Kau Lah Aisyah Ku.

Kau Lah Aisyah Ku.
Episode 3


__ADS_3

Sehabis bertugas dari rumah sakit,Aisyah bebergegas menuju Cafe.Di mana ia sudah janjian dengan sahabat-sahabat nya,kali ini hanya Namira yang absen karena ia sedang kuliah di luar kota.


"Hi.....Syah!".Sapa salah satu dari sahabat nya.


"Hi,juga....maaf,ya.Aku sudah terlambat?kalian pasti sudah lama menunggu ku?".


"Tidak apa-apa.Kami ngerti kok!,sekarang sahabat kita ini,sudah jadi dokter.Jadi wajar,sibuk sekarang?Iya gak teman-teman".Kata tommy kepada yang lain,mereka pun tertawa bersama.


"Akh...masih koas ini?masih banyak yang harus aku lewati,untuk menjadi seorang dokter?".Jawab Aisyah sambil tersenyum.


"Yuk,kita makan.Sekarang kan?sudah lengkap?.Aku benar-benar lapar ni!."Seru Adit.


"Mari...mari....."Sahut Flo.


Saking asyik nya makan mereka berempat tidak menghiraukan pengunjung lain nya,karena kesibukan masing-masing.Jadi mereka jarang sekali bertemu ,senjak mereka sudah kuliah dan bekerja.


Karena mereka berempat sudah rindu kepada Amira,jadi mereka melakukan video call dan ngobrol dengan Amira melalui Telepon,


Semangkin asyik lah obrolan mereka kali ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tampak dari kejauhan sebuah mobil mewah,memasuki halaman parkir.Setelah itu,keluar lah seorang pria gagah perkasa.Dengan mengunakan kacamata hitam,ia terlihat sangat tampan sekali.Mungkin setiap orang yang melihat nya,akan mengira ia adalah bule.


Tanpa menoleh ke kanan ke kiri,ia langsung saja duduk di sebuah meja yang paling pojok.


Tak lama kemudian seorang pelayan menghampiri pria itu dan menyodorkan menu makanan.


Setelah melihat-lihat sebentar,ia tampak memesan makanan dan minuman.Pria itu pun sibuk dengan Hp di tangan nya,sembari menunggu pesanan nya datang.


Suara tawa Aisyah dan sahabat nya,sangat lah menganggu telinga pria itu.Ia pun menoleh kearah mereka karena penasaran,bertapa terkejut nya dia.Ketika pandangan nya berlabu kepada dua bola mata yang sangat indah itu.


"Aisyah...".Gumam nya dalam hati.


Aisyah pun,tak menyadari kehadiran Dev di dekat nya.Ia tidak tahu kalau ada seseorang yang memperhatikan diri nya dari pojok Cafe itu.


Ada rasa tidak nyaman di hati Dev,ketika ia melihat perhatian yang lebih dari Tommy sahabat Aisyah yang duduk di samping nya saat itu.


Semua orang pun sudah tahu,kalau dari dulu Tommy.Memang menyukai Aisyah semejak mereka masih duduk di bangku SMA dulu.


Kesal,marah.Berkecambuk di hati nya menjadi satu,hampir tidak bisa ia kendalikan.Ingin rasa nya ia melepas tembakan di kepala laki-laki itu.Tapi itu tidak mungkin ia lakukan di depan Aisyah gadis yang ia sukai,ia tidak ingin menciptakan keributan di sana.


Belum sempat pesanan nya datang,ia sudah keluar dari Cafe itu.Tak lupa ia meninggal kan beberapa uang kertas di atas meja,untuk membayar pesanan yang sudah ia pesan tadi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Syah,kau pulang naik apa?".Tanya Tommy,kepada Aisyah.

__ADS_1


"Naik taxi Tom."Jawab Aisyah.


"Aku,antar ya?".Tawar Tommy.


"Tidak,usah!Tom."Tolak Aisyah.


"Maaf,Syah.Aku dan Adit tidak bisa mengantar lo balik,karena aku dan Adit ada kelas di kampus?".Jelas Flo sambil mintak maaf.


"Iya,Flo.Tidak apa-apa,aku sudah biasa sendirian."Jawab Aisyah sambil tersenyum.


"Please,Syah.Aku antar ya?".Bujuk Tommy lagi.


"Tomm,kau harus kerja!.Aku tak ingin menganggu kerjaan lo."Jelas Aisyah.


"Oke,Syah. Tapi kau harus hati-hati,ya?".Pesan mereka bertiga kepada Aisyah.


Di depan cafe,mereka berpamitan.Flo memeluk sahabat terbaik nya itu,lalu Flo dan Adit masuk kedalam mobil,dan Aisyah pun melambaikan tangan nya kepada mereka berdua.


"Hati-hati,ya.Syah!,kami duluan?".Kata Adit dan Flo.


Dan Tommy pun pergi,setelah berpamitan dengan Aisyah.Sebenar nya ia sangat ingin mengantarkan Aisyah pulang kerumah,tapi karena ada kerjaan yang mendadak.Jadi,ia harus pergi ke kantor sekarang juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Baru saja ia,ingin mencari taxi.Langkah Aisyah pun di hentikan oleh sebuah mobil mewah yang stop di hadapan nya.


"Hi...".Sapa Dev.


"Mas,Dev?".Ucap Aisyah kaget.


"Yuk,masuk!".Kata Dev sambil membuka pintu mobil nya.


"Terima kasih,Mas.Aku naik taxi saja."Tolak Aisyah halus.


"Cepat,masuk!.Hari ini sopir taxi sedang libur semua."Ledek Dev.


Aisyah pun terpaksa naik,karena ia tidak enak menolak pria itu.


"Kok,Mas Dev bisa disini?".Tanya Aisyah heran.


"Ini lah takdir!,kita selalu bertemu saat kau butuh pertolongan ku".Ucap Dev sambil tersenyum.


"Iya,jadi aku selalu berhutang budi kepada mas Dev nih?".Kata Aisyah sambil tersenyum manis.


"Mungkin,aku adalah dewa.Penyelamat mu.Aisyah?".


Mendengar itu,Aisyah pun tertawa.Dan mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"Kok,ketawa?."Tanya Dev,kepada Aisyah.


"Gak,nyangka.Ya?,orang seperti mas Dev.Bisa ketawa juga?".


"loh,emang nya aku apa?,gini-gini aku juga.Manusia!".Jawab Dev,sambil tersenyum.


"Vampir!."Kata Aisyah spontan.


"Vampir?".Tanya Dev sambil mengeryitkan kening nya.


"Iya,seperti aktor.Di film Vampir ?."


"Ohh...Jadi,aku tampan?."Tanya Dev PEDE.


"Iya,seperti pembunuh berdarah dingin."Tambah Aisyah lagi sambil tertawa.


Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut gadis,yang di samping nya itu.Dev pun merasa seperti di sambar petir,ia tak menyangka kata-kata itu akan keluar dari mulut gadis yang ia sukai.


Melihat Dev terdiam,Aisyah pun langsung minta maaf.Ia baru sadar kalau candaan nya membuat Dev tidak nyaman.


Dev pun menjadi was-was,ia sangat takut jika Aisyah sampai tahu pekerjaan dia yang sebenar nya.


Tak terasa,mereka pun sudah sampai di depan rumah Aisyah.Aisyah pun langsung turun dari mobil Dev,ia pun mengucapkan terima kasih kepada Dev.Dan menawarkan Dev untuk mampir kerumah nya,tapi Dev menolak nya dengan alasan ada pekerjaan mendadak.


Sepanjang perjalanan Dev ,selalu memikirkan kata-kata dari Aisyah tadi,hati nya sangat kacau.


Pergulatan antara hati dan pikiran nya sangat lah membuat jiwa nya tidak tenang,kegelisahan raga nya membuat ia uring-uringan sepanjang malam,tanpa tidur sedikit pun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hallo,Dev.."Panggil orang yang di dalam telepon di sebrang sana.


"Iya,ada apa?".Jawab Dev.


"Dev,sudah hampir seminggu!kenapa?kau belum menyelesaikan pekerjaan yang aku berikan!".Tanya orang itu dengan marah.


Dev pun hanya terdiam,karena ia bingung harus bilang apa.Apalagi suasana hati nya saat ini,sedang tidak baik-baik saja.


"Dev,pokok nya!aku tidak mau tahu.Malam ini,selesai kan.Tugas mu!".Perintah nya tegas.


"Baik,bos."Jawab Dev ragu.


Sepanjang karir nya sebagai pembunuh bayaran selama hidup nya,Dev tidak pernah selemah ini.Semejak ia bertemu dengan gadis itu,Dev menjadi ragu untuk melakukan pekerjaan yang sudah ia geluti selama bertahun-tahun itu.


Dev bisa memiliki segala nya karena ia mendapat kan bayaran yang pantastis dari hasil pekerjaan nya,sebagai pembunuh bayaran.


"Haruskah?,aku akhiri semua ini?".Tanya Dev dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2