Kau Lah Aisyah Ku.

Kau Lah Aisyah Ku.
Episode 1


__ADS_3

"Bos",panggil salah satu dari anak buah nya.


"emmm",jawab laki-laki itu singkat tanpa menoleh.


"Bos,target kita.Malam nanti akan mengadakan pertemuan di sebuah Cafe".Jelas nya dengan suara yang pelan.


"Siapkan,semuanya!",Perintah lelaki itu dengan tegas.


"Baik,Bos",jawab anak buah nya.


Dengan tatapan dingin dan kosong lelaki itu,menatap jauh keluar jendela hotel.


Tak seorang pun yang tahu apa yang sedang ia pikir kan,hanya Tuhan lah yang mengetahui isi hati dan pikiran nya saat itu.


Jangan kan bertanya menatap wajah nya saja,orang-orang sudah ketakutan,walaupun ia tampan tapi tidak pernah terlihat senyuman di wajah nya .Wajah yang datar dan dingin nyaris tanpa expresi.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Malam pun tiba,semua anak buah nya sudah mempersiap kan segala sesuatu yang di perlu kan oleh bos mereka.


"Semua nya,sudah siap?",tanya dengan suara yang datar.


"Iya bos,siap!."Jawab mereka.


"Pastikan aman,dan mari kita berangkat!".Perintah nya.


Semua anggota nya masuk kedalam sebuah mobil,mengikuti langkah bos nya itu.


Tak lama mobil mereka melaju,Handphone laki-laki itu berdering.


Dengan santai ia,mengangkat telpon nya.


"Ia ada apa?".Tanya nya tanpa basa basi.


"Sudah siap?".Tanya orang itu.


"Kau,ragu.kepada ku?".Jawab nya.


"Tidak!aku percaya kepada mu,kau pasti bisa melakukan nya dengan baik!".Kata orang itu lagi sambil tertawa kecil.


"Baiklah!kalau begitu jangan ganggu pekerjaan ku!".Jawab nya sambil mematikan Handphone nya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

__ADS_1


Sedangkan di depan Cafe seorang gadis berjalan dengan anggun dengan jilbab nya yang panjang,rapi dan warna nya pun sesuai dengan kulit nya yang putih dan bersih.Sehingga terpancarlah aura kecantikan nya.


"Aisyah...hi!,aku disini".Panggil sesorang wanita yang sudah duduk di sebuah meja dengan segelas jus di hadapan nya.


"Hi,Amira...".Balas Aisyah dengan lambaian tangan juga.


"Assalaimualaikum,Ra."


"Walaikumsalam,Syah!".Jawab Amira langsung memeluk sahabat nya itu.


Mereka pun makan sambil ngobrol dan melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu,semenjak Amira kuliah di luar kota.Mereka jarang sekali bertemu,karena kesibukan masing-masing jadi mereka jarang berkemunikasi.


Banyak sekali cerita yang mereka ceritakan,bernostalgia masa-masa mereka dulu ketika masih duduk di bangku SMA.


Baru saja mereka ingin menikmati hidangan penutup,tiba-tiba datang sekelompok preman tanpa basa basi lagi.Mereka langsung menembak seorang pria paruh baya yang sedang makan di meja yang ada di samping meja Aisyah dan Amira.


"Dorrrrrr",suara tembakan senjata api mengelegar di dalam Cafe itu.


Seketika itu pula bapak-bapak itu jatuh berlumuran darah,dan langsung meninggal.


"Jangan ada yang bergerak..!".Kata salah satu dari mereka.


Aisyah dan pengunjungan yang lain pun,terkejut bukan kepalang,Aisyah menanggis sambil memeluk sahabat nya itu.Begitu juga dengan Amira ,ia menangis ketakutan.


Aisyah pun merasa ketakutan melihat tatapan tajam laki-laki itu,tanpa berkedip ia melotot kearah Aisyah.Aisyah pun segera menunduk,mengalihkan pandangan nya karena merasa takut.


"Cepat.Kalian pergi!dari sini,kalau kalian mau selamat!".Perintah dari salah satu anak buah nya.


Semua pengunjung pun,bergegas berlarian keluar dan pergi dengan penuh rasa ketakutan.


Begitu pula dengan Amira,ia cepat-cepat masuk mobil dan menghidupkan mobil nya lalu pergi dari Cafe itu.


Setelah agak jauh,baru lah Aisyah dan Amira merasa aman.Dengan kejadian tadi membuat kedua nya merasa trauma dan syok.


Tak henti-henti nya,mereka bersyukur kepada Tuhan.Yang sudah melindungi mereka dari orang-orang jahat itu.


"Ra,kasihan ya.Bapak tadi,nyawa nya hilang begitu saja,tanpa sempat pamit ke keluarga nya.Pasti sedih sekali keluarga nya."Ujar Aisyah sedih.


"Ya,Syah.Semoga Bapak tadi di terima amal ibadah nya di sisi Allah swt.Dan pembunuh itu mendapat hukuman yang setimpal".Jawab Amira geram.


"Amin,untung ya.Ra?,kita masih selamat".Jawab Aisyah.


"Ya,Syah."Kata Amira yang masih belum percaya dengan apa yang mereka alami di cafe tadi.

__ADS_1


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Setelah mereka mendapatkan bayaran,mereka berpesta di hotel yang mereka booking.Pesta kemenangan pun akan segera di mulai.


"Bos,mari kita berpesta?".Kata salah satu dari anak buah nya itu.


Laki-laki itu pun hanya diam seperti memikirkan sesuatu,terlihat tidak tenang,jadi ia memutus kan untuk beristirahat di kamar nya.Tanpa menghiraukan ajakan anak buah nya itu.


"Ayo lah Bos!mau kemana?,ini pesta untuk merayakan keberhasilan kita".


"Gue capek!Gue mau istirahat!".Jawab nya tegas.


"Tapi...?".Belum selesai anak buah nya bicara,laki-laki itu menodongkan pistol ke wajah nya.


"Lo,gak dengar!Gue capek..".Kata nya marah.


Seketika itu juga,anak buah nya terdiam dan ketakutan,hanya bisa bengong melihat laki-laki itu pergi ke kamar nya.


Melihat itu,anak buah nya yang lain menghampiri rekan nya itu.Lalu bertanya.


"Ada apa?,kenapa ?apa yang terjadi?".


"Entah lah,Aku tidak tahu.Biasa nya ia senang selama ini,kalau berhasil menyelesaikan pekerjaan nya".


Mereka pun tak mau ambil pusing dengan sikap bos nya itu,dan mereka pun melanjutkan berpesta sampai pagi.


Baru saja laki-laki itu mau memejamkan mata nya,terlintas di benak nya wajah seorang wanita yang memandanginya di Cafe tadi,sorot mata yang indah dan sayu.Sangat menyejuk kan hati yang selama ini membeku.Sinar mata itu masuk ke relung hati nya,yang selama ini sudah tandus dan gersang.


Dia pun gelisa dan tidak bisa memejamkan mata nya malam itu,bagi nya mengambil nyawa seseorang itu adalah hobi nya.Sudah banyak nyawa yang melayang di tangan nya,tapi tidak ada yang membuat hati nya segelisa ini.


Malam pun berlalu,pagi pun datang.Dia pikir,ia akan melupakan wajah gadis itu,ternyata ia salah.Tatapan mata itu selalu menghantui diri nya sepanjang hari.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Polisi pun sibuk mengintrogasi pemilik Cafe,tempat lokasi kejadian pembunuhan tadi malam.


Semua media menyoroti berita itu,karena yang terbunuh itu.Adalah pengusaha kaya raya yang sukses di kota itu.


Dengan santai laki-laki itu menonton berita nya, ia puas dengan apa yang sudah ia lakukan.


Seperti biasa nya,pihak kepolisian kesulitan menemukan pelaku pembunuhan tersebut.Karena mereka melakukan nya dengan sangat rapi dan matang,jadi sulit sekali menemukan barang bukti.Seperti menemukan jarum dalam jerami.


Dengan rasa bersalah ,Aisyah.Tidak bisa menolong mengungkapkan siapa pembunuh itu,karena mereka memakai topeng.Malam itu Aisyah hanya bisa melihat mata nya saja.

__ADS_1


Butuh waktu lama Aisyah bisa sedikit melupakan kejadian itu,begitu juga Amira.Dia membawa rasa takut itu kemana pun,walaupun ia sudah kembali keluar kota tempat di mana ia kuliah saat ini.


__ADS_2