
Dan setelah sampai diluar kelas, " Mau ngomong apa lan? " tanya Fey sambil melepas tangan yang di gemgam Aslan.
"Emm..gini Fey" Kata Aslan yang masih memikirkan apa yang ingin diucapkannya, sebenarnya dia ingin menyatakan kalau dia sangat menyukai Fey dan tak mau Fey dekat dengan oranglain. Tapi dia takut bahwa Fey akan langsung menolaknya dan tak mau lagi bicara dengannya.
"Apa Aslan gunawan" kata Fey membuyarkan lamunan Aslan.
" Nanti pulang bareng gue yaa Fey, soalnya bunda lo rapat sampai jam 4." kata Aslan sambil menggarut kepalanya yang tak gatal.
"Yaampun Aslan kirain mau ngomong apa, dikelas jug bisa kali" Kata Fey dengan sewot.
"Emang kau pengen aku ngomong apa?" tanya Aslan menggoda Fey
"Fey lo kok cantik banget sih, kayak ada manis manis nya gitu..." ejek Fey pada Aslan
Aslan tersenyum tipis mendengar ocehan Fey
"Ngarep " jawab Aslan
"Ihh emang gue gak cantik yaa?" tanya Fey dengan nada serius dan mata yang dibulatkan.
"Cantik kok"
"Cie tu kan lo aja bilang gue cantik"
"Tapi bo'ong " jawab Aslan sambil mengeluarkan lidah meledek Fey dan masuk kekelas sambil tersenyum- senyum
"Ih, apa - apa sih dasar " sambil mengejar Aslan masuk kekelas.
Dan setelah sampai dikelas "Cie udah diterima gak bro" tanya joko dengan nada setengah berteriak dan semua mendengar.
__ADS_1
Tapi Aslan masa bodo dan duduk dengan santai di tempat duduknya.
Karena tidaj mendapat respon dari Aslan joko mengoda Fey, "Gimana Fey kau terima gak" tanya joko pada Fey.
"Terima dong, masa rezeki ditolak" kata Fey dengan polosnya
Sontak saja joko mendekat dan berkata kepada Aslan "Pj dong lan, kantin mbah aja " katanya yang masih sedikit berbisik di telinga Aslan namun masih bisa didengar yang lain
"Serius Fey lo terima?" tanya puja
"iya, bunda gue yang nyuruh"
"Waduh gawat" kata puja berdiri dari yempat duduknya
"Apa yang gawat" tanya Fey kaget dengan reaksi puja
"lo udah punya pacar dan gue belum. masa lo deluan yang punya pacar Fey" rengek Puja didengar teman teman kelasnya yang lin dan tertawa.
Mendengar kekacauan itu semua Fey baru tersadar bahwa semua teman temannya salah paham akan dirinya dan Aslan.
"kelian salah paham guys, bukan gitu maksudnya aku sama Aslan itu--" belum sempat menyelesaikan perkataannya.
"Udah Fey, gak usah ngelak lagi, kalau gak ada PJ nya hari ini besok juga bisa. " kata joko
"Terserah deh klian semua mau bilang apa" Fey kesal dengan semua keributan dikelas yang mengolok olok Fey dan Aslan jadian. Fey keluar dari kelas dan pergi keperpustakaan.
🍁🍁🍁
"Jam kosong yang menyebalkan, kenapa sih pak yanto gak masuk" rutuk Fey sambil mencari buku.
__ADS_1
"Ssiitt...berisik banget sih " Kata Rey dari balik rak buku.
"Eh, ngapain disini " tanya Fey sambil nyamperin Rey
"Tidur, berisik banget dikelas ngimongin elu sama Aslan. panas kuping gue" kata Rey sambil menutup matanya lagi.
"Hehe, aku juga bingung ngapa mereka kayak gitu. sedih juga tau dituduh yang bukan bukan, padahal kan aku sama Aslan gak ada apa-apa" sambil menyandarkan tubuhnya disamping Rey.
" Ngapain disini, berisik tau"
"Ih, kok gitu sih kan kita teman. aku lagi butuh penenang jiwa ni" kata fey masih menutup matanya
"Aku bukan penenang jiwa jiwa yang gila" kata Rey datar.
"Rey lo nyebelin banget sih, gue gak bilang jiwa gue gila tau"kata Fey dengan kesal sambil membuka mata nya dan menatap Reyhan.
"Gila ni cowok ganteng banget sih, hidung mancung, tinggi"
" eh gue mikir apa sih" kata Fey kedengaran oleh Rey"
" Mengagumi ketampan gue yaa? " tanya Rey
"ih kok dia bisa baca pikiran gue sih"
"Kepedean lu gantengan juga--, dah aku pergi aja bye. elu jahad"
"Tunggu gantengan siapa?" tanya Rey
" Gantengan jodoh gue" katanya Fey dan berlalu.
__ADS_1
🍁🍁🍁