
Kini amanda terlihat sangat segar keluar dari kamar nya dan tentu saja tidak lupa dengan tas ransel kesayangan nya, walau pun dia sering diejek oleh teman-teman kampus nya yang mengatakan kalau tas milik amanda sudah ketinggalan jaman, namun ia berusaha untuk tidak memperdulikan itu, karena menurut nya tidak ada guna nya menjelaskan kepada mereka betapa berharga nya tas yang selalu dia pakai itu
Karena tas itu adalah pemberian dari almarhumah kakak nya yaitu bella, sebagai hadiah karena dirinya sudah menjadi juara satu selama tiga tahun berturut-turut saat smp, sekaligus hadiah terakhir yang dia terima sebelum bella meninggalkan nya untuk selama-lama nya.
Amanda mengerutkan kedua alisnya kala melihat meja makan yang kosong melompong, hanya terlihat bi sarah yang tengah menyiapkan sarapan.
dimana mamah sama papah, biasa nya jam segini mereka sudah ada dimeja makan.
ah...sudah lah ngapain juga aku mikirin mereka, mereka kan memang selalu sibuk dengan
pekerjaan mereka dan tidak ada waktu untuk aku. Lagi pula sarapan sendiri kan jauh lebih tenang
" bi. Mamah sama papah mana? " tanya amanda saat dia mendudukan diri nya di meja makan.
Ternyata isi hati nya berbeda dengan kenyataan nya. Dia tidak bisa tidak menanyakan keberadaan orang tuanya, walau pun dihati nya mengatakan kalau dia tidak perduli
" tuan kan tadi malam dibawa kerumah sakit. Dan nyonya juga dirumah sakit " jawab bi sarah, sambil menuangkan secentong nasi goreng kepiring amanda.
TENG...amanda melepaskan sendok ditangan nya dan terjatuh kelantai. Bagaimana dia bisa melupakan kalau tadi malam ayah nya dibawa kerumah sakit
" apa non mau menjenguk tuan, biar saya minta pak ujang untuk mengantarkan non kerumah sakit " tanya bi sarah.
" saya ada kelas pagi ini " sahut amanda tergagap karena masih sangat syok, dia juga tidak tahu mengapa dia seperti itu.
Di saat dia mengingat sang papah meringis kesakitan, hati nya terasa sangat sakit bagaikan teriris.
__ADS_1
BRUK...Amanda bangkit dari duduk nya, lalu pergi dari area meja makan tanpa menyentuh sedikit pun makanan nya. " non makan dulu " teriak bi sarah.
" aku udah kenyang bi. aku berangkat kekampus dulu assalamuallaikum. " sahut amanda sambil terburu-buru berjalan kearah luar
Kenyang dari mana, bahkan makanan nya saja belum disentuh sedikit pun.
...----------------...
Setelah menyelesaikan kelas yang berjam-jam lamanya, amanda beserta dua teman nya yaitu elisa dan zabrina. Pergi kekantin untuk mengisi perut mereka, dan jam pun sudah menunjukkan waktu makan siang
" kamu kenapa manda? " tanya elisa. Ia sebenar nya sudah sangat ingin menanyakan itu sejak tadi pagi, namun dia tahan karena dia tidak mau memaksa amanda untuk menceritakan masalah nya, dan menunggu sampai amanda mau menceritakan masalah nya dengan sendiri nya.
Namun melihat amanda yang hanya diam membuat nya tidak tahan untuk tidak bertanya. karena ia melihat teman nya itu tidak seperti biasa nya yang banyak bicara hal-hal random. Namun kini amanda lebih banyak diam dan melamun
Zabrina pun menganggukkan kepala nya pertanda dia juga setuju dengan pertanyaan elisa, karena dia pun merasakan hal yang sama, kalau amanda terlihat sangat berbeda hari ini.
namun bagi zabrina dan elisa yang mengenal dekat sosok seorang amanda, yang sebenar nya banyak omong dan rewel. Seketika menjadi khawatir disaat melihat amanda menjadi pendiam dan tidak seperti biasa nya.
Amanda memandang lekat dua netra milik elisa dan zabrina bergantian, dan dia melihat jelas kepedulian dari kedua netra sahabat nya itu.
Beberapa detik kemudian terdengar amanda membuang nafas nya kasar
" papah ku masuk rumah sakit " ucap amanda lemas.
" kok bisa? " sahut elisa. Dan beberapa saat kemudian dia pun mendapatkan cubitan dari zabrina dengan sambil menatapnya lekat, nama nya juga manusia pasti bisa sakitlah, begitulah yang dapat elisa tangkap dari tatapan zabrina
__ADS_1
" aahh...maksud aku memangnya papah kamu sakit apa, kok bisa masuk rumah sakit " ucap elisa mencoba membenarkan pertanyaan nya agar lebih menghargai perasaan amanda.
Amanda hanya bisa menggelengkan kepala nya lemas karena memang sampai sekarang dia belum tahu jelas sakit apa yang diderita oleh papah nya. " kemarin setelah bertengkar sama aku, tiba-tiba saja papah jatuh dan dibawa kerumah sakit "
Mendengar itu elisa dan zabrina saling tatap. Ya mereka berdua tahu bagaimana hubungan amanda dengan kedua orang tuanya setelah bella meninggal beberapa tahun lalu dan mulai saat itu lah hubungan antara amanda dan kedua orang tuanya mulai renggang.
dan mendengarkan amanda bercerita tentang ia yang bertengkar dengan orang tuanya sudah makanan sehari-hari bagi mereka berdua.
namun kali ini om bagas sampai masuk rumah sakit karena bertengkar dengan amanda, membuat mereka berdua syok sampai tidak bisa lagi berkata-kata
" Memang nya aku salah. Ya jelas aku marah karena tiba-tiba saja papah mau menikah kan aku sama anak dari sahabat nya dia, apa lagi dia mau menikahkan aku sebelum aku mulai magang " Ucap amanda mengungkapkan kekesalan hati nya kepada kedua sahabat nya.
Sebenar nya kamu nggak salah menolak sesuatu yang tidak kamu sukai, tapi aku yakin cara penolakan kamu seberingas apa. Sampai-sampai buat om bagas jatuh sakit. Batin zabrina
" manda. kalau aku jadi kamu aku juga akan menolak, tapi cara aku menolak dengan bicara baik-baik dari hati-kehati, aku yakin papah kamu akan mengerti " ucap elisa, mencoba memberikan solusi sebisa nya.
Aku sudah lupa bagaimana caranya bicara baik-baik sama mereka.
Kini amanda sudah berada didepan digerbang kampus menunggu jemputan dari pak ujang.
Setelah mencurahkan kegundahan hatinya kepada kedua sahabat nya, walau pun mereka tidak bisa memberikan jawaban atas permasalahan yang dia rasakan,setidak nya amanda merasa hatinya sedikit lebih lega setelah berbagi cerita masalah nya.
Dan tiba-tiba amanda dikejutkan oleh sebuah mobil sport yang tiba-tiba berhenti tepat didepan nya, dan mobil itu bukan lah mobil yang biasanya dipakai oleh pak ujang untuk menjemputnya.
Kemudian keluarlah seorang laki-laki berwajah begitu tampan ditambah badan nya yang tinggi dan atletis semakin menambah kesempurnaan ciptaan tuhan pada sosok laki-laki itu.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum Adek kecil " ucap laki-laki itu. Yang langsung memeluk amanda dengan erat
PLAK...PLAK amanda memukul belakang laki-laki yang tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat, sampai-sampai membuat nya tidak bisa bernafas. " LEPAS!! " Ucap amanda