
" kamu ingatkan kalau malam ini, erlan beserta keluarganya akan datang untuk melamar kamu "
Setelah mendengar itu amanda menghembuskan nafasnya panjang. " bagaimana aku bisa lupa, mamah saja sudah mengatakan itu lebih dari seratus kali hari ini "
Carrisa terkekeh mendengar nya. karena apa yang dikatakan oleh sang putri memang benar adanya, setiap kali dia perpapasan dengan amanda pasti dia selalu mengingatkan kalau pada malam ini erlan dan keluarganya akan datang untuk melamar amanda. Tidak cukup sampai disitu setiap satu jam sekali dia mengirim pesan untuk mengingatkan hal yang sama.
Sampai membuat amanda sangat bosan mendengarnya.
" ya sudah apa yang kamu bilang memang benar " Kemudian carrisan menyerahkan sebuah paper bag kepada amanda
" apa ini " tanya amanda
" kamu buka saja "
Tanpa banyak bertanya amanda pun membuka paper bag itu. Dan ternyata isi dari paper bag itu adalah sebuah baju dres yang panjangnya kira-kira selutut dan lengan tangan nya sedikit dibawah siku
amanda tidak dapat berbohong kalau dres itu memang sangat idah, pasti kalau dia memakai dres itu akan kelihatan sangat anggun dan feminim, ditambah dres itu bermotifkan bunga-bunga seakan menambah keanggunan siapun yang memakai dres itu.
Namun amanda tidak akan memakai dres itu, karena dres itu memiliki lengan pendek walau pun sebenarnya tidak terlalu pendek, namun akan menapilkan lengan nya jika dia memakai nya
" kamu pakai baju ini ya untuk malam ini. Kamu pasti akan sangat cantik memakainya, dan ukurannya pun sudah mamah sesuaikan dengam ukuran tubuh kamu "
" mamah kan tau kalau aku tidak suka menggunakan baju yang lengannya pendek begini "
Carrisa mengambil dres itu dari tangan amanda, lalu mengukur lengan dres itu dengan lengan tangan amanda. Menurutnya lengan dres itu tidak terlalu pendek karena tepat berada dibawah siku amanda
" tapi lengannya tidak terlalu pendek. Kamu lihat berada dibawah siku kamu kan " Carrisa menarik tangan putrinya untuk kembali mengukur nya dengan lengan dres itu
__ADS_1
Namun amanda langsung menepis pegangan tangan sang mamah dari tangannya. Tentu saja carrisa begitu terkejut terlihat dari raut wajahnya, dan amanda pun menjadi tidak enak hati, karena dia melakukan itu hanya karena reflek karena tangan sang mamah memegang luka dilengan nya
Sehingga dia kesakitan dan tanpa sadar dia langsung menepis tangan mamah nya.
" tetap saja. Aku nggak bisa pakai baju itu "
Setelah mengatakan itu amanda langsung pergi meninggalkan sang mamah, yang nampak masih betah dengan keterkejutan nya.
Sesampai nya didalam kamar amanda mendudukan tubuhnya ditepi tempat tidur. Entah kenapa dia terus kepikiran dengan respon spontan yang tadi dia lakukan kepada mamah nya, dia takut kalau sang mamah menjadi salah pengertian akan respon nya tadi
Namun kalau harus menjelaskan nya kepada sang mamah, itu tidak mungkin karena amanda memiliki ego dan gengsi yang begitu besar, yang terkadang ego itu yang membuat nya tidak bisa untuk hanya sekedar menjelaskan kesalah pahaman.
Sebenarnya aku juga sangat ingin memakai dres itu. Tapi kalau aku memakainya, pasti semua luka yang ada dilengan aku akan terlihat. Dan aku tidak akan membiarkan itu sampai terjadi.
Luka di lengan amanda memang tidak terlalu parah, hanya beberapa goresan akibat benda tumpul. Dan itu semua dia dapatkan karena ulah nya sendiri
Amanda juga tidak tahu mengapa dirinya seperti itu. Di saat hatinya tengah gundah, atau pun kala dia sehabis bertengkar dengan orang tuanya. Dengan dia melukai dirinya sendiri maka entah mengapa perasaan nya akan mulai tenang dengan sendiri nya.
Begitulah amanda mengambil kesimpulan atas apa yang terjadi pada nya.
Dan itu mengapa amanda paling anti dengan baju lengan pendek, karena jika dia memakainya maka otomatis lukanya akan terlihat.
tidak terkecuali dengan dres yang mamah nya siapkan untuknya.
Dia tidak bersedia memakainya bukan karena dia tidak suka, melainkan tidak ingin kalau lukanya sampai terlihat.
Jam berganti jam dan tidak terasa hari pun sudah mulai gelap. Semua anggota keluarga bagas sudah siap menunggu tamu istimewa mereka datang, begitu juga dengan amanda
__ADS_1
Semenjak pukul enam sore mamah nya sudah mulai mendandani nya. Dan amanda pun hanya bisa pasrah, karena tidak ingin berdebat dengan mamah nya itu.
Tepat pukul setengah delapan malam terlihat dua buah mobil memasuki halaman kediaman bagas. Dan setelah mendapat kabar itu dari satpam nya, bagas dan carrisa langsung keluar untuk menyambut tamu istemewa mereka
" Assalamu'alaikum " seru ibrahim setelah keluar dari dalam mobil, dan melihat sahabat karib nya yaitu bagas sudah berdiri menyambut nya.
" Waalaikum'salam " sahut bagas. Yang langsung memeluk sahabat karib nya itu
Setelah acara kangen-kangenan antara dua karib yang sudah sangat lama tidak bertemu. Bagas pun menyurh para tamunya untuk segera masuk.
" Silahkan duduk " ucap carrisa diiringi senyum sumringah nya
" Sayang. Kamu panggil manda gih "
" iya mas "
Setelah itu carrisan pun pergi menyusul amanda yang sekarang berada dikamar nya.
Tidak lama setelah itu carrisa datang kembali sambil menuntun amanda untuk ikut berkumpul diruang tamu. Semua pandangan tertuju pada amanda, terutama keluaraga dari pihak ibrahim, yang terdiri dari ibrahim aisyah istri dari ibrahim jasmine anak bungsu ibrahim dan erlan yaitu pemeran utama laki-laki pada malam ini.
Amanda hanya bisa tertunduk dia tidak berani mengangkat kepala nya, karena dia tidak biasa berada diposisi nya seperti sekarang
" ayo sayang. Salaman sama om ibrahim dan tante aisyah " ucap bagas.
" Loh kok pangil nya om sama tante sih. Panggil nya abi sama umi saja, seperti cara erlan memanggil kami. Karena kan tidak lama lagi amanda juga akan menjadi istri erlan " Sahut ibrahim, yang memprotes panggilan yang dipakai
" hahaha... Kamu benar. sayang ayo salaman sama abi dan umi " Bagas kembali mengulangi kata-kata nya, dengan memperbaiki panggilan yang dipakai.
__ADS_1
Disaat yang lain tertawa amanda masih tetap dengan ekspresi datarnya. Dia menuruti perintah dari papah nya, amanda mencium punggung tangan ibrahim dan aisyah secara bergantian, tidak lupa dia juga bersalaman dengan jasmine, ya mamah nya sudah memberitahu anggota keluarga calon suaminya itu kepada nya
Namun karena usianya dengan usia jasmine tidak terpaut begitu jauh, amanda hanya bersalaman biasa. Ya tentu tidak lupa dengan erlan. Namun saat amanda mengulurkan tangannya untuk bersalaman, erlan tak menyambut nya, melainkan membalas salam dari amanda dengan salam secara syar'i.