
kini identitas Chaow sudah terbongkar tak ad alagi alasan untuk ia menutupinya lagi, ia pergi ke tempat pak Ago, seperti yang dimita oleh Nadine dan kedua teman lainnya, dengan perasaan bersalah Chaow pergi, bagaimanapun ia harus bertanggung jawab atas kebohongan ini, Chaow bersama pak Ago datang menemui Nadine dan juga temannya, disana pak Ago menjelaskan semuanya dengan detail, "nak Nadine dan semuanya, di sini bapak sudah mendengar penjelasan darikapten Chaow bahwa kalian sudah mengetahui identitasnya, sebelumnya bapak minta maaf karena tidak memberitahu kalian dari awal" ujar pak Ago, penjelasan dari pak Ago semakin membuat Nadine dan kedua temannya kebingungan
"Maksud bapak apa? bapak sudah tau dari awal kalau dia kapten?" tanya Nadine
"Iya nak Nadine, dia di sini hanya menjalankan tugas saja, dan pemalsuan idenitas itu memang sudah bagian dari tugas untuk menjaga keselamatan kapten Chaow, tentang tugassnya saya tidak perlu beri tahu mengenai apa, tapi saya harap kalian maklumi" jelas pak Ago
"tapi pak, dengan dia menyeret anak kesehatan ini akan mengganggu kenyamanan kami, apalagi saya yang bersama dia untuk ikut melaksanakan misinya, itu sama saja menjadikan saya tumbal dari tugasnya" ujar Nadine tak terima
"Itu bapak tidak bisa jelaskan lagi nak, dan kapten Chaow bisa jelaskan semuanya, saya harus ke pemukiman penduduk sekarang, karena ada urusan, saya pamit dulu" pamit pak Ago dari mereka
"Gue gamau liat muka dia" ujar Gabriel pergi dan di ikuti oleh Cloe
"Aku juga mau pergi" timpal Nadine, kemudia di cegat oleh Chaow
"Nadine, tolong dengar penjelasan aku, ya aku salah sudah membawa kamu ke dalam tugasku, tapi perlu kamu tahu, kalau aku pergi sendirian identitasku akan cepat diketahui oleh para mafia itu makanya aku bersama kalian dan menyamar jadi mahasiswa KKN disini supaya tidak ada yang curiga, kita sama-sama bekerja untuk masyarakat, aku mengabdi untuk negara dan rakyatku apa aku salah? egois kamu jika kamu menyalahkan keberadaan dan perbuatanku" ungkap Chaow
"Tapi kenapa kamu tega membohongiku dan juga anak-anak yang lain padahal kami sangat senang jika kau benar-benar seorang mahasiswa yang ingin ikut mengembangkan desa ini, karena itulah motivasi kami berada disini" ucap Nadine dengan nada tegas, ini sebuah ungkapan kekesalannya terhadap Chaow Max yang dianggap sebagai penipu olehnya
"Kalau kamu mengganggapku pembohong itu salah, ini adalah pekerjaan kami sebagai seorang polisi intel sudah menjadi suatu keharusan untuk menyamar di lingkungan dengan tujuan memata-matai mafia yang berekeliaran di negara kita, tolong kamu mengerti" ucap Chao Max memelas, berharap belas kasihan dari Nadine
__ADS_1
"Tapi maaf, aku belum bisa menerima nya secepat ini, tolong jangan ganggu saya, saya mau fokus kerja buat masyarakat disini dan saya harap kalau tugas kamu selesai tolong segera pergi dari sini yah"
"Nadine...."
"Ihhh Sial, bagaimana ini semua bisa terjadi" ucap Chaow kesal
"Drtttttttt, Drttttt" ponsel Chaow begetar ia segera menjawab pangilan tersebut
"Halo komandan Alex, saya sudah mengetahui lokasi mereka dan dari info yang saya dapat mereka mau pidah ke sebuah pulau kecil di perbatasan, sebaiknya dengan cepat kita mengirim anggota kesana, namun sepertinya penyamaran saya sudah hampir di ketahui" ungkap Chaow
"Iya kapten Chaow, sebaiknya anda segera kembali ke sini demi keamanan anda dan masyarakat sekitar, saya tidak mau nama kepolisian tercap buruk hanya karena identitas anda terbongkar"
Malam harinya dengan penuh penyesalan, Chaow Max duduk di depan teras sambil menikmati segelas kopi yang ia seduh, ia menikmati malam-malam terakhirnya di desa WhiteStone yang akan menjadi kenangan penuh makna baginya, saat ia melamun tiba-tba sebuah tangan menepuk pundaknya, "Hei Bro, gue udah tau semuanya kalau lo seorang intel yang nayamar, gua ngga benci atau kecewa sama lo, gue kasian aja sama Nadine yang terlihat sangat kecewa, mungkin dai udah anggap lo seagai orang baik sehingga ia tidak terima jika ini terjadi, lo tahu kalau Nadine itu orang yang sangat gigih, dia awalnya mau menjadi seorang dokter karena keadaan ekonomi keluaryanya kurang memadai sehingga ia memutuskan untu ambi kulain di keperawatan untuk menyampaikan sedikit dari cita-citanya, dia sekarang gigih karena ia ingin mendapatkan beasiswa untuk kuliah di kedokteran entah itu akan tercapai atau tidak tapi dia tetap berusaha" ungkap Cloe
"Gue juga nyesal kalau udah bohongin kalian, tapi gue ngga bisa nolak karena ini tugas gue, ya gue harus nerima imbasnya kalian benci sama gue" kata Chaow dengan raut wajah yang sedih
"tenang aja, Nandine buka orang yang pendendam kok, asal lo pinter ambil hatinya dia bakal mau ngobrol sama lo lagi" jelas Cloe lalu meninggalkannya
"Apa bener kata Cloe, tapi gue harus lakuin apa ya, ini detik terakhr gue disini, Nadine harus maafin gue sebelum gue pergi ke Kota" timpal Chaow
__ADS_1
Karena ia tidak bisa tidur akhirnya ia memutuskan untuk begadang dan menghabiskan dua gelas kopi, ia ingin sekali pergi ke kamar kecil, karena tidak tahan lagi, Chaow berlari dan menerobos masuk ke dalam kamar kecil, dengan santainya ia membuang air kecil
"Aaaaaaaaaa, Brukkkk" suara teriakan seorang wanita seraya melempar batu ke arah Chaow dan mengenai kepalanya, Chaow yang kaget dan terkena lemparan batu tersebut jatuh pingsan ke lantai
"Astaga! Chaow?" seru Nadine berusaha menarik Chaow keluar, setelah di luar ia meminta bantuan ke teman lainnya untuk mengangkat Chaow, ia mengobati luka di kepala Chaow akibat batu yang ia lempar
"Aduhhh, aku dimana" ujar Chaow samar-samar melihat ke sekeliling
"Kamu ada di ruangan periksa, kepala kamu aku lempar pakai batu, karena kamu menerobos masuk ke dalam kamar mandi aku lagi ganti baju di dalam, karena aku kaget aku lempar kamu pakai batu deh"Gumam Nadine
"Aduhhh, pantesan aku pusing sekali, untung aku ngga hilang ingatan, kalau iya kamu pasti udah aku laporin ke polisi" anca, Chaow
"hah, polisi? jangan-jangan aku kan uda obatin kamu, nanti pasti lukanya sembuh" ucap Nadine ketakutan jika Chaow benar melaporkannya ke polisi
"Sebagai jaminannya kamu harus menuruti permintaan aku, kalau kamu ngga mau aku akan laporin kamu yang ada kamu bisa bayar mahal" ancam Chaow
"Apa?" tanya Nadine dengan terpakasa
"Kamu ikut ke kota bersama aku, aku kenalin kamu sebagai pasangan pura-pura aku, setelah itu clear semuanya selesai, dan satu lagi kalau kamu mau dan setuju terus misi ini berhasil, orang tua aku ngga maksa aku buat menikah lagi aku akan bantu kamu untuk kuliah ambil kedokteran di unin yang kamu mau" ungkap Chaow , ia yakin Nadine pasti mau karena ini adalah impian terbesar Nadine, dengan begini misi Chaow untuk menghindari permintaan ayahnya akan berhasil.
__ADS_1