
Selamat Membaca! Enjoyyy:v
Setelah Agil menutup telephone Direktur Wanda dia langsung pergi menuju ketempat kedua orang tua nya. Agil merupakan tipe orang yang tidak ingin berbagi masalah nya kepada orang lain, itulah sebabnya Agil jarang menceritakan masalahnya kepada kedua orang tua nya, dia juga ingin berbagi kebahagiaan bukan berbagi permasalahan. Setibanya dirumah, Agil di bukakan pintu..
"Eh tuan muda, silahkan masuk." Pembantu rumah tangga nya yang langsung membukakan pintu..
"Assalamualaikum Bik, Mama sama Papa ada di rumah nggak?" Tanya Agil.
"Waallaikumsalam! ada kok Tuan, mari Bibik antar ke taman belakang." Bik Iyah langsung mengantar Agil ke taman belakang, dia langsung menyapa Kedua orangtuanya.
"Assalamualaikum Mah Pah, maaf Agil baru kesini!" Papanya Agil langsung membentak nya.
"Oh Kamu! Setelah kamu putus tunangan dengan Azizah kamu nggak langsung beritahukan Mama sama Papa!" Mama Agil yang langsung menenangkan Papanya..
"Sabar Pah! Toh, Agil baru sampai. Biarkan dia istirahat dahulu Pah! Nanti aja bicarakan masalah perjodohan nya." Mama Agil yang tidak suka dengan perjodohan Agil dan Azizah terlaksana, karena Mama Agil tahu sifat Azizah yang angkuh, sombong dan mudah mengambil keputusan dengan gegabah. Namun demi uang dan bisnis Papanya menjodohkan Agil, walaupun Agil tak suka dengan Azizah. Agil langsung menjawab pernyataan yang diberikan Papanya..
"Iyah Pah, Agil nggak mau di Jodohkan. Itu pula Azizah yang mengakhiri pertunangan secara langsung saat dirumahnya." Agil pada saat itu yang sedang marah..
"Iyah Papa tahu Azizah yang mengakhiri pertunangan nya! Tetapi gara-gara kamu membawa Gadis yang nggak tau asal-usulnya itu, yang nggak ada sangkut pautnya dengan Kamu. Sehingga membuat pertunangan kamu putus, dan kamu tidak memberitahu Papa sama Mama." Fathian tidak tahu bahwa gadis itu Shasa Diani Azka, yang mendapat istilah,merupakan putri keluarga bangsawan Agil yang membantah Papanya..
"Pah, itu bukanlah salah gadis itu! Itu salah Azizah nya aja yang cemburuan dan mengambil keputusan terlalu cepat. Ya sudah Agil tinggalin aja, dan kangsung pamitan sama Om Rahmat." Agil menjawab pertanyaan Papanya dengan akal polos dan kepintarannya itu, yang dapat membuat hati Papanya luluh..
"Iya nak, Papa tahu. Tetapi umur mu ini sudah cukup untuk menikah-" Agil langsung menyela Papanya yang sedang berbicara..
"Pah Agil tahu apa yang Papa inginkan, tetapi Agil ingin menemukan Jodoh Agil sendiri! Dan mungkin Azizah bukan Jodoh Agil. Karena takdir jodoh Agil bukan sama Azizah, sabar ya Pah! Agil tidak ingin buru-buru."
Mama dan Papa Agil tersenyum..
"Ya sudah, nak nanti kamu tidur disini yah Malam ini!" Kata Papa Agil..
__ADS_1
"Baiklah Pah, besok Agil berangkat ke kantor dari sini." Mama Agil langsung mengajak ayah dan anak itu makan..
"Udah ya Pah! Kita makan dulu, Agil nanti kamar mu mau di bersihin sama Bik Iyah dulu ya." Agil mengangguk..
"Baiklah Mah Pah, kita makan dulu."
Karena sekarang di Indonesia pukul 20.40 WIB tetapi, di Prancis sekarang sedang pukul 15.40 p.m. Shasa yang sudah pulang kerja dari kantor dia langsung pulang menaiki mobil bersama Keysha. Keysha membuka pembicaraan agar mengalihkan pikiran Shasa yang sedih karena mengingat Agil. Tiba-tiba Keysha memiliki ide, yang selalu dapat menenangkan pikiran Shasa..
"Sha, ne t'inquiète pas trop! Vous serez malade plus tard." (Sha, sudah jangan terlalu di pikirkan! Nanti kamu sakit loh.)
"Oui, Key, mais je ne peux pas! Je ne suis pas prêt à rencontrer Sis Agil." (Iya Key, tapi aku nggak bisa! Aku belum siap bertemu dengan kak Agil.)
"Oui, peu importe, pourquoi ne pas jouer dans le parc? Tout en calme votre esprit." (Iya sudahlah, gimana kalau kita main ke taman? Sekalian sambil menenangkan pikiran kamu.)
"Euh, d'accord je veux." (Huhh, baiklah aku mau).
Terkadang Keysha yang berusaha selalu untuk menenangkan pikiran Shasa, tetapi Shasa merupakan seseorang yang susah melupakan permasalahan nya. Akhirnya setelah 15 menit perjalanan, mereka tiba di taman.
"Je veux des gaufres et juste une tasse de thé chaud." (Aku mau Waffle dan secangkir teh hangat saja.)
"Ok, attendez une minute, d'accord!" (Okey, baiklah tunggu sebentar yah!)
"Monsieur, je voudrais commander une gaufre et une tasse de thé chaud. Et la viande de spaghetti est aussi un orange chaud, monsieur." (Tuan, saya ingin memesan makanan waffle dan secangkir teh hangat satu. Dan Spaghetti daging juga Jeruk hangat yah Tuan.) Setelah mereka tiba Keysha langsung memesan makanan mereka, setelah itu dia langsung kebali duduk kembali disamping Shasa..
"Très bien mademoiselle, je vais le noter en premier."(Sudah di pesan makanan nya Key?)
"Veuillez choisir un siège. Déjà commandé la nourriture de Key? Il a déjà Sha. Hey pourquoi tu fais la moue comme ça? Toujours penser à ce problème plus tôt!" (Ia, sudah Sha. Hey kenapa kamu cemberut begitu? Masih mikirin masalah yang tadi!)
Terkadang Shasa masih mengingat kejadian 5 tahun yang lalu, yang tidak dapat dia lupakan walaupun dia sudah berusaha..
__ADS_1
"C'est vrai Key, aarghhh pourquoi j'ai fait un malentendu à cette époque! Astagfirullah je me sens tellement coupable, O Allah." (Betul Key, aarghhh kenapa sih waktu itu aku yang membuat salah paham! Astagfirullah aku merasa sangat bersalah ya Allah.)
"Hé hé Shasa, ce n'est pas ta faute. Peut-être alors Dieu a-t-il voulu vous rendre chez le directeur Agil!" (Hey-hey Shasa, bukan salah kamu dong. Mungkin saat itu Allah mentakdirkan untuk kamu pergi kerumah Direktur Agil!)
"Oui, mais pourquoi quand il y a Miss Azizah! Cela crée un malentendu, et Agil est très gentil avec moi. Et je suis immédiatement allé me réfugier en France sans m'excuser..." (Iya, tapi kenapa di saat ada Nona Azizah! Jadinya salah paham kan, dan kak Agil sangat baik pada ku. Dan aku langsung pergi dan kabur ke Prancis tanpa perkataan maaf..)
"Je vous comprends très bien, mais pour le moment, ce n’est peut-être pas le directeur de la société, Agil, qui collaborera. Qui connaît d'autres sociétés indonésiennes! Il y a aussi beaucoup d'entreprises en Indonésie. Mais seul le directeur de la société Agil se développe et c’est possible!" (Aku sangat paham pada mu, tetapi saat ini mungkin bukan perusahaan Direktur Agil yang akan bekerjasama. Siapa tahu perusahaan Indonesia yang lain! Di Indonesia kan banyak juga perusahaan. Tapi hanya Perusahaan Direktur Agil yang berkembang, dan tidak menutup kemungkinan!)
"So Key?!" (Jadi Key?!)
"Bien, il faut toujours être prêt, on ne sait pas! Parce que personne ne peut connaître le destin. Si vous êtes destiné à rencontrer le directeur d'Agil, Allah vous réunira certainement, n'est-ce pas!" (Yah kamu harus selalu siap dong, kita nggak ada yang tahu! Karena takdir tidak ada yang bisa tahu. Jika kamu sudah ditakdirkan untuk bertemu dengan Direktur Agil, pasti Allah akan mempertemukan kalian bukan!)
"Eh bien, je comprends Key, si je le rencontre, je serai prêt!" (Baiklah aku mengerti Key, jika aku bertemu dengan nya aku akan siap!:)
C'est ça! La nourriture est arrivée." (Nah begitu dong! Eh makanan nya sudah sampe.)
"S'il vous plaît mesdames, c'est votre repas."(Silahkan Nona-nona, ini makanan kalian.)
"Merci monsieur." (Terima kasih Tuan.)
Shasa yang setiap hari selalu memikirkan Agil, dari mereka bertemu, dari mereka mulai ada rasa cinta. Begitu pun sebaliknya, kehidupan Agil yang sunyi dibuat Shasa menjadi lebih berisik sehingga Agil lebih suka tersenyum. Tetapi di saat Shasa, pergi menuju Prancis tempat yang tidak di ketahui Agil, kehidupan Agil menjadi seperti dulu lagi. Agil yang jarang tersenyum, Agil yang lebih giat lagi bekerja, dan Agil yang dihormati semua orang. Begitulah perbedaan waktu antara Agil di saat bersama dengan Shasa, dan Agil di saat tidak bersama Shasa.
Bersambung
Assallamu'allaikum
Yeayy jangan lupa tinggalkan like dan share keteman-teman kalian
Dan tambahkan kefavorite cerita mu
__ADS_1
Wassallammuallaikum