KARNA MENGGANGGUMU ADALAH CARAKU MENCINTAIMU:)

KARNA MENGGANGGUMU ADALAH CARAKU MENCINTAIMU:)
Ep.04-Perlakuan yang Berbeda


__ADS_3

            ~Cuplikan Sebelumnya^^


"Habislah aku, bagaimana caranya aku kebelakang?" Batin Mina "Ti-tidak kok senior aku akan tetap duduk di sini :*" jawab Mina dengan perasaan canggung dan takut


"Bagus! Sekarang istirahatlah!" Kembali menutup mata dan memberika penutup matanya pada Mina "Ini pakai! Agar kau tidak mudah terganggu denga cahaya!" Tetap menutup matanya


"Ter-terima kasih >\<" Mina menerima penutup mata yang diberikan oleh Rendy



      ~Ep.04| Perlakuan yang berbeda


   Mina menggunakan penutup mata tersebut, dengan perasaan canggung dan takut Mina berusaha memejamkan matanya untuk tidur. Tak butuh waktu lama, Mina sudah terlelap dalam tidurnya.


   Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa jam menunjukkan pukul 02:00 pm. Rendy terbangun dari tidur mimpi indahnya. Anehnya, ia merasakan sesuatu yang berbeda di bahunya, dan benar saja Mina sedang menyandarkan kepala di bahu Rendy.


   Merasa sedikit canggung, Rendy berniat menyandarkan kepala Mina di bantalan kursinya. Namun, ia mengurungkan niatnya karna melihat wajah Mina yang begitu cantik dan tenang.


"Kenapa kamu bisa sangat berbeda saat sedang sadar dan sedang tidur? Kamu nampak cantik manis dan begitu damai, namun kenapa saat kamu sadar bisa menjadi singa wanita yang sangat arogan?!" Memandang Mina dan menyelipkan sedikit rambut depan Mina ke belakang telinga


"PAUSE! PAUSE! PAUSE!!!


Apa apaan itu?! Ngga sopan banget hah?!?! Thor ngapa dia ngga sopa gitu hah?!?!?!" Marah dong Mina


"Kok nanya saya?! Lah kan yang tidur anda yang main cinta klean kok saya yang kena?! :')" Author kan ndak tau apaapa✌


"Dahlah lu suka sama gua ngomong aja;)" Ikut maju dong Rendy :')


"Ngga bakal!!! Awas aja kalo ampe lu yang duluan suka sama gua;)." Timpal Mina


"Au ah cintanya mulai ditabur kali ya?! Okok gua mo lanjut aja! Klean brantem ok:)"


Next~~~


"Lalu, dikamar berapa gadis ini akan dimasukkan?" Tanya Rendy

__ADS_1


"Lapor! Nona Mina akan dimasukkan ke kamar yang sama dengan Nona Reina! Laporan selesai!" Ujar Bobi


"Dan kamarku?!" Dengan menyeritkan satu alisnya


"Tuan muda telah dipesankan di kamar VVIP538 di lantai 15!" Jawab Bobi


"Dan ke empat temanku kau pisahkan beberapa lantai dan kasta dariku begitu?" Jawab Rendy yang mulai kesal "Aku tidak mau tahu! Pindahkan semua ke lantai 15 kamar VVIP537 dan VVIP539 titik! Aku tidak mau tahu! Jika ada pengunjung yang menempatinya, usir dan bila menolak katakan padaku!" Titah Rendy dengan amarahnya


"Ma-maaf tuan! Tapi seluruh kamar VVIP yang tuan minta telah penuh karna itu kami-" terpotong


"Aku tidak mau tahu! Jika mereka menolak seret mereka ke hadapanku! Apa kau paham!" Marah yang tidak tertahankan (ampe ubun ubun keknya'-')


"Ba-baik tuan muda!" Ketakutan (Intinya jan ampe kencing dicelana itu aja mah gua'-')


   Rendy turun dari mobil dengan menggendong Mina ala pasangan (penganten baru gitu :3). Para pengawal segera berjejer dan memberi hormat. Pelayan hotel yang menyaksikan itupun benyak yang merasakan sakit hati, iri dan sebaginya (Mina "Huhu ngga papa lah digendong ni human sombong;D Minimalis bikin banyak orang insecure gua ;D)


"Astaga apa mereka pasangan pengantin yang berkunjung?"


"Huaaa irinya aku T-T"


"Heh, mungkin hanya ja*ang yang disewa semalam oleh tuan muda" (Maaf maaf mbak mulutnya tolong dikondisikan! Karna ini tidak patut dikatakan didepan umum! Aish ko author kesel ya?!)


   Rendy masuk ke dalam lift dengan dua pengawal dan satu pelayan menunjukan jalan. Mina yang masih tertidurpun hanya asik bermimpi indah tentang pageran dalam mimpinya.


Lantai15-VVIP538


"Baiklah tuan, ini kamar anda, saya permisi. Jika perlu sesuatu silahkan tekan saja telfon dengan nomor 0538 dan pelayan akan memenuhi permintaan anda, saya permisi"


"Baiklah, kau bisa pergi" pergi masuk ke kamar dan membaringkan tubuh Mina


   Kedua pengawal tadi, masih saja mengikuti Rendy bahkan hingga masuk ke kamar. Saat Rendy akan membuka bajunya untuk masuk kamar mandi dan mandi, ia menyadari bahwa kedua pengawalnya masih belum pergi.


"Kenapa kalian masih disini?!" Membuka baju


"Ma-maaf tuan muda, kami akan tetap berjaga di dekat tuan muda!" Ujar erik salah satu pengawal

__ADS_1


"Tidak perlu! Tapi jika tetap di sini juga tidak apa, hanya saja..." melihat Mina yang masih tertidur


"Kalian tunggu di kamar depan bagian tv, istirahatlah disana aku tidak masalah, tapi jangan masuk ke kamar tanpa izin dariku!" Jelas Rendy


"BAIK!!" Jawab kedua pengawal kompak


   Pengawal pergi ke ruang tv dan menutup pintu wilayah kamar tempat Mina dan Rendy berada. Kedua pengawal telah keluar dari kamar, Rendy kembali melepaskan bajunya dan masuk ke kamar mandi.


   Waktu berlalu, mungkin sekitar 20 menit Mina terbangun dari tidurnya. Mina mengerjap-ngerjapkan matanya dan melihat sekeliling.


"Hmm?!... Apa sudah sampai? Dimana aku?" Mengerjap-ngerjapkan matanya¤_¤ "Eh?! Bukannya tadi aku tidur di mobil? Kenapa aku ada di hotel? Dan siapa yang membawaku? Apa aku disentuh hah?! _memeganggi seluruh tubuh_ Apa ini? Kancingku terbuka satu?! Dan... _melihat baju di lantai dekat meja_ baju! Baju itu kan..." mengambil baju


Ceklekklek...


   Suara pintu terbuka. Mina segera melihat ke arah pintu masuk ke kamar, namun ia tidak menemukan pintu yang terbuka atah seseorang yang masuk. Saat berbalik, betapa terkejut nya ia karna melihat Rendy yang keluar dari pintu kamar mandi dengan telanjang dada.


"Eh?! Si-siapa itu?" Memperhatikan pintu masuk


Berbalik...


"Eh?!..." terkejoet sekalie mungkin'-'


"Kau sudah bangun? Segera mandi, dan ayo ke depan untuk sarapan!" Ujar Rendy dengan santai


"Kau- kau kenapa kau ada disini?!?!?! Dan kenapa kau tidak pakai baju?! _langsung menutup mata dengan tangan (Lah kalo gua mah ngga usah tutup mata, apa lagi kalo ada sixpaknya lumayan malah buat cuci mata'-')_ Ce-cepat pakai bajumu!!!"


"Eh?! Heh, baiklah" mendekati Mina


"Ke-kenapa kau mendekat?!" Mundur dengan malu


   Rendy tetap mendekat ke arah Mina. Namun, hanya kurang sedikit (mungkin 2/3 langkah), Mina memperingatkannya agar berhenti dan tidak mendekat lagi.


"Ber-berhenti!! Kalu kau mendekat lagi, aku akan teriak!" Ancam Mina


"Ouh kau mau berteriak? Silahkan! Toh juga ngga bakal ada yang peduli!"

__ADS_1


__ADS_2