
tapi, paman......?!?!?!
radit tidak mau ibu guru pergi dari sini. radit tetap mau ibu guru disini.
tapi, radit.... ibu guru juga punya kehidupan pribadi sendiri dan ini cek gaji kamu.
untuk masalah hari ini cukup sampai disini saja. mari habiskan sarapan masing-masing.
kalau begitu paman pergi ke kantornya dulu.
radit hanya bisa diam dan menuruti perkataan pamannya dan pergi masuk ke kamarnya.
saya juga mau pamit bik. tolong sampaikan salam saya buat radit dan pak azka. sama saya titipkan ini juga buat pak azka(cek gaji).
nona sahira hati-hati ya. ujar bik ani.
sahira akhirnya pergi meninggalkan rumah azka dan kembali ke kontrakannya.
sesampai di kontrakannya. sahira pergi lagi menemui rima sahabatnya di kafe.
rima apa kamu sibuk hari ini?
enggak terlalu sibuk juga sih. memangnya kenapa?
temani aku ngobrol sebentar.
hari ini aku sudah di pecat.
apa.... kamu dipecat..???
apa aku tidak salah dengarkan??
iya, hari ini aku dipecat karna pamannya radit sudah pulang dari Amerika.
lah.... terus kenapa kamu bisa di pecat???
ya, itu hak dia mau pecat atau enggaknya. orang dia yang punya uang.
__ADS_1
tapi, gaji kamu?
aku tidak menerimanya.
karna aku mengajari radit itu tulus. bukan karna uang.
bagaimana kalau kamu bekerja disini saja. soalnya disini masih cari karyawati 1 orang lagi.
Terima kasih ya rima.
mulai malam ini kamu sudah bisa bekerja.
pak azka. ini ada titipan dari nona sahira. bik ani menyerahkan cek gaji dan sepucuk surat.
kepada yang terhormat
pak azka
maafkan saya sebelumnya. saya mengajari radit tulus dan tidak mengharap imbalan apa pun dari bapak.
hormat saya
sahira
1 bulan kemudian.
ibu guru sahira..... ujar radit
radit..... sama siapa kemari?
radit datang bersama paman.
sahira melihat azka sedang bersama dengan seorang wanita di kafe tempat sahira bekerja.
ternyata radit sudah punya calon bibi ya....?!?!?
tapi, radit tidak suka sama dia. radit mau kalau ibu guru yang jadi bibi radit.
__ADS_1
ayo kita ke meja radit. soalnya buk guru mau antar pesanan ke sana.
paman..... coba lihat radit bersama siapa?
permisi tuan, nona ini pesanannya.
sahira.... ucap azka dalam hati.
apa kalian saling kenal? ujar Siska.
ya... dia dulu guru privat lukisnya radit. ujar azka.
ibu guru sahira adalah guru yang sangat baik. waktu paman di amerika. buk guru yang merawat radit dirumah.
o.... jadi, begitu ceritanya. ujar Siska.
perkenalkan saya Siska. saya calon tunangannya azka dan kebetulan sekali ini ada undangan pertunangan kami buat kamu. jangan lupa datang ya.
baiklah..... kalau begitu saya permisi kembali bekerja dulu.
sahira kembali ke belakang dengan raut wajah sedih.
sahira.... kamu kenapa tiba-tiba sedih? ujar rima.
aku juga tidak tahu kenapa. tapi, tadi saat aku Terima surat undangan ini hati ku tiba-tiba terasa sakit sekali.
jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta pada dia?
aku harus minta penjelasan pada darinya. ujar sahira
pelayan... ujar azka.
rima kemudian menghampiri meja azka dan menyelipkan sepucuk kertas ke tangan azka. dan kemudian membacanya. jumpai aku malam ini di taman jam 22.00 wib.
azka kemudian menyimpan suratnya di saku celananya.
ayo.. sayang...
__ADS_1