Kamulah Takdir Ku

Kamulah Takdir Ku
Pertemuan pertama


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, Fey biasanya nemenin ibunya belanja dipasar tradisional dikotanya.


Sebenarnya Fey tidak suka kepasar, karena adat dan harus antri dijalan dalam pasar tersebut, karena ibunya mengetahui hal tersebut.


"Fey,sayang nanti kamu tunggu mama didepan jalan pasar aja yaa" ucap ibunya fey


"oke bu, Fey beli alat tulis dulu yaa bu" jawab Fey.


Setelah membeli alat tulis yang dibutuhkan, Fey naik kegedung yang biasanya didatangi Fey jika sedih, gedung tersebut adalah gedung kosong milik kakek nya Fey yang sudah tidak ditempati lagi.


Biasanya Fey pergi ke atas gedung tersebut untuk bisa merefres pikiran dan menghirup udara segar disana.


Dan betapa terkejutnya dia melihat seorang pria seumuran merentangkan kedua tangannya dan mengambil posisi seperti ingin menjatuhkan dirinya.


Fey segera berlari dan menarik tangan pria tersebut dan mereka terjatuh, sebel pria itu bicara fey segera berdiri "elu gila ya... elu mau bunuh diri disini" tanya fey dengan nada tinggi.

__ADS_1


"Bukan urusan lo" jawab pria itu dan segera berdiri.


"jelas ini akan menjadi urusanku, ini gedung masih milik keluargaku dan lagi jika kau bunuh diri disini, tempat ini gak bakalan lagi bisa aku datangi" jawab Fey dengan nada tinggi.


"Dan lagi apa pun masalah mu, kau harus hadapi itu semua, jangan lemah...pasti masih banyak yang sayang sama elu kan, apa elu gak kasihan sama keluarga mu hah..?" tambah Fey yang masih kesal.


"Lo bisa ngomong gitu karna gak ngerasain apa yang gak ngerasain apa yang gue rasa, jadi lu diam aja" jawab pria itu sambil kendak pergi .


Tapi tangan pria tersebut ditarik oleh fey "benar, gue mungkin gak ngerasain apa yang elu rasain tapi gue tapi gak ada yang lebih sedih dan menyakitkan daripada melihat orang yang engkau sayangi kelaparan" sambil fey menunjuk kearah pasar.


lihat-lihat mereka" suruh fey kepada pria tersebut.


"Pakaianmu bagus dan sepatu mu pun bukan sepatu biasa itu sepatu bermerek pasti kau dari keluarga beradap.


tapi kau menyia nyiakan hidupmu seperti ini, apa kau tidak malu terhadap mereka" jelas Fey panjang lebar yang membuat pria itu terdiam sambil menatapnya.

__ADS_1


"Aku tidak mau tau apapun, tapi sekarang kita harus turun, apapun keputusan yang kau ambil, itu terserah padamu..


tapi sekarang kita harus turun" jawab Fey sambil memegang tangan pria tersebut yang terdiam dan mengikuti Fey dan turun dari gedung tersebut.


Setelah sampai dibawah Fey terkejut karena dari tadi dia memegang tangan pria tersebut tanpa sadar.


"maaf" jawab Fey sambil melepaa tanggan pria tersebut.


"tapi cobalah pikirkan apapun keputusan yang kau ambil, kasihan keluargamu.


aku harus pergi dulu menjemput ibuku" kata Fey sambil berlalu.


Pria tersebut terus memandangi Fey yang telah berlalu.


"Siapa dia...Baru kali ini aku melihat seseorang yang berani seperti dia"

__ADS_1


__ADS_2