Kapten Tampan Milik Perawat Cantik

Kapten Tampan Milik Perawat Cantik
Chapter 3 jodoh pilihan


__ADS_3

Di kediaman tuan Max, semua anggota keluarga mengalami kegelisahan karena berhari-hari tuan Max hanya marah-marah dan ngedumel tak segan segan siapa pun yang ia temui pasti kena amarahnya, baik itu menantu ataupun istrinya, nyonya Eva sudah sangat muak dengan sikap suaminya yang ke kanak-kanakan, ia mencoba untuk menghubungi Chaow apakah benar dia sudah memiliki gadis lain ataupun sudah punya pasangan sehingga dia tidak mau kembali kerumahnya lagi, untuk menjawab semua pertanyaan yang ada di benaknya ia menguhubungi Chaow langsung malam ini, "Halo Chaow, kamu kemana saja nak, kamu tidak pulang kerumah bahkan kamu selalu sibuk bekerja, di sisi lain papa kamu benar bahwa kamu memang harus segera menikah, supaya kamu tidak pergi-pergi lagi" ungkap Eva dari telpon


"Ma, tolonglah jangan begitu, ibu seharunya mendukung Chaow, di sini Chaow sibuk dengan tugas nanti kalau sudah selesai maka Chaow akan segera pulang kerumah" jawab Chaow dari balik telpon


"Chaow, jawab pertanyaan mama, apa kamu sudah menemukan pasangan disana?"


"Ma, kalau masalah itu nanti kita ceritakan yah" jawab Chaow dan mengakhiri panggilannya


Melihat panggilan yang sudah berakhir, Nadine tambah kesal dengan tingkah anak-anaknya yang juga nurun dari ayahnya


"Hei Chaow, besok kita mau kemana lagi? apa ada tempat lain atau sudah cukup tempat itu saja, kebetulan besok aku libur dan ngga masuk ke puskesmas jadi aku free sampai sore kalau malamnya aku harus pergi ke pemukiman desa karena ada jawal mendata balita yang ada di desa" ungkap Nadine


"Umm, mau kemana lagi ya, besok kita ke tempat yang kemarin yah, soalnya dataku kurang lengkap jadi mau aku fokus ke tempat itu aja dulu" gumam Chaow


"Baiklah kalau begitu, selamat beristirahat dan sampai ketemu besok"


Di dalam kamar pada kesunyian malam Andrew dan istrinya Syarla tampak sedang membahas soal Arthit dan juga Chaow, yang dianggap sebagai pusat permasalahan bagi mereka berdua karena jika mereka belum juga menikah, pasti tuan Max tetap melakukan hal yang sama setiap harinya, "sayang, bagaimana itu tentag kedua adikmu, apakah dia belum bisa menemukan calonnya, kalau masalah tampan mereka juga tampan, kalau masalah uang mereka punya banyak uang, lalu apalagi yang mereka cari? aku bingung melihat keluarga ini sungguh beragam" timpal Syarla yang sedang kesal dan gelisah melihat keadaan di kediaaman mertuanya


"Kita sabar saja dulu, pasti mereka akan menemukan pasangan yang tepat nantinya, sama seperti aku dulu juga begitu, aku di jodohkan papa sama kamu, barulah aku menikah, mereka juga pasti lagi nunggu giliran di jodohkan" ucap Andrew menyunggingkan bibirnya


"Kamu ini malah bangga, seharusnya kita sebagai kakak tertua mencari solusinya bagaimana supaya adik-adik kamu bisa menemukan jodohnya secepatnya" gumam Syarla


"bagaimana kalau kamu cari teman kamu sayang, kan kamu punya teman dari kalanangan manapun, jadikita jodohkan dengan Arthit dan juga Chaow, kita atur waktu mereka untuk berkencan, apa kamu setuju? dengan begitu papa tidak akan marah-marah lagi setiap harinya" ucap Andrew antusias

__ADS_1


"Kenapa aku tidak kepikiran dari kemarin ya, kamu benar sekali sayang, besok aku akan menghubungi teman-temanku manatau ada yang cocok dengan mereka berdua" timpal Syarla


Keduanya tampak bahagia atas ide yang sudah mereka dapatkan, sedangkan Arthit segera pergi menemui papanya ke runagan peribadinya, untuk memberi tahu atas ide yang mereka temukan, dengan begitu untuk sementara papa nya tidak akan marah-marah dan negdumel masalah jodoh lagi.


mentari pagi menyongsong tinggi, hari ini Syarla sudah punya empat list wanita yang akan di pertemukan dengan Arthit terlebih dahulu, Andrew dan Syarla begitu rapi menyusun rencana untuk mempertemukan Arthit yang begitu sulit di bujuk agar mau ketemuan, "sudahlah Arthit, akmu ikut saja, kakak tidak akan menjerumuskanmu kepada wanita yang tidak jelas asal-usulnya, yang penting kamu coba aja dulu ngobrol kalau tidak nyambung kakak punya tiga list wanita lagi, semangat" ujar Syarla tertawa dan mendorong Arthit agar segera menemui wanita berbaju cream di meja ujung


Arthit hanya menurut berharap hari ini cepat berlalu, baginya mencari jodoh seperti ini sangat terlalu berlebihan namun demi kedamaian keluarganya ia terpaksa menurut,"Hai" sapa Arthit kaku


"Hai, kamu Arthit ya, silahkan duduk" ucap sang wanita itu


"Nama kamu siapa?" tanya Arthit mengajak berkenalan


"Nama aku Gina, seorang model dan sekarang sedang sibuk mengelola kafe, jaid aku itu wanita karir, jadi wajar saja kalau aku sibuk terus, ini kebetulan jadwal aku lagi santai jadi aku bisa ketemuan sama kamu" ungkap Gina dengan bangga pada dirinya, namun Arthit langsung tidak menyukai sikap Gina yang angkuh dan sombong


"Umm, aduh semua laki-laki kira aku makan terus apa yah, aku ngga makan pagi, aku mau jaga badan biar ngga gemuk" ucap Gina sambil melirik ke arah perut Arthit


"ooo iya baguslah kalau begitu, aku juga ngga makan solanya aku buru-buru mau pergi yah, bye" gumam Arthit segera pergi meninggalkan Gina dengan wajah kesalnya


"Iihhhh dasar pria ngga laku-laku, bisa-bisanya dia ninggalin wanita secantik aku" timpal Gina melihat kepergian Arthit


Dari kejauhan Syarla memantau iya kebingungan melihat Arthit yang begitu pergi saja dengan wajah yang kecewa, segera Syarla menarik tangan Arthit, "hei, Arthit apa yang terjadi?" tanya Syarla perlan


"Kak, dia begitu angkuh dan sombong masa iya dia ngatain aku gendut, terus liat ke arah perutku lagi, ahh sudahlah kak aku tidak mau bertemu lagi dengan wanita-wanita lainnya, nanti apalagi ngatain aku apa lagi, sudahlah aku lelah" gerutu Arthit

__ADS_1


"No, kamu harus tetap melewati ketiga wanita yang belum kamu ketemui, ingat tujuan kita hanya ingin mendamaikan keadaan rumah dan papa untuk sementara, sudah kamu ikuti saja, sekarang ayo kita pergi ke taman yang tidak jauh dari sini" ujar Syarla


Hari ini, hari date bagi Arthit, sampai sore ia hanya bertemu dengan keempat wnaita yang di pertemukan oleh kakak iparnya, namun yang keempat sedikit nyambung dengan Arthit, hingga akhirnya mereka tukaran kontak, dengan begitu tuan Max tidak akan ngamuk lagi untuk sementara ini, tinggal nunggu giliran Chaow yang akan di paksa untuk menemukan wanitanya


Setibanya di rumah, Syarla dan Arthit menemui tuan Max, untuk memberi tahu bahawa Arthit sudah jalan dengan wanita, "Pa, papa" seru Syarla dengan gembira


"Kenapa kak?" tanya Ahlan yang mendengar suara Syarla


"Kita membawa kabar baik, bahwa Arthit sudah bertemu dengan pasangannya, iya kan Arthit" ujar Syarla


"Eeee, iya benar, apa yang di katakan kak Syarla itu benar" gumam Arthit


"Syukurlah semoga segera ke pelaminan yah, papa hanya mau melihat kamuke pelaminan, kawal sampai halal" timpal Ahlan


"Ada apa ini ribut-ribut mengganggu ketenanganku" seru tuan Max dengan kesal


"Pa, jangan marah-marah dulu ya, kita kesini bawa kabar baik buat papa dan kita semua" kata Syarla tersenyum lebar


"kabar apa yang kamu bawa ha, kabar Chaow yang berhasil mengerjakan tugas yang ngga jelas itu" ketus tuan Max


"Pa tolong dengarkan dulu, tadi Arthit sudah kencan dengan seorang wnaita dan rencananya akan dibawa kerumah secepatnya" ungkap Syarla


"Baiklah kalau begitu, segera bawa kerumah, papa akan tetap menagih kalau tidak di bawa kerumah dalam waktu dekat ini" ucap tuan Max lalu pergi meningglkan anak dan menantunya

__ADS_1


Di balik itu semua, tuan Max kegirangan, ia menari-nari di ruangannya mendengar kabar bahwa Arthit sudah punya pasangan.


__ADS_2