Karena Takdir"Tidak

Karena Takdir"Tidak
Waktunya Bekerja 3


__ADS_3

Selamat Membaca! Enjoyyy:v


 


Pagi pun telah tiba kembali, seperti biasa Shasa selalu menyiapkan keperluan untuk pergi ke kantor. Saat di depan rumah ada Agil yang menunggunya..


 


"Wei Lu udah siap? Kita berangkat sekarang yah." Shasa bersemangat sekali..


"Siap pak bos, supir ayo kita berangkat:v"


 


Setibanya di kantor, seperti biasa Agil yang selalu di sambut oleh para pegawai kantornya. Dia langsung pergi menaiki lift pribadi nya kelantai 9 untuk mengantar Agil..


 


"Dah kak Agil, semangat kerjanya" Agil hanya tersenyum, sekertaris Anita menekan tombol ke lantai 10..


"Astaga, aku jarang sekali melihat Pak Agil tersenyum pada wanita" Batin Anita.


Agil dan Anita memasuki ruangan mereka masing-masing, disana mereka disambut oleh Manager Irfan yang sedang berdiri..


"Selamat Pagi Pak Agil, Selamat Pagi Bu Anita."


"Oh ya pagi Pak Irfan." Sahut Anita.


"Pagi." Agil yang selalu menjawab orang-orang dengan singkat seperti biasanya..


"Oh ya Pak hari ini ada berkas proposal yang ingin di tandatangani bapak silahkan di baca dulu." Anita sibuk menjelaskan masalah bisnis, di sisi lain Shasa berkenalan dengan teman sebelah mejanya..


"Hai kenalan boleh?" Tanya Shasa..


"Oh boleh-boleh, nama saya Nabila Savira. Kamu namanya Shasa kan!" Nabila orang nya ramah banget, dia mau berteman dengan siapapun, begitupun dengan Shasa..


"Ia nama aku Shasa, salam kenal." Mereka bercanda dan bersenang-senang di dalam kantor.


 


Hari pun menjelang sore, semua pegawai kantor sudah pulang. Tinggal hanya Agil yang menunggu kedatangan Shasa di gerbang..


 


"Hai Pak Satpam, Hai Pak bos." Agil menjadi datar dan langsung masuk ke mobil yang disusul dengan Shasa..


"Eh kok hari ini kak Agil cemberut banget, kenapa kak?" Tanya Shasa..


Agil terus saja diam dan terus fokus menyetir mobil, Shasa juga ikut terdiam. Sesampainya di rumah..

__ADS_1


"Kak makasih ya, malem ini mau nggak aku anterin nasi goreng?" sambil membujuk Agil.


"Ehn.. nggak usah nanti ngerepotin Lu." Tiba-tiba Agil bicara..


"Ehehe.. nggak kok biasanya juga aku yang selalu ngerepotin kakak."


"Ya udah deh, malem nanti yah!"


"Iyahh, dahh Assalamualaikum." Shasa yang selalu tersenyum itu sangat bersemangat..


"Waallaikumsalam, masuk Lu udah magrib."


 


Malam pun tiba, setelah dia melaksanakan shalat maghrib, dia pergi kerumah Agil. Tetapi tenang saja mereka tidak berduaan kok, di rumah Agil ada pembantu yang dia anggap seperti ibu nya sendiri yaitu Bik Ira. Bel rumah Agil pun berbunyi..


 


Ding dong"


"Masuk mbak." Sahut Bik Ira yang membukakan pintu..


"Perkenalkan saya Shasa Bik, temannya kak Agil." Bik Ira langsung mengingat kata-kata Agil..


Flashback On


"Waallaikumsalam Tuan."


"Oh iya Bik, nanti malem ada teman aku mau datang kesini nanti tolong bukain pintu, Nama cewek nya Shasa."


Agil memberi tahu kan bahwa malam ini Shasa akan datang "Hmm.. tumben, nggak biasanya tuan ngundang teman di rumah, apalagi cewek. Jangan-jangan.." Batin Bik Ira, Agil yang seakan-akan tau apa isi pikiran Bik Ira dia langsung menjawab..


"Nggak kok Bik, cuman teman biasa aja.."


"Oh iya tuan, nanti Bibik bukain pintunya..


Flashback Off


"Oh iya Mbak Shasa kan?, yang di ceritain Tuan Agil tadi kan!" Shasa langsung mengiyakannya..


"Oh yah masuk Mbak, silahkan duduk dulu, Tuan Agil nya ada di kamar, bentar Bik Ira panggil dulu yah."


"Iyah Bik, saya akan menunggu disini."


Bik Ira bergegas memanggil Agil yang sedang menggunakan baju kaos nya, tiba-tiba Bik Ira mengetuk pintu kamar Agil..


"Maaf Tuan, di bawah ada Mbak Shasa. Dia mencari Tuan di bawah." Agil menjawab dan membukakan pintu kamarnya..


"Oh iya Bik, mari Bik kita turun kebawah." Shasa yang melihat Agil menggunakan baju kaos nya membuat nya semakin keren di mata Shasa..

__ADS_1


"Wahh, keren banget kaos nya. Oh iya kak, ini aku bawain nasi goreng seperti yang sudah aku janjikan. Mari kita makan bersama, Bik Ira juga ikut yah!" Bik Ira menolak, tetapi Agil memaksanya..


"Ayolah Bik, nggak apa-apa sekali-kali." Bik Ira langsung menyiapkan piringnya..


"Baiklah, silahkan dimakan semua nya." Shasa yang sangat gembira sekali pada malam itu..


"Wah enak sekali Mbak, nanti Bibik minta resepnya yah." Agil yang hanya menjawab..


"Iya Enak." Tetapi entah kenapa walaupun hanya sekedar kata-kata singkat dia sangat bahagia..


"Iyah boleh Bik. Ntar sesudah makan Shasa bagi tau resepnya." Bik Ira langsung tersenyum.


 


Setelah makan malam bersama dan berbagi resep masakan pada Bik Ira, Agil akan mengantar Shasa ke rumah nya..


 


"Bik aku antar Shasa kerumahnya bentar!"


"Baik Tuan." Bik Ira sambil tersenyum gembira, sambil berjalan Shasa bertanya..


"Gimana enak kan nasi goreng aku:v"


"Ia enak" Kata Agil.


"Tau nggak kak, aku merasa senang banget. Soalnya kalau di rumah jarang banget yang memuji masakan aku."


"Ohh, udah nyampe Lu masuk Gih! Udah malem.. cewek nggak boleh keluar malem besokan mau kerja." Kata Agil yang berusaha mengalihkan kesedihan Shasa, Shasa tersenyum kembali..


"Siap pak bos. Makasih ya kak.."


"Iya gue pulang dulu, Assalamualaikum."


"Waallaikumsalam."


Shasa yang masuk di kamarnya itu pun langsung bahagia dan melompat-lompat..


"Alhamdulillah ya allah, akhirnya masakan ku ada yang suka, besok siap-siap kerja deh tidur dulu.."


Bersambung


Assallamu'allaikum


Yeayy jangan lupa tinggalkan like dan share keteman-teman kalian


Dan tambahkan kefavorite cerita mu


Wassallammuallaikum

__ADS_1


__ADS_2