
Selamat Membaca! Enjoyyy:v
Shasa yang fajar itu terbangun untuk melaksanakan shalat subuh, dia teringat sesuatu yang terjadi semalam..
"Oh iya, aku baru inget! Semalam kan aku ketiduran di luar, kok bisa di dalem? Mungkinkah Kak Agil semalam kesini?.." Shasa bertanya-tanya..
"Ah nggak mungkin orang kak Agil dirumahnya, mana bisa dia masuk ke dalam rumah ku, toh rumah aku juga kan dikonci. Mungkin cuman karena aku mengigaw seakan-akan itu kak Agil."
Dia langsung bergegas mengambil wudhu, begitu juga dengan Agil. Mereka melaksanakan shalat subuh dirumah masing-masing..
Setelah shalat subuh, Shasa selalu melakukan olahraga sedikit, karena olahraga di akhir pekan itu salah satu hobi nya. Agil yang melihat Shasa pun langsung menyapanya..
"Eh Sha! Lu olahraga juga?" Agil tersenyum..
"Hahah iya nih kak, olahraga bareng kuyy Kak." Shasa yang berteriak sambil tertawa..
"Kuy lah:v"
Setelah Agil dan Shasa berolahraga dia mengajak nya untuk beristirahat sambil makan\-makan sedikit..
"Sha, pasti Lu udah capek kan! Mau nggak kerumah gua bentar? Mampir dulu gituh:)"
Shasa menolak permintaan Agil..
"Nggak kak, nanti ngerepotin Kakak sama Bik Ira deh:)" Agil langsung menarik tangan nya Shasa dan menarik kursi untuk Shasa duduk. Bik Ira tertawa kecil..
"Haha, Astagfirullah Tuan Agil. Nggak nyangkayah akhirnya, mungkin Allah mengirimkan wanita ini untuk merubah Tuan Agil menjadi orang yang seperti dulu." Batin Bik Ira.
Agil langsung memanggil Bik Ira..
"Nggak ada tapi-tapian, Bik Ira! Bik.. tolong ambilkan cemilan yang enak yah!"
Bik Ira langsung hormat..
__ADS_1
"Siap Tuan, bentar ya Bik Ira ambilkan cemilan nya dulu." Shasa langsung menjwab..
"Yah oke deh, selama Kakak dan Bik Ira yang nggak kerepotan. Karena aku ituh makan nya banyak tapi nggak gendut-gendut." Agil tertawa..
"Wah hahaha bisa gitu yah, baru kali ini gua dengernya:)"
Tiba\-tiba suara klakson mobil pun yang langsung masuk ke taman tempat dimana Agil dan Shasa yang sedang duduk. Ternyata itu mobil Azizah, dia marah dan cemburu pada Agil..
"Kak Agil, kamu makan berdua dengan wanita ini! Wah-wah ternyata kamu selingkuh dari tunangan kamu sendiri." Agil yang langsung menarik tangan Azizah yang hendak masuk kembali kedalam mobilnya..
"Tunggu sebentar Azizah, ini nggak seperti yang kau bayangkan!" Shasa minta maaf..
"Maaf mbak Azizah saya dan Kak Agil hanya mengobrol aja kok, tadi kami barusan selesai olahraga." Azizah langsung menunjuk jari telunjuk nya ke muka Shasa..
"Eh loh rakyat jelata, loh diem aja ini masalah gue dengan tunangan gue." Agil yang berusaha menenangkan Azizah..
"Udah Zah, Aku cuman ngobrol kok sama dia."
Azizah menyangkal perkataan Agil, dia ingin kembali kerumah..
"Udah deh kak, kamu nggak usah belahin orang miskin ini. Lagi pula aku tunangan muh! Udah gue mau pulang." Ditengah perjalanan Azizah sempat berpikiran untuk memutuskan pertunangan ini..
"Kak aku minta maaf." Nggak bukan Lu kok yang salah Agil langsung memeluk tubuk Shasa, perasaan yang muncul seakan-akan dia harus melindungi Shasa hingga akhir hayatnya.
"Enggak ini bukan kesalahan Lu kok, gua susul Azizah." Agil langsung menaikan kecepatan gas mobil nya.
Hixs..Hixs..Hixs.. "Papa! Mama!" Azizah teriak dan langsung membanting pintu rumahnya. Papa Azizah yang sedang membaca koran, dan mama nya yang sedang buat Teh untuk papanya..
"Ada apa anak ku Sayang?" Tanya Mama Azizah..
"Mah, kak Agil selingkuh dari aku dia makan bareng sama cewek lain sambil ketawa bareng." Mama dan Papa kaget..
"Apah! Agil selingkuh!" Kemudian pintu terbuka Agil mengucapkan salam..
"Assalamualaikum Om dan Tante!"
"Waallaikumsalam, Agil kamu jelaskan sekarang!" Agil menceritakan semuanya tetapi Azizah tetap saja tak percaya bahwa dia berpikiran untuk memutuskan pertunangan nya..
__ADS_1
"Enggak, aku Nggak percaya apa yang kamu katakan. Mulai sekarang aku tidak ingin melihat mu lagi." Papa Azizah mulai marah..
"Apa yang kamu bicarakan! Berhati-hati dengan mulut muh!" Azizah berdebat dengan papanya..
"Nggak Pa, Azizah nggak mau lagi bertunangan sama kak Agil. Mulai detik ini Kak Agil nggak usah hubungi aku."
"AZIZAH!" Azizah dibentak oleh papanya namun Agil melarang nya.
"Sudah Om! Aku minta maaf. Tapi Azizah kamu yakin mau memutuskan pertunangan kita?" Tanya Agil sekali lagi..
"Yah di seluruh rumah ini mereka yang akan menjadi saksinya. Bahwa hari ini Azizah Rahma akan memutuskan pertunangan dengan Agil Fathian Putra." Agil langsung tersenyum..
"Baiklah, suatu hari nanti kamu jangan menyesali apa yang kamu katakan ini." Azizah langsung bergegas menuju kekamarnya yang ada di lantai 3.
Disisilain karena Shasa yang merasa sangat bersalah di memutuskan untuk mengemasi barang\-barang nya. Setelah itu dia menguci rumah Agil yang sederhana itu dan mengantarkan kunci nya kepada Bik Ira..
"Ini Bik! Kunci rumahnya." Bik Ira heran..
"Loh mau kemana mbak? Pake bawa koper segala!" Shasa hanya tersenyum..
"Bik Ira, saya titip pesan untuk kak Agil. 'Shasa meminta maaf karena sudah menghancurkan pertunangan nya, dan juga Shasa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya' Shasa pergi dulu yah Bik."
Shasa bergegas pergi ke bandara dia bergegas pergi menuju ke Prancis. "*Kak Agil semoga kita bisa bertemu kembali, mungkin aku belum bisa membalas jasa mu. Tetapi suatu saat nanti bila kita ditakdirkan Allah bertemu maka aku akan membalas kebaikan mu*." Agil yang bergegas kembali ke rumah untuk mengecek keadaan Shasa..
"Bik Shasa dimana? kok rumah nya di kunci!" Bik Ira menangis, "Mbak Shasa, Tuan! Di pergi dan tidak tau tujuannya kemana." Agil terdiam dan terduduk di sofanya..
Air matanya pun mengalir, belum ada wanita yang berhasil membuatnya meneteskan air mata. Agil yang tersadar bahwa sebagian dari dirinya seakan\-akan pergi entah kemana bahkan dia tidak tau bahwa Shasa yang akan pergi sangat jauh.
Bersambung
Assallamu'allaikum
Yeayy jangan lupa tinggalkan like dan share keteman-teman kalian
__ADS_1
Dan tambahkan kefavorite cerita mu
Wassallammuallaikum