__ADS_1
"Eh tapi jngan bilang ke orang apalagi ke Fey yaa kalau aku suka dia" Tambah Aslan.
"Kenapa kau gak ungkapin aja perasaan mu sama dia?" tanya Reyhan datar sambil menatap Fey dari jauh serius.
"Karena cinta gak harus memiliki, dan kalau waktunya udah tepat pasti aku akan ungkapin dan takkan melepaskannya" kata Aslan sambil menatap Reyhan.
"Ohh..."
Sebenarnya Hati Reyhan begitu sakit, seperti ada yang berdarah tapi tidak luka.
Dan selesai Pertandingan ara siswa cewem tersebut, Fey menghampiri Aslan dan Reyhan.
"Hey, klian." Sambil menatap Aslan dan Reyhan.
Belum sempat Aslan dan Reyhan menjawab,
Fey sudah menarik tangan Reyhan.
"Rey ikut aku bentar yok" ajaknya sambil menggemgam tangan Reyhan, sedangkan Reyhan hanya mengikuti Fey dan Aslan yang tersenyum pada Fey menjadi murung.
"Ikut aja, bentar" kata Fey
Dan ketika sampai dikelas Fey memberi sebuat kotak bekal kepada Reyhan.
"Ini dari bunda sebagai ucapan makasih udah ngantar putrinya tersayang" Kata Fey sambil memberi kotak bekal tersebut yang isisnya adalah roti buatan bundanya Rey.
"Kenapa repot-repot"
"Udah gak apa-apa bu da aku tu mmg baik, makasih yaa Rey udah anter aku kemarin." Jelas Fey.
Belum sempat Reyhan menjawab Fey sudah pamit pergi dari kelas menyusul teman-temannya kekantin beli minuman.
__ADS_1
"Apa itu?" tanya Aslan pada Rey ketika memasuki kelas menuju Rey
"Ahh... ini roti dari Fey buatan bundanya katanya" Jelas Reyhan
"Ohhh, kau dekat dengan Fey?" tanya Aslan yang terkejut akan sikap Fey pada Reyhan
"kami teman" katanya Reyhan sambil memegang pundak Asaln dan mengajak Aslan ke kantin.
🍁🍁🍁
"Fey" Panggil Aslan
"Haa apa?" tanya Fey sambil fokus membaca bukunya.
"Aku ingin bicara, keluar sebentar yok?"
"Yaampun Aslan mau ngomong apa.sih biasanya jiga langsung" kata Fey sembarangan karena Fokus membaca.
"Ciee mau nembak Fey, elu yaa" Goda Puja yang duduk disamping Fey dengan suata agak teriak. sampai teman teman sekilasnya diam dan menatap Kearah Aslan dan Fey.
"Ih apaan sih Puja swmbarangan aja, dia itu mau nyatain cinta, kalau Fey ditembak magi dong" goda Sasa tak kalah keras suaranya dibanding Puja.
Fey yang mendengar itu semua tampak biasa saja dan Fokus membaca.
Aslan menarik dan menutup buku yang dipegang Fey sambil menarik tangan Fey.
"Cie, Aslan bar- bar sangat " teriak Joko dari belakang sambil tertawa.
Melihat wajah Aslan yang serius Fey pun mengikuti Aslan keluar.
.
__ADS_1
.
.