
Malam pun tiba, suasana malam begitu dingin, anak-anak kesehatan yang mengabdi sepakat untuk memasang api sebagai penghangat untuk malam yang dingin, tampak beberapa diantara mereka main gitar dan bernyanyi sedangkan Nadine hanya ikut duduk dan menikmati segelas kopi di tangannya, Chaow berusaha untuk mendekatkan diri dengan mereka agar mempermudah dia untuk mendapat informasi-informasi dari desa tersebut
"Hei Chaow sini, ayo bergabung disini, ngapain kamu sendirian di sana" seru Nadine memanggil Chaow
"Sini Chaow, gabung sama kita disini" timpal Cloe, laki-laki yang sepantaran dengannya
"Iya" jawab Chaow dan ikut bergabung, meskipun agak susah baginya untuk bergabung dengan para perawat dan tenaga kesehatan lainnya tapi mereka semua cukup menyenangkan dan ramah, sama seperti Chaow setiap yang mengabdi kepada masyarakat haruslah bersikap ramah dan murah senyum
"Kamu mau meneliti tentang apa di desa ini, desa ini kan masih jauh dari kata maju, apa kamu yakin melakukan penelitian disini?" tanya Joey teman laki-laki Nadine yang merupakan seorang lulusan perawat juga
"Ya, aku yakin, aku meneliti lingkungan dan keadaan desa tersebut, apakah layak sebagai desa wisata atau tidak, dan akan ada pengembangan kegiatan wisata di desa ini nantinya, jadi saya perlu berkeliling ke daerah sekitar desa, untuk mendapat akses kesana saya bisa minta bantuan siapa ya?" tanya Chaow
"Sama Nadine saja, kebetulan dia itu setiap hari melakukan tugas untuk pergi ke daerah-daerah sekitar untuk melihat keadaan lingkungan, apakah sudah bersih atau tidak, dia biasanya pergi sekitar jam delapan pagi sampai siang, kalau kamu mau ikut, bisa bersamanya dan kendaraan yang kalian pakai ada sepeda motor yang di berikan pak Ago kemarin" kata Cloe dengan jelas
"Wahh kalau tidak keberatan aku bisa bersamamu Nadine, apakah kamu tidak keberatan?" tanya Chaow, ini menjadi suatu kesempatan baginya untuk bisa mengakses seluruh informasi secara perlahan
"Umm boleh, tapi kamu harus sabar karena aku akan melakukan interaksi kepada setiap warga yang ada di desa ini, jadi mungkin agak lama dan membosankan" ungkap Nadine
"Tidak masalah, aku juga butuh informasi mengenai desa ini melalui masyarakatnya langsung kan, jadi kita bisa menjalankan tugas kita masing-masing" jawab Chaow dengan gembira
"Baiklah kalau begitu sebaiknya kita segera masuk dan tidur, sudah larut malam ini takutnya kalian besok tidak bangun tepat waktu lagi" seru Nadine dan pergi masuk ke dalam rumah
Malam itu Chaow sedikit kesulitan untuk tidur, apalagi tidur bersama-sama dengan para laki-laki lainnya, meskipun ini bukan yang pertama kalinya namun ia tetap merasa risih di keramaian, apalagi dengan penyamarannya saat ini, ia harus berhati-hati agar identitas aslinya tidak terungkap secepat mungkin, karena ia hanya punya waktu satu minggu di desa tersebut
***
sedangkan di kediaman tuan Max, tampak keadaan keluarga tersebut tidak baik-baik saja, setiap hari ada saja yang harus di hadapi para anggota keluarga dengan sabar, yaitu menghadapi tuan Max yang begitu cerewet dan keras kepala, apalagi saat ini ia menengar bahwa Chaow sedang bertugas jauh dari kota dan tidak pulang kerumah, membuat tuan Max terpaksa menyuruh mata-matanya untuk memata-matai kegiatan Chaow, dimana dia dan apa yang ia lakukan sebenarnya
"Aku tidak mau tahu Sander, nanti sore kau harus mendapatkan informasi mengenai Chaow, anak ini benar-benar sudah di luar batas, selalu mementingkan tugas yang menaruhkan nyawanya sendiri" ucap Max dengan tegas
"baik tuan, akan saya laksanakan" ucap Sander, orang suruhannya
__ADS_1
Sander melaksanakan tugasnya dengan baik, kini iya sudah tiba di desa whitestone untuk memata matai kegiatan Chaow, saat Sander mengikuti Chaow, ia melihat Chaow bersama seorang wanita, yang tak lain adalah seorang perawat di desa itu yaitu Nadine, setelah merasa mendapatkana informasi yang cukup maka ia segera pulang untuk memberi tahu tuan Max
"Apa? dia sudah mempunyai pasangan, itu sebabnya dia tidak pulang-pulang kesini, ternyata dia sudah tinggal di desa bersama wanita desa itu, apa jadinya jika saya memiliki menantu gadis desa, saya tidak mau itu terjadi, ini memalukan!" seru Tuan Max dengan nada tinggi, sehingga membuat Sander ketakutan dan segera pergi dari ruangan tuan Max
Eva yang lewat dari ruangan pribadi Max meihat wajah Sander yang pucat dengan raut wajah ketakutan mengerti sesuatu telah terjadi, pasti suaminya sedang melakukan sesuatu lagi terhadap keluarga mereka
"Ada apa lagi Sander? apa yang terjadi di dalam sana?" tanya Eva
"Itu nyonya, tuan marah besar karena ulah Chaow bungsu, dia sudah memiliki wanita di desa, saya sendiri yang melihatnya nyonya, mereka begitu dekat, saat ku beritahu informasi ini kepada Tuan Max dia marah besar" ujar Sander dengan gugup
"Huhh apalagi yang ingin suamiku lakukan ya tuhan" ujar Eva pasrah lalu pergi
Eva yang khawatir mengenai Chaow, ia segera menghubungi Diana, anak perempuan satu-satunya untuk meminta bantuan dari Diana
["Halo Diana, kamu dimana?" tanya Eva to the point
"Lagi di butik ma, kenapa mama nanyain Diana, dan suara mama terlihat panik, ada apa?" tanya Diana
"Huuh apalagi sih yang terjadi di antara mereka, sudahlah ma, jangankan di pikirkan lagi, jalan satu-satunya adalah Chaow mau menikah secepatnya, setelah itu papa tidak akan mengatur kehidupannya lagi" jawab Diana dari balik telepon
"Masalahnya adikmu juga belum ada pasangan, coba kamu carikan teman kamu, atau siapa kenalan kamu yang bisa di kenalkan dengan adikmu secepatnya, mama pusing menghadapi mereka setiap hari kalau begini" ujar Eva
"Nanti coba Diana carikan ya ma"
"Ya sudahlah kalau begitu mama akhiri ya panggilannya, bye" ]
***
di desa Whitestone, Chaow dan Nadine tengah pergi menelusuri daerah-daerah di deket desa itu, ini saat yang tepat untuk Chaow agar bisa menelusuri dareha terpencil di dekat sana dimana tempat itu menjadi sarang persembunyian sang mafia kelas kakap yang melakukan perdagangan barang terlarang, tanpa ada rasa curiga Nadine pun turut dengan arahan Chaow untuk menemaninya ke daerah tersebut. Sesampainya di sana, tampak ada sungai kecil dan pemandangan yang luas sekali, Chaow segera menagmbil kamera dan mengambil gambar di sekitar,saat ia menuju sutu objek iya melihat ada sebuah gubuk dan terdapat 3 orang laki-laki sedang berbicara di sana, Chaow yakin bahwa bos mafia yang dimaksud adalah mereka, dengan cepat Chaow mencoba mengambil gambar dengan jarak yang lebih dekat, saat sedang mengambil gamar tiba-tiba Nadine yang merasa terlalu lama, ia berbicara dengan suara keras "Sudah belum, kamu terlalu lama, aku masih ada tugas di puskesmas nanti sore" gerutu Nadine
"Siapa disana!!!" teriak salah satu dari ketiga orang itu
__ADS_1
"Sialan" ucap Chaow dengan sigap mengalungkan kamera dan menarik tangan Nadine agar segera pergi
untung keduanya berhasil kabur dari para mafia tersebut, Chaow takut jika Nadine ikut terseret dalam kasus ini, ia tidak mau penyamarannya segera terungkap hanya karena teledor dalam melakukan tugas
"Kamu kenapa sih, kok terburu-buru gini" tanya Nadine dengan panik
"Bukan terburu-buru, tadi ada orang yang lihat kiya, takutnya dia berpikir bahwa kita melakukan hal yang tidak-tidak, kamu mau kita dituduh sama warga sekitar? kalau aku ngga mau sih di tuduh yang tidak benar" timpal Chaow
"Aku juga ngga mau lah" gumam Nadine
Entah kenapa, Chaow merasa nyaman saat dekat dengan Nadine, ia merasa bahwa wanita itu memiliki aura positif, sehingga setiap orang yang dekat dengannya merasakan kehangatan, Chaow menatap Nadine dari balik kaca spion motor yang mereka kendarai, rambut panjang Nadine menutupi wajahnya yang cantik dan manis karena hembusan angin yang kencang, sesekali Nadine mengibaskan rambut-rambut yang menghalangi penglihatannya
"Naidne, kamu udah lulus lama?" tanya Chaow
"Iya kenapa?" tanya Nadine berteriak karena tidak mendengar apa yang di ucapkan oleh Chaow
"Kamu udah lulus lama dari kampus?" ucap Chaow dengan lambat agar Nadine mendengarnya
"Sudah setahun" jawab Nadine
"Oo iyaya"
20 menit kemudian keduanya sudah tiba di puskesmas, Nadine yang memiliki tugas untuk melayani masyarakat segera ke ruangannya, sedangkan Chaow pergi menepi untuk melihat hasil jepretan di kameranya, dan ia sangat puas melihat hasilnya, ia segera menghubungi seseorang di ponselnya
["Halo, komandan Alex, saya sudah melihat lokasi mereka, dan saya yakin itu adalah bosnya" ucap Chaow dengan yakin
"Maksud kamu, si Trone dan Jhon? kamu awasi mereka, kemana mereka pergi dan setelah semuanya selesai kamu kembali kesini, karena jika kamu semakin lama disana, takutnya identitas mu terbongkar dan membuat warga sekitar resah"
"siap komandan"]
Setelah selesai menelpon ia kembali ke ruangannya, ia melihat para tenaga kesehatan sedang makan siang, "hei Chaow sini gabung ambil makananmu" teriak Cloe
__ADS_1
"Iya", Chaow segera mengambil makanan dan ikut gabung bersama anak-anak lainnya, mau tidak mau Chaow harus berusaha agar bisa mendekat dengan mereka dna tetap menjaga identitasnya tetap aman dan tidak terbongkar, setelah selesai makan Cahow menyempatkan diri untuk berjalan keliling desa supaya orang yakin bahwa ia memang benar mahasiswa sedang melakukan KKN di desa Whitestone.