
Karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa cinta di hatinya terhadap Aisyah.Tommy pun meminta saran kepada sahabat-sahabat nya,yang kebetulan sahabat Aisyah juga.
"Dit,gimana.Kalau menurut lo?."Tanya Tommy.
"Tom,gue senang.Jika lo dan Aisyah bisa jadian,tapi kalau hubungan kalian tidak mulus.Bagaimana?dengan persahabatan kita?".Jawab Adit khawatir.
"Iya,Tom."Timpal Flo.
"Tapi,gue sangat mencintai dia?,Kalian tahu kan?.Perasaan ini sudah ada sejak dulu!."Jelas Tommy.
"Kami,ngerti!.Tom."Kata Adit.
"Tapi,apa pun!Keputusan lo?,sebagai sahabat kami akan dukung.Karena lo dan Aisyah adalah sahabat terbaik kami,kami tidak ingin kehilangan kalian!."Ujar Adit kepada sahabat nya itu.
"Lo,yakin.Aisyah,ada perasaan terhadap lo?."Tanya Flo kepada Tommy.
Mendengar pertanyaan Flo,Tommy hanya diam.Ia tidak bisa menjawab apa pun.Karena dia tidak yakin kalau Aisyah juga menyukai diri nya,selama ini Aisyah memang selalu baik dan perhatian kepada siapa pun.Bukan hanya kepada diri nya.
"Tom,apa pun keputasan lo!Kami akan dukung."Kata Adit sambil menepuk bahu sahabat nya yang sedang galau itu.
Begitu juga dengan Flo,ia ingin melihat sahabat-sahabat nya bahagia.
"Jadi,kapan?lo akan menyatakan perasaan,lo.Kepada Aisyah."Tanya Flo.
"Entahlah!Gue lagi nyari momen yang tepat?,tapi yang pasti nya dalam waktu dekat ini."Jawab Tommy.
"Kalau,lo sudah mantap?,Goodluck ya!."Ucap Adit sambil ia menyeruput kopi nya.
"Thanks,ya?.Kalian sudah mensupport ku,kalian memang the best deh!."Ucap Tommy.
"Bagaimana?,dengan Aisyah?."Tanya Flo sambil tertawa.
"Aisyah?,she is the best of the best."Jawab Tommy sambil tersenyum malu.
"Cie..cie,yang lagi Bucin?".Ledek Adit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Syah,malam ini kau ikut Mama dan Papa.Pergi ke pesta ulang tahun nya Om Tedy,ya?."Kata Mama nya saat mereka sedang makan siang.
"Om Tedy?."Tanya Aisyah sambil berusaha mengingat,siapa Om Tedy itu.
"Om Tedy,sahabat Papa mu,Nak!."Jelas Mama nya.
"Om Tedy,pengusaha sukses itu?,Ya Ma?."Tanya Aisyah lagi.
"Iya,Nak.Yang dulu sering kerumah kita!."
"Ohhh..Iya,Aisyah.Ingat Ma!,sekarang."
"Mau,ya?."Tanya mama nya sekali lagi.
"Iya,Ma.Siap."Jawab Aisyah manja,sambil memeluk Mama nya itu.
Aisyah pun menikmati hari libur nya dengan sang Mama,mereka masak bareng.Ke salon bareng,dan seharian mereka hangout ke mall.Mencari gaun untuk pergi ke pesta nanti malam,Aisyah sangat senang melakukan semua itu.Karena kesibukan nya sebagai Mahasiswi kedokteran,ia sangat jarang sekali menghabiskan waktu nya bersama keluarga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aisyah,lo.sibuk gak?".Tanya Tommy lewat pesan singkat.
"Tidak."Balas Aisyah.
"Ketemuan,yuk?."Ajak Tommy.
"Maaf,Tom.Kalau malam ini,Aku tidak bisa!."Jawab Aisyah.
"Kenapa?."Tanya Tommy balik.
"Aku mau pergi ke pesta bersama orang tua ku."Jelas Aisyah.
"Ohhh,ya sudah.Lain kali saja!."Kata Tommy sedikit kecewa.
"Emang nya,ada apa?."Tanya Aisyah .
__ADS_1
"Ada yang pengen gue omongin sama lo!."Jawab Tommy.
"Bilang saja sekarang!."Kata Aisyah.
"Gak,bisa.Aisyah!,ini hal penting!."Jelas Tommy.
"Apa,si?."Tanya Aisyah penasaran.
"Tidak,bisa!Syah."Jawab Tommy lagi.
"Oke,deh!aku tunggu,ya?."Balas Aisyah lagi.
"Oke."Balas Tommy singkat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua mata para tamu undangan,tertuju kepada Aisyah saat ia memasuki gedung tempat pesta ualang tahun sahabat Papa nya itu.Terutama kaum Adam yang masih jomblo,mereka terpanah melihat kecantikan seorang Aisyah.
"Wow,very beautiful."Kata salah satu dari mereka.
Keluarga Aisyah pun di sambut dengan hangat oleh keluarga Tedy,mereka begitu senang dengan kehadiran Aisyah dan keluarga.
Dengan sopan,Aisyah mencium tangan Tedy dan istri nya.
"Aisyah,sudah gede ya?kamu sekarang!."Kata Istri Tedy sambil mengelus kepala Aisyah.
"Ya,Tan."Jawab Aisyah rama.
"Sangat cantik,anak mu.Jeng?."
"Terima kasih,jeng.Anak kalian juga,cantik-cantik!".Mama Aisyah memuji balik istri nya Om Tedy.
"Coba,ya.Aku punya anak cowok,kita bisa jadi besan?."Celetuk Tedy kepada sahabat nya itu.
Mendengar itu,mereka pun tertawa bersama.
"Mari,silahkan.Duduk!."Kata Tedy dan istrinya kepada Aisyah dan keluarga nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kali ini ia hanya sendirian saja pergi,karena dia tidak mau.Anak buah nya mengetahui kalau dia sedang galau.
Dengan keahlian nya,Dev berhasil masuk ke tempat pesta ulang tahun.Orang kaya nomor satu di kota itu,Tedy rahmawan.Adalah target nya malam ini,mau tidak mau ia harus melakukan nya.Karena ia sudah di bayar mahal untuk itu.
Setelah berhasil masuk,Dev.Masih saja menoleh ke kanan ke kiri memastikan diri nya aman untuk melepaskan tembakan kepada sasaran nya.
Semua nya sudah ia,perhitung kan dari jauh hari,agar ia tidak gagal dalam misi nya kali ini.
Ketika ia sedang tidak fokus berjalan,tanpa di sengaja ia menabrak sesorang yang sedang mengambil minuman di samping nya.
"Brakkkk."Bunyi gelas pecah karena jatuh kelantai.
"Maaf."Ucap,Dev.
Aisyah pun cepat-cepat melihat pecahan gelas yang berserakan di lantai,sedang kan Dev.masih saja belum fokus dengan keadaan di sekeliling nya.
Mendengar insiden itu,para pelayan pun bergegas ingin membersih kan bekas pecahan gelas tersebut.
Setelah mereka sadar dan menoleh satu sama lain,alangkah terkejut nya Dev dan Aisyah.Lagi dan lagi mereka bertemu tanpa mereka rencana kan.Dengan cara di luar kehendak mereka.
"Mas,Dev."Sapa Aisyah kaget.
"Hi."Sapa Dev dengan sedikit agak gugup.
"Mas,di undang juga.Ke sini?".Tanya Aisyah spontan.
"Ya,Syah."Jawab Dev sedikit ragu.
"Aisyah,kalau saja kau tahu.Bahwa aku ke sini dengan tujuan lain,apakah?kau masih mau baik sama aku lagi?".Kata Dev dalam hati nya.
"Yuk,Mas.Ikut aku."Ajak Aisyah.
"Kemana?."Tanya Dev gugup.
__ADS_1
"Udah,ikut saja!."Kata Aisyah sambil tersenyum.
Walaupun sedikit ragu,Dev pun terpaksa mengikuti langkah Aisyah.Sampai nya di sebuah meja,Dev melihat sepasang laki-laki dan perempuan separuh baya sedang duduk di sana.
"Pa,Ma."Panggil Aisyah,mereka pun menoleh kearah Aisyah dan Dev.
"Aisyah,ini siapa?."Tanya Mama nya spontan.
"Ma,Pa,kenalkan ini.Mas Dev teman Aisyah.
"Mas,Dev.Ini Orang tua ku."Kata Aisyah memberitahu kepada Dev.
Dengan sedikit grogi,Dev langsung menyalimi tangan ke dua orang tua Aisyah.Orang tua Aisyah mengajak Dev duduk bersama mereka.
Mereka mengajak Dev ngobrol,bertanya tentang pekerjaan nya,asal usul nya dan yang lain-lain.Dev terpaksa banyak berbohong kepada mereka,karena tidak mungkin ia jujur dengan latar belakang nya saat ini.Bilang kalau dia adalah pembunuh bayaran,dan kesana untuk membunuh tuan rumah.
"Syah,Papa dan Mama.Mau bergabung dengan tamu yang lain nya,kalian silahkan saja.Ngobrol di sini!."Kata Papa dan Mama nya pamit.
"Yuk,Dev.Kami kesana dulu".
"Iya,Om."Jawab Dev.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tak ada kesempatan sedikit pun,bagi Dev untuk melakukan pekerjaan nya malam itu.Karena ia pun terlena dengan suasana kebersamaan nya bersama gadis yang ia sukai itu.
Ia pun hampir lupa,dengan tujuan utama nya datang kesana untuk apa.Saking asyik nya ngobrol mereka hampir tidak sadar kalau acara sudah hampir selesai,dan Tuan Tedy pun selamat malam itu berkat Aisyah.
Dan Dev pun berpamitan kepada kedua orang tua Aisyah untuk pulang duluan.
Di perjalanan,orang tau Aisyah bertanya lagi tentang siapa Dev sebenar nya.
"Syah,Papa.Kurang begitu suka sama laki-laki itu,Papa merasa dia bukan orang baik?."Jelas Papa nya penuh dengan keraguan.
"Pa,itu perasaan Papa saja!,Dev orang yang baik kok!,contoh nya dia sering menolong Aisyah."Jelas Aisyah untuk meyakinkan orang tua nya.
"Papa,Mu.Benar Syah!Mama juga merasakan sama seperti Papa mu rasakan?."Timpal Mama nya.
"Ma.....,Percaya deh?sama Aisyah."Kata Aisyah sambil mengenggam tangan Mama nya.
Tampak sekali kekhawatiran orang tua nya,mereka meminta Aisyah agar selalu waspada kepada siapa pun.Karena terkadang orang terdekat pun bisa berbuat jahat kepada kita.
Aisyah pun berjanji akan selalu waspada dan menjaga diri dengan baik,tak lupa memohon perlindungan kepada Allah swt.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karena kegagalan nya,Dev harus menanggung resiko nya malam ini.Dia harus ganti rugi berlipat-lipat ganda,itu di tempo sampai besok pagi.
Dev pun tambah frustasi menghadapi keadaan nya saat ini,terlintas di benak nya ingin mengakhiri hidup nya.Tapi jika bayangan wajah Aisyah melintas di benak nya,ia pun mengurungkan niat nya itu.
Air mata Dev pun tumpah tak terbendung kan lagi,ia benar-benar down.Inilah titik terendah dalam hidup nya,selama ini ia tak pernah menangis karena sebuah kegagalan.Dia rapuh di dalam kesendirian nya,tiada tempat ia mengadu.Dalam keadaan seperti ini,jauh di lubuk hati nya,ia merindukan dekapan seorang ibu.Dia ingat betul saat ia masih kecil,jika dia menanggis sedih karena di bully teman-teman nya.Dia selalu menumpahkan tangisan nya di pangkuan ibu nya saat itu,hangat,lembut dan damai.
"Ibu....."Dev memangil Ibu nya dalam rintihan.
Dia peluk potoh Ibu nya,sampai ia benar-benar tertidur pulas.Dalam tidur nya ia bermimpi bertemu Ibu nya,Dengan lembut tangan Ibu nya membelai rambut nya.
"Nak,kau harus kuat.Kau harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah kau lakukan selama ini?."Pesan Ibu nya.
"Dev,capek.Bu?."Jawab Dev lirih.
"Kau,bisa.Nak!."Ucap Ibu nya sambil tersenyum dan menghilang.
Dev pun terus saja memanggil Ibu nya,yang sudah menghilang entah kemana.
"Ibu......Jangan!pergi!.Aku butuh Ibu."Teriak Dev sekencang-kecang nya.
Dev pun terbangun ketika ia,mendengar ketukan pintu kamar nya.
"Tuan...tok..tok..."Panggil Art nya sambil mengetuk pintu.
"Iya,mbok.Ada apa?."Tanya Dev.
"Serapan,sudah siap.Tuan?."Jawab pembantu nya itu.
__ADS_1
"Ya..ya,sebentar lagi.Aku turun!."Jawab Dev.