Kasih Yang Tak Sampai

Kasih Yang Tak Sampai
BERAT UNTUK MELEPASKAN


__ADS_3

...Ibu dan bapak Bunga terkejud dengan ucapan bunga barusan niat pak Brimo untuk menjodohkan Bunga kenapa hal sepenting ini meraka tak membicarakan nya terlebih dulu pada kami selaku orang tua bunga? Walau bagaimana pun Berat rasanya untuk mereka mengikhalaskan melepaskan Bunga mengingat pernikahan bunga yang dulu tak berjalan mulus mereka takut jika bunga harus mengalaminya lagi, namun semua kembali kepada Bunga bukankah ini justru baik karna ia sudah bisa melupakan masa lalunya dan mencoba melangkah jadi tidak ada salah nya mereka menyetujui untuk dan merestui Bunga menikah lagi, yang membuat mereka tak percaya adalah kenapa orang tua rangga tak memberi tahu pada mereka dulu? ...


ia buk, pak, jawab Bunga


tapi nak, apa kamu sudah siap untuk menjali pernikahan? ibu hanya takut tiba tiba ucapaanya terhenti, ia masih ingat betul dengan tragedi yang menimpa Bunga dan takut jika itu akan terulang lagi..


pak Dimas, mencoba menenangkan istrinya lalu memberi saran pada Bunga,"nak benar yang dibilang ibumu apa sekarang kamu sudah siap untuk melakukan pernikahan lagi? kalo bapak si setuju setuju saja dengan niat baik pak Brimo itu tandanya beliau masih perduli pada kita. dan harapan bapak semoga pernikahan mu kali ini lancar, namun bapak mau memastikan pernikahan ini murni keinginan dari kamu sendiri tanpa ada paksaan dari orang tua rangga..


pak, bunga menyetujui pernikahan ini karna bunga yang mau tidak ada paksaan dari siapapun Bunga yang mau memulai semuanya dari awal dan Bunga harap ibu dan bapak menyetujui dan merestuinya, walau Berat rasanya Bunga berucap seperti itu tapi ia berusaha menyakinkan dirinya dan menyakinkan kedua orang tuanya bahwa ia bisa terlepas dari masa lalunya..


mereka pun kembali kekamar masing masing, ibu adell yang masih belum percaya dengan perjodohan itu membuat dirinya gelisah susah untuk mencoba tidur, lalu pak Dimas bangun karna merasa terusik karna istrinya terus saja geras Sana sini,


ibu kenapa? susah tidur? tanya pak Dimas.


iya pak.


sekarang sudah malam bu, ayo kita tidur klo ada yang mau dibicarain besok aja ya bapak sudah ngantuk nih besok harus bangun pagi iapun memeluk istrinya dari belakang..


tak selang berapa menit ibu adell pun tertidur dalam dekapan sang suami,bu bapak tahu apa yang ibu cemaskan sekarang ibu pasti belum bisa menerima perjodohan yang dilakukan orang tua Rangga dan kita memang harus mendiskusikan ini. ucap pak Dimas seraya mengecup punggung istrinya..


keesokan harinya.. seperti biasa Bunga bangun dan siap siap untuk pergi kekantor lalu pamit pada orang tuanya..


begitu pun dengan pak Dimas, kini tinggal ibu adell yang dirumah sendirian ia berencana untuk menelfon orang tua Rangga, meminta penjelasan soal perjodohan itu, kenapa tiba tiba mereka menjodohkan Bunga banyak sekali pertanyaan " yang mau dibicarain dengan orang tua Rangga.


DI KANTOR ..

__ADS_1


Bunga saat sedang mengerjakan berkas berkas yang harus disiapkan karna beberapa hari lagi akan mithing, tak terasa sudah waktunya jam makan siang Bunga pergi kekantin memesan makanan dan juga minuman, "


hai Bunga sapa romi teman satu kantornya boleh Aku duduk disini..


hai rom boleh kok silahkan balas Bunga..


tumben makan dikantin? biasanya bawa bekal ucap romi lagi..


namun bunga hanya tersenyum..


Oya nanti malam kamu ada acara gak bunga? namun belum juga dijawab tiba" Santi datang..


cieee makan berdua nih Ehemm hemm, ucap Santi..


apaan si San, ganggu aja ucap romi.


Di DESA DLG..


sepulangnya dari klinik celvin menjalani kegiatan nya seperti biasa dan semua itu juga dibantu oleh sinta, tanpanya ia tak bisa berbuat apa " ia masih berusaha untuk mengingat namun masih belum bisa. semakin ia mencoba mengingat semakin ia merasakan sakit dikepalanya Sinta selalu disamping celvin memperhatikan perkembangan celvin..


Sin, hari ini Aku mau pulang cepet cuaca hari ini sangat panas membuat kepala ku pusing saja ucap celvin..


baiklah setelah makan kita langsung pulang dan kamu cepet beristirahat jangan terlalu cape balas sinta..


dan mereka pun pulang. di perjalan mereka bertemu tetangga saat mereka melewati depan rumah mereka,

__ADS_1


tumben pulang cepet EL? tanya ibu"


iya bu saya masih kurang sehat makanya pulang cepet.. jawab nya


Loh bang EL tumben jam segini sudah pulang mereka pun bertemu Dinda..


iya EL pulang cepet karna badan nya kurang vitt kali ini Sinta yang menjawab..


abang EL sudah makan siang? kalo belum yuk mampir kita makan siang bersama ucapannya lagi namun belum juga Dinda menyelesaikan ucapannya Sinta dengan cepat menarik lengan EL pergi dari Sana,


loh loh tunggu sebentar bang ini gimana makan siangnya teriak Dinda..


kita sudah makan Din terimakasih, balas sinta dengan tak kalah berteriak juga..


kenapa Sin? kok muka nya ditekuk gitu EL menyadari bahwa sinta sengaja mengajak nya pergi menjauhkan dari Sana tadi..


kalo kamu terus meladeni Dinda kapan kita sampai nya lalu kapan kamu akan beristirahat nanti kalo terjadi apa"sama kamu gimana nanti kalo, dengan cepat jari telunjuk EL menutup mulut sinta, dia tau betul kalo cerewetnya sudah keluar dia sendiri yang bakal pusing..


namun beda dengan sinta, saat itu juga jantungnya berdetak sangat cepat seakan waktu berhenti berputar ia ingin terus berada di moment itu..


cieeee abang EL pacaran nih sama kak sinta..


dengan cepat celvin melepaskan tangan nya dari mulut sinta sangat disayangkan itu semua berakhir karna anak"yang lewat mengagetkan mereka dan terpaksa adegan itu terhenti..


sudah yuk pulang ajak EL dan sinta menurut mereka pun melanjutkan perjalan pulang..

__ADS_1


sesampainya dirumah terlihat ibu susi sedang membereskan dagangan sayur nya EL berencana untuk membantu namun Sinta melarangnya..


__ADS_2