KARNA MENGGANGGUMU ADALAH CARAKU MENCINTAIMU:)

KARNA MENGGANGGUMU ADALAH CARAKU MENCINTAIMU:)
Ep.09-Semakin Dekat


__ADS_3

Di dapur...



~EP.09|Semakin Dekat


"Oia, aku kan ngga bawa kompres, trus mau ngompres pake apa?" Mina yang kebingungan teringat dengan sapu tangannya "kenapa ngga pake ini aja *memegang sapu tangannya*, tapi ini dari nenek, nggapapa lah buat nolong kak Rendy"


Mina mengambil sebuah baskom kaca, mengisinya dengan air es dan mencari kotak p3k. Karena tidak menemukan kotak p3k di dapur, ia kembali ke kamar hanya dengan sebaskom air dingin. Mina menuju ke arah sofa dan meletakkan barang bawaannya. Menuju ke lemari pakaian, mencari koper dan menemukan kotak p3k pribadinya.


Ingin segera mengobati luka seniornya, tak disangka Rendy malah tertidur dengan posisi duduk di atas sofa. Wajah tampan dengan beberapa luka itu menghadap ke atas dengan sofa sebagai sandaran.


"Eh?? Kak Rendy tidur?" Berjalan menuju ke samping Rendy dengan hati-hati


"Beneran tidur? Mungkin kak Rendy capek"


Mina memasukkan sapu tangannya ke dalam baskom kaca yang berisi air es tadi, memerasnya hingga tidak terlalu basah dan mengusap luka lebam di wajah Rendy dengan hati-hati. Membuka kotak p3k, mengambil kapas, alkohol, obat merah, perban dan plester, Mina berniat untuk mengobati seluruh luka yang ada di tubuh Rendy (jujur ni ya, bayangan gua tu si cewe ngebungkus si peran utama kaki jadi mumi;-;).


"Maaf ya kak kalo agak sakit..." Gumam Mina sambil mengobati luka lebam di tubuh Rendy


Mina mengompres bagian lebam lain di tubuh wajah Rendy, tepatnya di bagian dahi. Sedangkan sekarang ia sedang berusaha membersihkan luka di bagian ujung bibir dan pipi.


"Ahhhh..." Rintih Rendy di sela-sela Mina memberikan obat merah di lukanya


"Eh?! Sakit kak?" Mina yang reflek berhenti karna takut dan bingung


*Glug Mina yang menelan ludah kasar


"Maaf ya kak, kalo sakit kakak bilang ya. Mina pasti bakal lebih hati-hati" melanjutkan

__ADS_1


Rendy menggerakkan tubuhnya, mengangkat kakinya ke sofa dan menyandarkan kepalanya di bahu Mina. Mina yang merasakan pun sontak terkejut dan spontan bergeser.


Dikarenakan Mina yang menjauh, membuat kepala Rendy jatuh ke depan dan akhirnya bertengger di paha Mina. Mina yang merasa malu dan ingin memukul Rendy, kini merasa iba karena saat kulit wajah Rendy tersentuh dengan kulit pahanya terasa bahwa Rendy kini sedang demam.


"Eh?!! Suhu? Suhu tubuh kak Rendy? Kak Rendy demam?" Memegang leher dan dahi Rendy bergantian untuk mengecek suhu tubuhnya


"Emm... Ibu... jangan...pergi..." Ucap Rendy yang masih dalam keadaan tertidur


"Ka-Kak Rendy?" Meletakkan sapu tangan di dahi Rendy


Mina berusaha menurunkan demam nya dengan mengompresnya. Ia membuka kembali kotak p3k dan mengambil obat penurun demam. Mina meraih sebotol air di meja kecil di dekat sofa, ia membukanya dan berusaha membuat Rendy meminum obatnya.


"Kak Rendy, minum obat dulu ya..." Ujar Mina pelan di dekat wajah Rendy


Mina membelai rambut pendek Rendy, sehingga membuat Rendy kembali sadar dari tidurnya. Rendy membuka pelan kelopak matanya dan kini ia melihat sosok wanita cantik di depannya sedang berusaha membantunya.


"Kak Rendy sudah sadar? Gimana kak? Ada yang sakit?" Jawab Mina panik


Rendy berusaha Bangunharjo dari posisi tidurnya dibantu Mina. Kini ia duduk dengan posisi membelakangi Mina.


"Kamu...? Ngapain di sini?" Tanya Rendy yang terdengar sedikit aneh


"Kakak demam, dan tadi tidur, suhu kakak tinggi aku ga tega buat bantuin kakak. Sekarang, kakak minum obatnya dulu ya?..ini obatnya" memberikan sebuah pil (pamol gitu aja;-;)


"Ini? *Mengambil obat di tangan Mina* baiklah" langsung menelan obat tersebut


"Ini kakak minum dulu" menyodorkan air putih ke mulut Rendy


Gleg...gleg...gleg... Rendy yang meneguk habis air yang ada di gelas itu

__ADS_1


"Kakak mau makan apa? Aku pesenin ya?"


"Ga usah, ga perlu, aku tadi sudah makan, sekarang hanya sedikit lelah saja" beranjak bangun


"Kak *menahan tangan Rendy* Kakak cuman makan bubur bareng aku tadi kan? Sekarang kita turun ya kita makan siang" ujar Mina memelas


"Baiklah..." Jawab Rendy menuruti permintaan Mina


Mereka berdua kini berada di lantai bawah, bagian ruang makan. Kini Mina dan Rendy duduk bersebelahan, disusul dengan datangnya Jino yang di tututi oleh Bobi. Jino langsung duduk di sebelah Mina yang kosong.


"Owh masih punya harga diri ternyata, aku kira kau akan langsung lari dan meninggalkan liburan ini" sinis Rendy


"Heh, dan kau pikir aku akan memberikanmu kesempatan untuk mendekati Mina? Jangan bermimpi!" Balas Kini tak kalah sinis


"****! Kepalaku sakit!" Rintih Mycle yang baru masuk dengan memegang pelipisnya


" Sudah sadar? Bagaimana? Aku bahkan belum memberikan mu pelajaran" tatap Rendy sinis walau dalam kondisi muka yang pucat


"Sudahlah kak, sekarang makan dulu ya^^ Kak Myc, makan yang banyak juga ya^^ Kak Jino mau pakai apa?^^" ujar Mina yang berusaha untuk mencairkan suasana


"Thanks Min! Cuman kamu yang paling baik sama aku!" Ujar Mycle


"Mina, aku ingin sedikit juz, bisakah kamu menuangkan aku sedikit juz?" Sambung Jino yang tak mau kalah


"Owh? Tentu kak^^" menuang segelas Jus


_Sepertinya memang aku yang terlalu berharap untuk memilikimu, mungkin benar semua nya hanyalah hayalnku dengan ekspektasi yang terlalu tinggi_batin Rendy


TBC^^

__ADS_1


__ADS_2