
Malam ini Chaow pulang ke rumahnya karena ia sudah selesai melaksanakan tugasnya di desa Whitestone, biasanya Chaow pulang dengan pakaian kotornya tapi, kali ini ia pulang dengan seroang wanita yang ia kenalkan sebagai pacarnya kepada keluarganya. Tepat sekali, saat Chaow dan Nadine tiba di rumah itu tampak semua anggota sedang makan malam, semuanya kaget melihat kedatangan Chaow yang membawa seorang wnaita kerumah, ini merupakan sebuah ke ajaiban bagi semua anggota yang tengah menikmati makan mereka, "Uhukkk Chaow!" Seru Diana menyorot kedatangan adik bungsunya itu
Semua anggota keluarga melihat ke arah Chaow dan Nadine yang bergandengan tangan
"Chaow, ayo sayang ikut makan malam bersama kita, kalian pasti capek kan setelah melewati perjalanan yang panjang, ayo duduk" seru Eva dengan ramah menyambut kedatangan anak bungsunya itu
"Ya tentu saja ma, bagaimana kabar kalian semuanya, baikkan?" ujar Chaow basa-basi
"Dia siapa?" tanya Tuan Max dengan sorot mata tajam ke arah Nadine, ia melihat penampilan Nadine dari atas sampai ke bawah, dan menyunggingkan bibirnya seperti senyum palsu
"Ooo ini, perkenalkan ini Nadine dia pacar aku, dia aku bawa dari desa Whitestone, dia seorang perawat yang mengabdi di sana, kami saling mencintai dan aku membawanya ke sini untuk berkenalan dengan kalian" kata Chaow dengan sumringah
Semua kebingungan dan terkejut saat Chaow terang-terangan menjelaskan percintaannya di depan semua anggota keluarga, bahkan Arthit yang diam daritadi pun ikut menaikkan alisnya melihat tingkah Chaow yang berubah 180 derajat, sebelumnya Chaow adalah pria yang dingin dan malas untuk berkenalan dengan wanita namun kali ini ialah yang terlihat bucin
"Ouu bagus sekali dong Chaow, kalau begitu ayah tidak perlu menjodohkamu lagi dengan wanita lain" seru Arthit
"Aku akan berhenti menjodohkan kalian jika wanita yang kalian nikahi adalah wanita yang bibit bebet bobot nya jelas, jika hubungan kalian serius ayo tujukkan pada ayah, apa keunggulan wanita itu" ucap Tuan Max mengarah ke arah Nadine seolah-olah Nadine bukan wanita yang jelas, memang benar jika di bandingkan dengan segi ekonomi ia jauh kalah, bahkan ayah dan ibunya hanya seoranng petani di desa, tapi dari segi attitude Nadine adalah anak yang sopan dan santun kepada siapapun
"Yah, Nadine ini seorang perawat yang handal, dia tau cara merawat orang dengan baik jadi jika aku sakit bisa di rawat oleh nya iya kan sayang" ujar Chaow menyenggol bahu Nadine
"Eeee, iya" gumam Nadine, sebenarnya ia sudah sangat tidak nyaman di antara orang-orang kaya itu namun ini semua demi cita-citanya menjadi seorang Dokter
"Sudah,, sudah ayah tidak selera makan, ayah mau naik ke atas, bisa pusing saya menghadapi anggota baru" ketus Tuan Max lalu meninggalkan meja makan
"ayah, ayah" seru yang lainnya berusaha mencegat Tuan Max, namun keputusannya sudah bulat untuk pergi
Semua anggota ikut mengakhiri makan malamnya, karena hal ini sudah menjadi budaya di keluarga mereka jika satu pergi maka semuanya harus dengan cepat mengakhirinya
"Sudah ayo Nadine akan kutunjukkan dimana kamarmu, ma Nadine tidur di kamar tamu ya, biar aku antar"ujar Chaow
__ADS_1
"Iya sayang, kalian istirahat sana, Nadine kamu jangan ambil hati ya atas perlakukan tuan Max, dia memang begitu sedikit cerewet" ucap Eva dengan senyum
"Iya tante tidak apa-apa"
Keduanya naik ke atas untuk istirahat, Chaow membawa Nadine ke sebuah kamar kosong yang ada di rumahnya, "Ini kamar kamu, semoga kamu nyaman ya disini, dan aku harap kamu betah menghadapi ayah ku" ucap Chaow
"Hummm ayahmu membosankan sekali" gerutu Nadine
"Hahaha, kau akan terbiasa nantinya"
Chaow pergi meninggalkan Nadine di kamar tamu, lalu ia pergi ke kamarnya untuk beristirahat
"Huhh, emang keluarga mereka aneh banget yah, masa Tuan Max pergi nga jadi makan, semuanya juga ikut pergi nanti kalau Tuan Max meninggal emang semuanya mau ikut mati juga haha" timpal Nadine dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk rumah mewah itu
Malam hari Nadine tidak bisa tidur iya bangun dan memeras perutnya yang kelaparan akibat tidak makan malam tadi, ia memutuskan ke dapur pelan-pelan untuk mencari sesuatu yang bisa di makan dan menenangkan caingnya yang ngereog minta asupan , ia pelan-pelan melangkah menuju dapur untuk makan
"Ummm enak banget, semoag bisa mengganjel perut aku deh sampai besok pagi, besok aku harus cari makan di luar deh kalau lama-lama kaya gini aku bisa kekurangan gizi" ujar Nadine
Di kamarnya Chaow merasa kehausan, ia meraih botol minum yang ia sengaja sediakan setiap malam di dalam kamar namun botol tersebut kosong, terpaksa ia pergi ke dapur untuk mengambil air minum
"Ahhhh haus banget" ujar Chaow sambil menuruni anak tangga
"Ehh itu siapa kok grasak grusuk, ada kucing kali ya masuk ke dapur, awas ya!" gumam Chaow
Lampu Menyala!
"Siapa disitu!" seru Chaow yang sudah siap dengan sapu di tangannya
"Ehh ini aku, aku Nadine" ujar Nadine ketakutan jika Chaow memukulnya, mulut Nadine penuhdengan cream dan sangat blepotan
__ADS_1
"Hahahha, kamu, ngapain kamu disini? itu muka kamu juga blepotan sini aku berishin" ujar Chaow menarik tangan Flo ke meja makan lalu mengambil tisu dan membersihkan mulut Nadine, posisi mereka slaing berhadapan, tangan Nadine tak sengaja memegang pergelangan tangan Chaow untuk mengehntikannya mengelap mulutnya, namun aksi Nadine membuat kedua saling bertatapan mata dan semakin canggung
"Haduhh kok aku deg deg an gini ya pas berhadapan sama Chaow, malah gugup lagi, aduhh ngga, ngga bisa, ini hanya kerjasama jangan pakai hati" gumam Nadine dalam hati
"Ternyata Nadine cantik juga, dia baik dan manis sekali, ahhhhh,,, aku kenapa sih" gumam Chaow dalam hati
"Ehh biar aku aja Chaow heh, aku cuci ke toilet aja bias bersih sekalian" ujar Naidne lalu segera pergi ke toilet yang ada di bawah, selesai dari toilet ia masih mendapati Chaow duduk di meja makan
"Kamu ngga tidur?" tanya Nadine
"Umm ngga ngantuk lagi, kamu lapar ya?"
"Tadi, tapi kan aku makan cake di kulkas, maaf ya sebelumnya ngga izin dulu soalnya aku lapar banget kalau aku izin dulu takut keburu tuan Max tahu, ajdi aku langsung pergi ke bawah deh" gumam Nadine
"Engga apa-apa kok, ayah kalau sudah jam segini dia ngga akan bisa bangun lagi, susah bangunin dia kalau udah tidur pulas, kamu mau aku masakin mie?" kata Chaow menawarkan mie kepada Nadine
"Gausah, aku udah kenyang kok, ummm, aku cuma mau ngomong sama kamu, gimana kalau ayah kamu tahu tentang hubungan kita yang pura-pura ini, pasti dia akan marah sama kamu dan aku"
"Soal itu ngga usah kamu pikirin, tapi sepertinya jika kita begini terus pasti mereka akan curiga, maka dari itu tolong bantu aku ya ke jenjang berikutnya" ucap Chaow memelas
"Maksud kamu?" tanya Nadine menaikkan kedua alisnya
"Ya ayah percaya kalo kita ini punya hubungan yang serius jika kita menikah, tapi kamu tenag aja ini hanya untuk sementara, kalau ayah udah meredam ngga pernah jodohin aku sama wanita lain maka kerja sama kita berakhir, kamu akan tetap aku bantu materi sampai kuiah kedokteran kamu selesai" ucap Chaow
"Tapi kamu janji, ini hanya untuk sementara ya" kata Nadine memastikan
"Iyah, udah yuk naik, keburu ada yang liat kita disini" ujar Chaow
Mereka berdua naik ke atas untuk melanjutkan tidur mereka yang terganggu.
__ADS_1