
Tiga tahun telah berlalu, sejak kejadian malam itu sampai membuat Riana ingin menutup mata batinnya itu, namun semuanya sia-sia, sekarang Riana sudah menjadi gadis dewasa dan berkuliah di salah satu universitas ternama di kota
Malam harinya diteras rumahnya Riana~
Hari sudah gelap, tapi Daniel masih berada di teras rumahnya Riana
"Gak mau pulang?"- tanya Riana pada sang kekasih, yah Daniel pacarnya Riana, mereka sudah pacaran dua tahun lamanya.
Daniel hanya gelengan kepala merespon pertanyaan kekasihnya
"Udah larut loh ini, nanti mommy khawatir lagi sama kamu." Tutur
Riana lagi.
"Tapi aku masih ingin sama kamu." Adu manja Niel.
"Tapi ini udah malem Niel!"
Niel mengerucutkan bibirnya.
"Yaudah deh aku pulang, tapi-" Niel menggantung kata-kata lalu menunjuk pipinya, minta dicium. Riana udah tahu sifat Niel itu gimana, jadi dia turutin aja buat cium, cuma pipi gak apalah.
Cupp~
"Udah sana pulang gih." Pintah Riana dan mendapatkan anggukan kepala dari Niel. Setelah itu
Niel pun beranjak pergi meninggalkan kawasan perumah Riana.
Dikamar yenna, gadis itu sedang sibuk dengan HP-nya.
...Niel-🖤...
|Udah malam, kenapa masih main
HP,tidur...
^^^Ih masih jam 10 juga🙃|^^^
__ADS_1
|Tidur gak baik bergadang
^^^Gak ah masih belom kantuk |^^^
|Jan ngeyel kalau dibilangin, tidur gak.
^^^Siapa yang ngeyel sih, orang masih^^^
^^^gak ngantuk juga🙃^^^
|Tidur gak, kalau gak aku cium nih.
^^^Hahh?!|^^^
|Apa hah-hah?!
|Mau dicium beneran emang?
^^^Gimana caranya?|^^^
|Mau tau?
|Hm yaudah...
|Sana tidur gih.
^^^Iya-iya deh|^^^
|Good night babe
^^^Night too|^^^
Setelah chattan sama Niel, Riana masih belom bisa tidur, toh biasanya dia tiduran jam 3, dan sekarang masih jam 12 malam, mana bisa tidur dianya.
"Hm bosan, mana gak ada temen chat lagi." Riana membuka aplikasi bacanya dan membaca novel online di hp nya itu.
Disaat Riana sedang fokus membaca, tiba-tiba saja angin berhembus kencang lantas membuat gorden jendela kamar Riana terbuka, Riana yang menyadari itu pun langsung bangkit dari tempat tidur, ia ingin menutup gorden itu dulu.
__ADS_1
"Huhhh malam ini anginnya kenceng banget."
Riana sudah berada didepan jendela dan hendak menutup gorden nya.
"Mana ujan gerimis lagi, kan dingin~" sambung Riana.
'srttttrs'
Riana telah selesai dengan urusan gorden nya, lalu ia kembali keranjangnya.
'shusthh🍃🍃'
''huhhh dingin banget, jadi takut."
Riana dengan segera masuk ke dalam selimut nya.
"Udah ah, mending gue tidur daripada nanti disamperin dedemit kan berabe." Riana menarik selimut lalu ia memejamkan matanya.
Tiba-tiba Riana merasakan sentuhan lembut di pipinya, namun Riana mencoba untuk tidak menghiraukannya.
'Kamu punya saya~' Riana yang kaget mendengar bisikan itupun outo membuka matanya, tepatnya melotot.
"Si-siapa yang gomong tadi." Riana bergedik geri, pasalnya tidak ada siapapun didalam kamarnya kecuali dirinya sendiri.
Blettt
Lampu kamar Riana tiba-tiba padam, sedangkan Riana terpelontak kaget, ia langsung meraba-raba hp nya, yang ia taruk di laci disebelah tempat tidur nya.
Ia menyalahkan senter di HP-nya.
Keadaan kamar gelap gulita, dan juga suara angin yang masuk dari selah-selah jendela menambah kesan horor.
Jujur saja, Riana sangat takut, namun ia mencoba untuk tenang dan memberanikan dirinya.
Untuk menghilangkan rasa takutnya, Riana memutuskan untuk bermain hape, ia membuka aplikasi WhatsApp, iseng-iseng mungkin ada yang chat, walaupun kenyataannya tidak ada satupun pesan yang masuk ke di hp Riana
Riana memutuskan untuk tidur, dia mematikan Hp nya, eh tiba-tiba terlihat pantulan wajah diatas layar HP Riana, dan sosok itu adalah laki-laki tampan berkulit putih, Riana baru ngeh lalu berujar
__ADS_1
"kok aku gak bisa lihat dia yah?" Riana mengaruk tekuk leher nya yang tidak gatal itu.