Karena Takdir"Tidak

Karena Takdir"Tidak
Tiba Saatnya Untuk kembali Bangkit 7


__ADS_3

Selamat Membaca! Enjoyyy:v


 


Akhirnya tiba saatnya pesawat Shasa terbang, setelah Agil duduk berdiam diri. Dia langsung pergi kekamarnya dan menatap langit di balkon jendela nya dan saat di waktu yang sama dia melihat pesawat terbang. Agil berpikir sesuatu akan kepergian pesawat tersebut..


 


"Astagfirullah, gue harus bisa meredam amarah dan kesedihan gue. Eh, pesawat terbang! Iyaa yah kok gue nggak kepikiran yah, jangan-jangan Shasa pergi ke bandara." Agil yang langsung bergegas ke bandara..


"Iya gua harus cek kemana dia pergi, paling tidak walaupun gue nggak bisa menyusul Shasa untuk sekarang. Setidaknya gue tau tujuan dia pergi itu kemana!" Dia langsung berjalan dengan kecepatan tinggi saat mengendarai mobil.


 


Setibanya di bandara Agil langsung pergi ketempat pembelian tiket pesawat, dia langsung menanyakan tentang orang yang pesawat nya baru berangkat..


 


"Maaf Mbak, saya mau tanya nih." Pegawai Kasir menjawab pertanyaan Agil..


"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu?" Agil langsung bertanya-tanya kepada pegawai kasir tersebut..


"Gini Mbak, pesawat yang baru terbang di jam ini ada nggak yang tiketnya atas nama Shasa Diani Azka?" Pegawai Kasir tersebut langsung mengecek data tiket Shasa, dan ternyata data tersebut ada..


"Oh iya ini ada Mas, pesawat nya pergi menuju ke Prancis 20 menit yang lalu. Ada apa emang nya Mas?" Agil akhirnya lega, karena dia sudah tau kemana Shasa pergi..


"Huh nggak apa-apa Mbak, alhamdulillah. Sekarang tujuan gue mengejar Lu." Agil langsung kembali kerumah..


"Makasih ya Mbak."


"Oh iya Mas."


 


Akhirnya setelah lamanya jam perjalanan pun, akhirnya Shasa tiba di negara Prancis.


 


"Alhamdulillah akhirnya nyampe, Bismillah semoga aku bisa bangkit dari keterpurukan ini ya Allah, Pasti Bisa!" Dia langsung menelpon temannya saat dia berada di Prancis yaitu Keysha Laurent.


"Bonjour Key, comment vas-tu?" (Halo Key, Apa kabar?) Keysha terkejut, dia sangat senang saat nomor +62 itu masuk..


"Oh salut Sha, je vais bien, comment vas-tu?" (Oh hallo Sha, kabar ku baik. Kamu apa kabar?) Tanya Keysha.


"Je vais bien. Maintenant je suis de nouveau en France! Puis-je te voir?" (Kabar ku baik. Sekarang aku lagi di Prancis nih! Apa aku bisa bertemu sama kamu?)

__ADS_1


"Oh oui, bien sûr! Nous nous rencontrerons au parc près de l'aéroport. Vous envoyez votre position, je vais vous chercher." (Oh ya, tentu saja! Kita bertemu di taman dekat bandara yah. Kamu kirim lokasi mu, nanti aku jemput.) Akhirnya kedua sahabat ini bertemu Keysha langsung memeluk Shasa karena rindu pada teman baiknya saat di kampus..


"Oh mon Dieu, tu me manques tellement Key!" (Ya tuhan, aku rindu sekali pada mu.)


"Ouais, tu me manques tellement, asseyons-nous et parlons pendant un moment." ("Iya aku rindu sekali, mari kita duduk dan mengobrol sebentar.)


"Je veux te dire quelque chose, aide-moi s'il te plaît." (Aku ingin menceritakan sesuatu pada mu, tolong bantu aku.)


"Eh bien, dis-moi juste, je suis prêt à t'aider parce que tu as beaucoup aidé ma famille." (Baiklah kamu cerita saja, aku siap menolong mu karna kamu sudah banyak membantu keluarga ku.) Jadi Shasa menceritakan semuanya apa yang di alaminya itu..


"Alors c'est l'histoire." (Jadi seperti itu ceritanya Key!)


"Bon Dieu, vous vous sentez mal pour Sha. Peut-être que Dieu est destiné à ce que je vous rende vos bonnes actions." (Astaga, kamu kasihan sekali Sha. Mungkin tuhan sudah mentakdirkan untuk ku membalas perbuatan baik mu.)


"Oh, merci beaucoup Key, tu m'as aidé." (Oh terima kasih banyak Key, kamu udah membantu aku.)


"Ne sois plus triste, tu viens avec moi chez moi, pour te reposer." (Sudah jangan bersedih lagi kamu ikut aku kerumah ku yah, untuk beristirahat.)


"D'accord, merci." ("Baiklah, terimakasih.) Akhirnya mereka pergi kerumah Keysha, dan rumah Keysha sangatlah indah walaupun sederhana. Karena dari rumah Keysha Shasa dapat melihat menara Eiffel. Mereka tiba di rumah Keysha..


"Assalamualaikum de la mère." (Assalamualaikum Ibu.)


"Fils Waallaikumsalam!" (Waallaikumsalam Nak!)


"Wow, il y a effectivement Shasa." (Wah, ternyata ada Shasa yah.)


"Haha, oui cette tante Shasa." (Hahha, iyah tante ini Shasa.)


"Allons, gamin, que veux-tu boire?" (Mari masuk nak, mau minum apa?)


"Ahh, ne vous inquiétez pas ma tante, juste de l'eau." (Ahh nggak usah repot-repot tante, air putih saja.)


"Ahh, ne vous embêtez pas, c'est juste de l'eau." (Ahh nggak repot kok, cuman air putih saja.)


"Sha, si tu n'as pas de logement en France, tu peux rester dans ma maison. C'est aussi ta maison." (Sha kalau kamu belum punya tempat tinggal di Prancis ini, kamu boleh tinggal di rumah aku. Ini kan rumah kamu juga.)


"Vraiment, je vais vous déranger vraiment plus tard." (Beneran nih, nanti aku ngerepotin kamu banget.)


"Ce n'est pas grave, vous pouvez aussi dormir dans ma chambre. Ici, je vis avec ma mère et ma sœur cadette." (Udah nggak apa-apa, kamu bisa tidur di kamar aku juga. Di sini aku tinggal bersama Ibu dan adik perempuan ku.)


"Oh, je vois. Où sont ton père et ton frère?" (Ohh, gitu yah. Ayah dan Kakak laki-laki mu dimana?)


"Mon père et ma mère ont divorcé depuis longtemps. Pendant que mon frère travaille et vit avec mon père." (Ayah dengan Ibuku sudah lama bercerai. Sedangkan kakak laki-laki ku bekerja, dan tinggal bersama Ayah ku.)


"Désolé, je demande ceci." (Maaf yah, aku nanya begini.)

__ADS_1


"C'est bon, c'est arrivé il y a longtemps." (Udah nggak apa-apa, lagi pula kejadiannya udah lama kok.)


"Voici la boisson, s'il vous plaît boire Sha." (Ini minumnya, silahkan diminum Sha.)


"Ohh, oui merci pour la boisson."(Ohh, iya te makasih minumnya.)


"Madame, je veux demander la permission. Peut-être que Shasa ne restera pas avec nous jusqu'à ce qu'il ait assez d'argent." (Bu, aku mau minta izin. Boleh tidak Shasa tinggal di sini bersama kita sampai dia bisa mendapatkan uang yang cukup.)


Keysha menceritakan cerita Shasa..


"Oh, bien sûr que ça va! Vous restez ici pour toujours." (Bu, aku mau minta izin. Boleh tidak Shasa tinggal di sini bersama kita sampai dia bisa mendapatkan uang yang cukup.)


"Vraiment tante! Comme c'est embêtant." (Ohh tentu saja boleh, kenapa Enggak! Kamu tinggal disini sampai kapan pun boleh.)


(Beneran tante! Aduh ngerepotin banget.)


"Oui, vraiment, ma tante est heureuse si cette maison est pleine de monde." (Iya beneran, tante juga senang kalau rumah ini ramai.)


"Merci beaucoup, tante et clé." (Makasih banyak ya, Tante dan Key)


"Oui, de rien, Sha, après tout, vous avez beaucoup aidé ma famille pendant que j'étais à la fac.)


(Iya Sama-sama Sha, toh kamu udah banyak banget membantu keluarga aku selama aku kuliah.)


Setelah lama mengobrol, Shasa manaiki tangga rumah Keysha dan dia masuk ke kamar Keysha. Dia menatap menara Eiffel dari jendela kamar Keysha, dia membayangkan wajah Agil. Dia telah sadar bahwa dia..


"Aku sudah menyadari bahwa aku telah mencintaimu Kak, andaikan waktu dapat di ulang kembali.. aku jauh lebih bisa mengenal kakak yang sangat misterius itu. Kak Agil sekarang aku disini, semoga kita bisa bertemu kembali."


Agil yang saat ini berada di Indonesia pun sedang meratapi hal yang sama..


"Ck.. andaikan kita berdua udah lama saling mengenal, dan sekarang gua sadar gua rindu banget sama Lu. Lu yang membuat hidup gua menjadi lebih baik, Lu bisa menceriakan hidup gua yang sunyi ini. Andaikan waktu bisa di ulang.. agar gue bisa mengenal Lu, melindungi lu, menyayangi lu. Tetapi takdir berkata lain, gua harus berpisah sama Lu semoga kita bisa bertemu."


Saat inilah dia berniat menggunakan hijab untuk menutup auratnya. Setiap hari di Prancis Shasa bekerja keras dari sini dia bekerja di bidang yang dia sukai yaitu mendesign barang apapun dan kemasan apapun. Begitu pun dengan Agil, dia selalu bersemangat untuk meraih kariernya karena tujuannya itu hanya ingin berdiri disamping dan melindungi Shasa. Maka dari itu Agil selalu bekerja keras berjuang demi orang yang akan menjadi bagian dari hidupnya nanti.


5 Tahun kemudian kini Shasa telah berumur 26 tahun, karena kerja keras yang telah ia lakukan, akhirnya bisnisnya pun makin maju dan berkembang dia telah berhasil menjadi CEO wanita termuda di Prancis, begitupun dengan Keysha yang menjadi Sekertaris nya. Banyak pria yang tertarik pada dirinya dan dia langsung menolak bahkan menjauhinya nya. Mungkin karena tidak ada yang bisa menggantikan posisi Agil di hatinya. Dan begitupun dengan Agil yang belum menikah hingga sekarang dia berumur 30 tahun dan bisnisnya pun makin maju di luar dan di dalam negara.


Bersambung


Assallamu'allaikum


Yeayy jangan lupa tinggalkan like dan share keteman-teman kalian


Dan tambahkan kefavorite cerita mu


Wassallammuallaikum

__ADS_1


__ADS_2