
Malam harinya di kosan Riana, gadis muda itu sedang berada di ruang tengah, pop mie, es teh, menemani Riana menyusun makalah. Laptopnya masih menyalah.
Malam Jumat tepat pukul dua belas, gadis itu masih sibuk dengan laptopnya, kini dia sudah berada di kamar nya dengan posisi duduk sambil memangku laptop nya, Riana masih sibuk menyusun kata-kata untuk makalah nya.
"Hoam kantuk banget, mana masih banyak lagi yang harus di ketik." Riana mengusap matanya yang terlihat sayu dan memerah.
"Ayok Riana bentar lagi, gak boleh kantuk." Riana menyemangati diri nya lalu jari jemari lentik nya mulai menari diatas kbord laptop. Mata nya sudah sayu, sesekali menguap.
Pukul dua dini hari, Riana meletakkan laptop nya diatas meja belajar, lalu berjalan menuju dapur untuk minum. Sesaat setelah selesai minum, mata Riana tertuju pada ruang tengah, melihat gorden jendela yang sedikit terbuka, dia melangkahkan kakinya menuju pintu utama, ingin menarik gorden tapi tiba-tiba dia melihat pancaran putih di depan pohon mangga didepan kosannya, cahaya putih itu berlahan menjadi sosok wanita cantik Dengan baju putih rambut hitam panjang sepunggung. Mendadak Riana jadi ngeri sendiri, Riana terkejut saat melihat kaki wanita itu tak menyentuh tanah, segera Riana menutup gorden jendela nya lalu langsung berlari terbirit-birit ke kamarnya, menutup dan mengunci pintu kamarnya, memastikan semuanya telah tertutup, Riana langsung meluncur keatas ranjang, masuk kedalam selimut tebalnya, tangannya meraba HP nya yang berada di sebelah bantal, dia buka benda pipih itu lalu masuk ke room chat, mengetik pesan untuk seseorang.
^^^Dre|^^^
^^^Udah tidur belom Lo?^^^
^^^Gue lihat dedemit didepan pohon mangga, asli ngeri banget yaampun, kaki nya kagak sampai tanah, terbang Dre, terus dia noleh kearah gue.^^^
^^^Dre...udah tidur yah^^^
^^^Woi centang dua loh nih, balas Napa nyet.^^^
^^^Gue lagi takut nih ^^^
__ADS_1
^^^Ya ampun Dre^^^
^^^Lihat please^^^
^^^Andre^^^
^^^Andre^^^
^^^Andre^^^
^^^Andre^^^
Riana terus saja mengetik pesan dan mengirim nya ke Andre. Sampai akhirnya dia lelah sendiri mematikan HP nya lalu menyimpan nya di sebelah tempat tidur.
Mencoba memejamkan mata, disaat mata nya mulai sayu dan hendak menutup, terdengar suara tangisan dan sesegukan, suara nya sangat keras dan jelas. Mengigit bibir dalam nya menutup matanya rapat-rapat. Malam itu Riana lewati dengan ketakutan.
Keesokan harinya, pukul sembilan, setelah selesai mandi dan bersiap-siap, Riana langsung mengambil laptop dan memasukkan nya kedalam tas, mengambil kunci mobil metik nya lalu segera bergegas meninggalkan kosannya.
Riana menuju kontrakan Andre yang beda kompleks dengan nya. Motor matic nya berhenti tepat di parkiran rumah kontrakan Andre, dia langsung mengetok pintu rumah Andre dengan tergesa-gesa, sesekali meneriaki nama Andre, tak berselang lama sang pemilik kontrakan langsung membuka pintu. Laki-laki jakun itu masih dengan wajah bantal nya, celana pendek dengan kaos putih tipis, rambut acak-acakan.
"apaan sih Na, pagi-pagi udah dateng kesini." Andre mengucek-ngucek matanya.
__ADS_1
"ganggu orang lagi bogan aja." ketus Andre
Riana menaikan sebelah alisnya lalu bertanya
"bogan? apaan tuh, bahasa dari planet mana?" polos Riana dengan kepala yang dimiringkan lucu.
"bobok ganteng Riana zayeng, itu aja harus di jelasin." jelas Andre dengan nada kesal.
Riana manggut-manggut.
"mau ngapain kesini pagi-pagi?" tanya Andre.
"pagi Lo bilang? udah hampir siang Andre sayang." ketus Riana, kini bukan Andre yang yang kesal tetapi Riana kali ini yang naik pitam. Andre nyengir lalu kembali mengulang pertanyaan nya tadi.
Riana menyuruh untuk membuka hp nya dan mengecek pesan dari nya.
"kek nya tuh hantu memang tempat nya disana, gak bakalan menganggu Lo deh, itu memang rumahnya, gue pernah denger-denger dari mak-mak kompleks disini." jelas Andre, Riana hanya mengangguk dengan mulut berbentuk 'O
"gak akan menganggu kan." ujar Riana yang lega, Andre mengangguk merespon ucapannya Riana tadi.
like komen vote favorit'
__ADS_1