Kau Lah Aisyah Ku.

Kau Lah Aisyah Ku.
Episode 6


__ADS_3

Di sebuah ruangan,terlihat seorang bos besar sedang duduk di kursi kerja nya.


Tampak sekali ia sedang memikirkan sesuatu,di jari nya terdapat sebatang rokok.Yang sesekali ia hisap,hingga asap nya hampir memenuhi ruangan itu.


Tak lama kemudian,ada seseorang yang mengetuk pintu nya.


"Masuk..!."Perintah nya tanpa menoleh kearah orang itu.


"Siang,Bos?."Sapa orang itu.


"Siang!."Jawab nya dingin.


"Ada apa,Bos?."Tanya nya lagi.


Tanpa menjawab, Bos besar itu membalik kursi nya kedepan.Sambil memberi sebuah amplop yang berisi uang,melihat besar nya amplop itu.Seperti nya berisi uang yang sangat banyak,membuat orang yang di hadapan nya kaget.


"Ambil!."Perintah nya kepada anak buah nya itu.


"Apa ini,Bos?."Tanya heran.


"Uang ini untuk mu!Tapi kau harus melakukan sesuatu,untuk ku!."Jelas nya.


"Jika kau berhasil,aku akan tambah lagi.Uang nya."Kata nya sambil menyulut rokok ke bibir nya yang tebal dan hitam itu.


"Baik,Bos."Jawab anak buah nya.


"Nanti,aku kirim lewat pesan.Apa saja yang harus kau lakukan untuk ku!."Jelas nya kepada anak buah nya itu.


Dia pun sudah mengerti,apa yang Bos nya itu ingin kan.Jadi setelah ia mengambilkan uang itu,dia langsung pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dev tahu Aisyah akan segera pulang dari rumah sakit,jadi ia sudah menunggu Aisyah di parkiran.


Dari kejauhan Aisyah sudah melihat mobil Dev,baru saja Aisyah ingin menghindari pria itu.Dev sudah dulu memanggil Aisyah,dan melambaikan tangan nya kearah Aisyah.Memberi kode agar Aisyah masuk ke dalam mobil nya,terpaksa Aisyah masuk ke mobil Dev.


Sebenar nya Aisyah malu,rasa nya ia tidak ingin bertemu dengan Dev dulu untuk saat ini.Karena Dev sudah menyatakan cinta nya kepada Aisyah tadi pagi.


Sebenarnya,Aisyah belum siap untuk menjawab apa-apa.Atas cinta nya Dev,ia belum bisa memutuskan sesuatu untuk hubungan mereka kedepan nya.


"Mas..sudah lama,menunggu?."Tanya Aisyah basa-basi kepada Dev,ketika ia masuk mobil.

__ADS_1


"Enggak!,Baru kok!."Jawab Dev sambil tersenyum.


"Syah,kita.Mampir makan dulu,ya?."Ajak Dev.


"Oke."Jawab Aisyah.


"Capek,ya?."Tanya Dev penuh perhatian.


"Lumayan."Jawab Aisyah sambil tersenyum manis.


"Kasian..!."Balas Dev.


"Ya,yang nama nya pekerjaan.Tidak ada yang enak,mas?."Ujar Aisyah lembut.


"Begitu lah hidup,Syah!,kita harus berjuang.Apa pun pekerjaan kita,kita harus berani mengambil resiko?."Kata Dev sangat dalam.


"Ya,Mas."Jawab Aisyah sambil tersenyum.


"Kenapa,tersenyum?."Tanya Dev heran.


"Ternyata,orang se cool Mas Dev.Bijaksana juga,ya?."Jawab Aisyah sambil tertawa.


Tak terasa mereka sudah sampai di sebuah rumah makan,mereka ingin makan malam di sana.


Lalu mereka pun memesan makanan dan minuman,karena sudah sama-sama lapar.Mereka pun makan dengan lahap sekali,Aisyah pun memuji menu makanan nya yang sangat enak itu.


Dev pun sangat senang melihat Aisyah mau makan di pinggir jalan bersama diri nya malam ini.


Karena merasa bahagia,Dev pun tidak menyadari.Kalau dari tadi ada seseorang yang mengintai nya,dan sesekali ia mengambil potoh diri nya dan Aisyah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah makan,mereka pun langsung pulang.Karena Aisyah sangat letih setelah seharian bertugas di rumah sakit.


"Syah,kau sudah bisa jawab.Sekarang?".Tanya Dev memulai percakapan antara mereka.


"Jawab,apa mas?."Tanya Aisyah pura-pura lupa.


"Pertanyaan ku pagi tadi,tentang kita?".Kata Dev lagi.


"Maaf,mas!Aisyah belum bisa memberi kepastian tentang hubungan kita!,Aisyah mau minta petunjuk dulu?."Jelas Aisyah kepada Dev.

__ADS_1


"Oke,tapi jangan lama ya?.Aku butuh kejelasan dari kamu!."Ungkap Dev sedikit kecewa.


Tapi ia bisa memahami keadaan Aisyah,tidak mudah bagi Aisyah untuk langsung menerima cinta dari seorang pria yang baru saja ia kenal.


Setelah sampai Aisyah pun pamit kepada Dev,untuk masuk kedalam rumah.


Dan Dev pun langsung pulang setelah memastikan Aisyah, sudah benar-benar masuk kedalam rumah nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepanjang malam,Dev selalu memikirkan Aisyah.Ia tidak bisa tidur karena belum mendapatkan jawaban dari gadis yang ia cintai itu,ia takut Aisyah menolak cinta.Kalau sampai cinta nya bertepuk sebelah tangan,dia takut tidak bisa mengendalikan hati nya.Yang paling ia takuti,dia akan kembali lagi ke dunia.Yang susah payah ia tinggali itu,jika ia kembali lagi.Dia akan menjadi lebih brutal lagi dari sebelum nya.


"Bu...Dev.Butuh Ibu sekarang?."Bisik Dev lirih,sambil memeluk potoh Ibu nya.


"Kenapa?,aku harus bertemu dengan mu?Aisyah."Tanya nya dalam hati.


"Ternyata,jatuh cinta itu berat?.Lebih berat dari melepaskan tembakan ke tubuh sesorang yang ia lakukan selama ini,ketika dia masih menjadi pembunuh bayaran dulu."Gumam nya dalam hati.


"Ayo,lah Dev!kau harus tenang?."Ujar nya,untuk menenangkan diri nya sendiri.


Semua ini sangat menyiksa hati nya,ia terbelenggu dalam pusaran cinta yang belum pasti.


Dia terlalu berharap,karena ia sudah melepaskan separuh kehidupan nya demi cintanya kepada gadis itu.


Semua ini membuat Dev seperti orang gila,selama ini apa yang ia mau pasti segera dia dapat,tanpa harus menunggu lagi.Tapi karena cinta nya kepada Aisyah ia harus merasakan yang nama nya menunggu.


Hal yang paling membosankan di dunia ini adalah menunggu.Apalagi menunggu sesuatu yang tidak pasti.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dengan tenang Aisyah meminta petunjuk kepada sang pemilik hati,ia melaksanakan sholat istikharah dan tahjjud.Dengan hati tak menentu Aisyah berdoa kepada Nya,agar supaya di mantapkan hati nya untuk memilih yang terbaik.


"Ya Allah...sesungguh nya hati ku,hanya lah milik engkau?,beri aku yang terbaik.Jika dia adalah takdir ku,dekat kan lah kami?,jika dia bukan yang takdir ku.Maka jauhkan kami?."


"Jika dia orang yang Kau pilih untuk ku,maka satu kan kami karena satu tujuan .Yaitu cinta karena Engkau ya Allah?."


"Tak satu pun pertemuan di dunia ini tanpa alasan,ya Allah?.Ku pasrahkan hidup ku dan mati hanya kepada Mu?."Ucap Aisyah lirih,tanpa terasa buliran air mata nya menetes hangat membasahi pipih nya.


Selesai berdoa Aisyah pun melanjutkan membaca Al quraan,dan melanjutkan tidur karena besok ia harus bertugas di rumah sakit.


Aisyah percayakan jawaban doa nya kepada sang pemilik kehidupan,dia biarkan doa-doa itu menembus langit dan bertarung di sana.Karena keyakinan nya lah membuat nya tenang dan ikhlas menerima apa pun,apa yang Allah inginkan atas kehidupan nya.

__ADS_1


Karena Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan bukan sekedar kita inginkan,Dia lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.


__ADS_2