
Pagi itu Romi sudah didepan rumah Bunga ia sengaja menunggu nya didepan rumah karna ingin tahu dan memantau keadaan bunga Romi merasa tidak enak saat tau Bunga akan dibawa pergi oleh Riski, entah kenapa dia memiliki firasat buruk kala itu,
Tin Tin, suara klakson mobil Suruhan bahkan tak masuk kedalam rumah sekedar untuk pamit kepada orang tua bunga, supir Riski menjemput nya dan langsung pergi membawa bunga kesebuah tempat.
sementara itu Romi terus saja mengikuti nya dari belakang tidak ada yang curiga saat Romi mengikuti cukup lama juga Romi mengikuti Bunga, dia masih bertanya -tanya kemana bunga akan pergi? kenapa makin kesini mereka semakin masuk kearea Hotell? apa yang akan dilakukan bunga disini, pikir Romi
Bunga sampai lalu masuk tanpa ada kecurigaan sama sekali, tak berapa lama disusul Oleh Riski.
Maaf bapak mau kemana? Romi dihadang oleh security.
saya kesini untuk menyusul teman saya pak, barusan teman saya sudah masuk, ucap romi
hotel ini sudah di Sewa semua, dan tidak menerima pengunjung lagi selain Bos yang menyewa orang luar tidak berkepentingan dilarang masuk lebih baik anda pergi dari sini, sergah security tersebut.
Kenapa tidak boleh ada lagi yang masuk sini? aku semakin curiga pasti Riski merencanakan sesuatu bagaimana pun juga aku harus bisa masuk kedalam.
wanita tadi yang belum lama masuk itu teman saya pak,ucap romi
siapa nama teman anda? ucap security
__ADS_1
Bunga pak, ini foto nya silakan bapak lihat sendiri agar yakin, romi menunjukkan foto bunga pada security tersebut.
Wanita ini memang sudah ada janji dengan boos kita, apa urusan nya sama kamu? jika tidak ada yang penting silahkan tinggalkan tempat ini,ucap security lagi
kalau terus seperti ini akan panjang urusan nya aku gak mau kalau sampai bunga kenapa-kenapa didalam, ayolah Romi pikirkan sebuah ide, Romi terus saja berusaha untuk meyakinkan security itu agar dirinya bisa masuk kedalam, sampai dia mendengar kegaduhan didalam dimana saat itu benda pecah terdengar keluar Romi semakin panik sampai dia berbuat nekat. tak segan-segan lagi Romi langsung memukul security tadi yang terus saja menghalangi setelah membereskan security tadi ia langsung mengikat kedua tangan nya agar tidak melapor pada teman nya.
Romi masuk kedalam dan melihat Riski tengah menggendong Bunga yang sudah tak sadarkan diri masuk kekamar,"109 dengan cepat Romi mendobrak pintu kamar dan terlihat bunga yang sudah tergeletak diatas tempat tidur dengan keadaan baju berantakan. marah jelas Romi sangat marah bara api kecemburuan yang ada dalam dirinya sekaligus amarah atas apa yang dilakukan Riski kepada bunga apakah harus ia mendapatkan bunga dengan cara kotor seperti ini. benar-benar bejad seorang Riski jangan karna ia seorang anak pengusaha ia lantas melakukan semua yang dia mau dengan uang. sampai terjadilah perkelahian itu Romi menghajar nya dengan amarah yang bahkan bisa membunuh orang. setelah lawan nya tumbang Bahkan sampai kaburr meninggalkan Bunga bersama orang asing..
semua sudah aku ceritakan padamu bunga,terserah kamu akan percaya padaku atau tidak tapi itulah yang terjadi Riski bukan orang baik-baik kalau dia memang tulus sama kamu seharusnya dia menjaga kamu dan berusaha melakukan cara apapun untuk mendapatkan kamu tapi dengan cara yang masuk akal bukan dengan cara merendahkan kamu seperti itu bunga, tutur Romi
Bunga tidak bisa berkata apa-apa dia hanya bisa menangis dia tak percaya kalau Riski bisa melakukan hal serendah itu, bunga pikir selama ini Riski tulus dan mempunyai perasaan padanya tapi pada kenyataannya Riski orang yang tidak bermanusiawi.
Terimakasih Rom,kamu selalu ada saat aku membutuhkan seorang teman, aku tidak tahu harus seperti apa cara ku mengucapkan rasa terimakasih ku, jika kamu tidak datang maka sekarang aku mungkin, aku. aku.bunga sudah tidak sanggup lagi berucap ia hanya bisa menangis dan merutuki dirinya kenapa dia tidak bisa bersikap tegas pada dirinya sendiri. kenapa dia begitu bodoh tidak bisa mengambil sebuah keputusan untuk dirinya sendiri.
sudah lah, untuk apa kamu menangis air mata mu terlalu berharga untuk kamu teteskan, mari kuantar kamu pulang. ajak Romi
aku tak ingin pulang Rom, aku gak mau bertemu ibu bapak dulu,ucap bunga yang tak ingin pulang.
jadi kamu mau kemana? tanya Romi
__ADS_1
entahlah aku juga tidak tahu,rasanya aku ingin pergi menghilang, ucap bunga
kau mau menghilang? seperti Rangga? dan pergi meninggalkan aku, Romi menunjuk dirinya sendiri.
Bunga tersadar bahkan perkataannya itu sudah menyakiti perasaan Romi, bagaimana pun ia tahu perasaan Romi terhadapnya tapi sampai sekarang bunga masih belum tahu apa yang harus ia lakukan, ia masih saja memikirkan Rangga, bagaimana jika Rangga kembali? haruskah ia mengecewakan Rangga demi untuk hidup bersama Romi. entahlah ia masih banyak pertimbangan ia sadar Romi selalu ada untuk nya dan selalu menunjukkan rasa keseriusan nya bahkan Romi juga sudah melamarnya di hari itu.
Apakah lamaran itu masih berlaku Rom?, tanya bunga
lamaran yang mana bunga? Romi bertanya untuk memastikan apakah maksudnya adalah lamaran dirinya dengan bunga.
Di mobil sore itu,bukannya kamu. belum juga bunga menyelesaikan omongan nya Romi langsung memeluk nya ia sangat senang akhirnya Bunga mau juga menikah dengan nya.
terimakasih bunga, aku sangat senang akhirnya kamu bersedia menikah dengan ku, Romi menghujani kecupan demi kecupan pada wajah bunga. saat ini ia menjadi pria yang amat beruntung bisa mendapatkan seseorang Bunga.wanita yang selama ini ia tunggu dan selalu jadi semangat hidup nya.
Aku ingin melupakan semua nya Rom, aku ingin memulai semua nya dari awal aku ingin mempunyai kehidupan yang normal pada umumnya, dan itu semua aku ingin lakukan bersama mu, aku ingin terlepas dari masa lalu ku yang entah sampai kapan bisa aku lupakan, Rangga sudah tidak mungkin kembali lagi dia sudah tenang dialam sana sudah waktunya aku mengikhlaskan kepergian Nya,
Dan aku berjanji akan selalu menemani mu, dalam susah maupun senang aku akan selalu ada untukmu, menjaga mu dengan sepenuh hatiku, ucap Romi
makasih ya Rom, aku senang bisa mengenalmu dalam hidupku, Tuhan begitu menyayangi ku, ia menghadirkan seorang malaikat yang akan menjadi pelindung ku, bunga tersenyum
__ADS_1