
Seperti janjinya pada ibu-ibu yang kemarin dia temuin di rumahnya Nek Deli. sekarang Riana sedang Otw ke rumahnya Nek Deli.
Dua puluh menit lamanya berkendara, akhirnya Riana tiba di rumah minimalis milik nek Deli. Riana langsung turun dari jok motor, melepaskan helm dan menenteng nya, Riana berjalan menuju pintu rumah itu.
tok
tok
tok
"Assalamualaikum, permisi." ucap Riana memberi salam dan sekali-kali mengetuk pintu, tak lama berselang akhirnya pintu rumah itu terbuka, dan menampakkan ibu-ibu yang kemarin ibu-ibu itu tersenyum kepada Riana.
"yok Bu, katanya mau ke makam nya nenek Deli." aja Riana, ibu-ibu itu mengangguk.
"iya ayok nak."
"eh buk,kalau ibu pergi, terus Dimas nya siapa yang jagain?" tanya Riana.
"ouh ibu titip Dimas sama Bu RT, Bu RT nya juga udah datang dari tadi." ucap ibu itu, Riana mengangguk dan mulut nya ber'oh ria.
Riana dan ibu itu sedang di perjalanan menuju TPU pondok aren tempat di mana nek Deli di semayam kan.
tiga puluh menit berlalu, akhirnya motor Riana berhenti di gerbang masuk TPU pondok aren, Riana memarkirkan motornya disana.
__ADS_1
"ayok Bu." ibu itu mengangguk. keduanya melangkah memasuki area TPU yang dipenuhi oleh banyak kuburan.
"masih jauh gak makam nya nek Deli, nak?" tanya ibu itu pada Riana yang memimpin jalan.
Riana menoleh kebelakang, lalu Tersenyum.
"didepan Bu." ucap Riana, ibu itu mengangguk.
Kedua berhenti disebuah makam yang masih baru, sebab tanahnya terlihat masih basah, tertulis jelas nama si pemilik makam Erdeli Suntoro binti Abdul Manaf, wafat 12 Oktober 2020. Riana dan ibu itu berjongkok didepan kuburan itu. ibu itu terlihat sangat sedih, Riana mengelus punggung ibu itu guna memenangkan nya. keduanya membaca kan doa dan alfatihah untuk almarhum Nenek Deli.
setelah selesai dari pemakaman, Riana mengantarkan ibu tadi kembali ke rumahnya.
"makasih yah nak." ujar ibu itu sambil tersenyum, keduanya telah tiba di rumah nya almarhum nenek Deli.
"kalau begitu saya pamit pulang dulu yah Bu, mari." Riana memutuskan untuk pulang.
"iya, makasih sekali lagi yah nak." Riana mengangguk lalu menyalahkan sepeda motor.
"assalamualaikum Bu."
"walaikum salam, hati-hati dijalan nak." Riana mengangguk, dan setelah itu motornya Riana melaju membelah jalan itu.
setibanya di kosan nya, Riana memarkirkan sepeda motor nya di teras.
__ADS_1
"terimakasih nak Riana, makasih udah nolongin nenek, sekarang nenek udah biasa pergi dengan tenang" suara bisikan itu terdengar jelas di pendengaran Riana, Riana mengangguk lalu tersenyum.
"iya sama-sama nenek, nenek yang tenang yah di alam baru nya, kami pasti akan mendoakan nenek." lirih Riana, lalu melangkah masuk ke dalam kosan nya.
Di dalam kosan, semua lampu dimatikan. kening Riana mengerut.
"siapa yang mematikan lampu ruang tengah ku?" ujar Riana bertanya pada dirinya sendiri.
"seingat ku, aku gak pernah matiin lampu ruangan teng_" ucapan Riana terhenti disaat lampu ruangan itu terbuka
Pyarrrrr🎉🎊
"SELAMAT ULANG TAHUN SOHIB KU."
Riana menutup mulutnya tak percaya, Febby dan Andre, kedua sohibnya yang sibuk ingat dengan hari kelahiran nya, bahkan Febby yang berada diluar negeri pun bela-belain pulang ke Indonesia demi merayakan ulang tahun Riana yang ke 20 tahun.
Riana berlari kearah dua sahabat nya itu, dan dipeluknya kedua sahabat terbaiknya itu.
"makasih teman-teman, gue sayang kalian." lirih Riana sambil meluk kedua sahabatnya.
Ander dan Febby menepuk-nepuk punggung Riana.
"gak usah terimakasih kan kita sohib selamanya." ucap Febby sambil tersenyum manis kearah Riana. Riana mengangguk sambil menyekat air matanya yang tadi sempat meluncur bebas tanpa dirinya sadari.
__ADS_1
Like komen vote favorit