
Sudah sore hari tetapi Riana masih betah di rumah Andre, dirinya tak berniat untuk pulang, alasannya karena takut hantu itu mengangguk nya, walaupun Andre sudah bilang kalau makhluk itu tak akan menganggu kalau tak di usik duluan. tapi yah begitulah Riana, penakut, yah walaupun melihat mahluk tak kasat sudah menjadi kebiasaan nya dirinya masih tetap takut... berlebihan? ouh bukan, Riana tak berlebihan, kalau kalian di posisi Riana pasti akan melakukan hal yang sama.
"Na Lo kagak mau pulang apa, ini hampir malam loh, kagak baik kalau Lo terus ada di rumah gue, kita memang sahabatan tapi kan tetap aja, gender kita beda, kalau Lo cowok oke lah, tapi Lo nya cewek, kalau nanti timbul fitnah ke gimana? gue kagak mau yah di usir dari kontrak kan, gue udah bayar untuk setahun." oceh Andre sekali tarikan nafas.
Riana yang mendapatkan ocehan hanya terkekeh sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"hm gue takut Dre, yah menurut Lo gue memang lebay atau berlebihan, tapi gue beneran takut, suwer deh, kagak bohong." Riana menujukan wajah memelas nya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah nya.
__ADS_1
Andre mengusap wajahnya jengah, lelah meladeni sahabat nya yang satu ini, padahal waktu SMA dirinya tak seberlebihan itu. Andre berjalan menuju sofa, di ambilnya jaket yang terletak disana, lalu di pakai nya, tak lupa mengambil kunci motor nya.
"yok gue anter pulang, mumpung masih sore, cepetan." ucap Andre, Riana bangkit dari duduknya lalu mengikuti sahabat nya itu menuju halaman depan, yang dimana disana terparkir motornya dan motor Andre.
kedua-duanya menaiki jok motornya, dan perlahan kedua motor matic itu membelah jalanan menuju komplek perumahan Riana.
Kedua motor matic itu berhenti tepat di depan kosan Riana.
__ADS_1
"makasih yah Dre." ujar Riana sambil tersenyum, Andre mengangguk.
"dah sana lo masuk, jangan lupa kunci pintu sama jendela nya, kalau terjadi sesuatu telfon pak RT aja." ujar Andre sambil menujukan senyum mengejek nya.
"yeuhhh, dah sana pulang, hati-hati, jangan sampai mati, Febby nya belum pulang dari Kanada, yah kali Lo mati disaat cinta Lo diterima Febby." balas Riana dan langsung mendapatkan tatapan sinis Andre, setelah itu keduanya sama-sama pamit lalu Andre melajukan motornya kembali ke kontrakan, sementara Riana memasukan motornya kedalam kosan.
like komen vote favorit
__ADS_1
see you