
Azzam mengatakan bahwa sedang ada masalah di pondok pesantren, tetapi umi selalu bilang jangan dulu bilang ke Khodizah nanti takut kecewa umi selalu bilang jangan dulu bilang nanti kecewa, dan akhirnya kak khodizah tau bahwa suaminya melakukan penggelapan dana, dan tidak percaya bahwa suaminya yang baik dan Sholeh itu seperti itu, keluarga khodizah pun berantakan dan suaminya merekapun jadi tau bahwa suaminya sering pergi ke diskotik, kecewanya hati umi karena kesedihan anak kesayangannya. Dirumah Azzam pun mulai berbicara persoalan tentang Furqon suami kak khodizah.
" Umi ada masalah tentang pondok pesantren, anak santri jadi tidak pernah makan pagi, mereka hanya merasakan makan siang saja, mereka mendapatkan makanan sekali dalam Sehari
" Azzam beri sedikit waktu untuk umi berfikir bahwa yang melakukan ini bukan mas Furqon kakak dari khodizah", kata Azzam kepada umi
" maksud kamu apa Azzam kamu menuduh kakakmu dengan semua yang terjadi pada pondok pesantren Darussalam, apa kamu masih percaya dengan orang lain yang sepertinya itu kepada kakak kamu",ucap umi
" Bukan menuduh umi ini memang seperti itu adanya jika umi tidak percaya umi boleh tanya langsung ke kak Khodizah dengan kebenaran apa yang terjadi dengan pesantren", kata Azzam
" Kita akan menunggu Khodizah sedang di jalan kita dengar semua apa dia tau tentang suaminya yang seperti itu kita tunggu saja mungkin benar atau tidak kita tunggu kejelasannya dari khodizah", kata abi
***
Ainun terus menangis ingat ketika mereka dekat, dan datang ke rumah Azzam disambut baik oleh keluarga Azzam.
" Kenapa kamu terus menangis Ainun ?" Kata Abi Ainun
" Aku sangat merindukan Azzam Abi", kata Ainun sambil menangis di kamar
Datang wanita cantik berjilbab bernama Ainun, yang berkerja sebagai Dosen muda disalah satu universitas daerah Jakarta. Salah satu anak dari sahabat lama Ibunya salah satu investor yang ikut bernaung dalam pembangunan Pesantren Al-Azhar Milil Ustadz Habibie.
" Assalamualaikum Umi " ucap Ainun.
" Waalaikumsalam " jawab um
" Ini Ainun umi, Apa umi masih ingat aku, Ainun " ucap Ainun sambil tersenyum lebar.
__ADS_1
" Ainun, Ainum " jawab umi bingung.
" Ini umi aku Ainun anaknya ustad soleh umi tahu kan sahabat umi" Ainun menjelaskan.
"Ya Allah Ainun cantik sekali kamu nak cantik sekali 25 tahun sudah kita tidak bertemu kamu tambah sukses ayo masuk ayo masuk sampai ke aku lupa untuk dibawa ke dalam rumah ayo ayo duduk ayo" Ajak Umi kepada Ainun.
" Makasih Umi, Umi tinggal sama siapa di sini Ami ada kalau Ustadz Azzam?" Ucap ainum sambil melirik ke arah tangga seperti mencari siapa.
"Di sini ada Abi oh iya umi panggilkan Abi sebentar ya" jawab umi.
***
"Ada tamu tamu jauh Abi tahu Ainun sahabat Umi anaknya ustad soleh yang kuliah di solo dan katanya Ainun sekarang jadi dosen dosen muda di universitas Jakarta ternyata dia sengaja ke sini untuk menemui Azam" ucap umi kepada Abi
" Oh ya dia hanya mampir mungkin umi" jawab Abi.
***
" Abi assalamualaikum" ucap Ainun
" Waalaikumsalam ainun pangling sekali sudah berapa lama tidak berjumpa terkahir bertemu pas waktu kamu masih kecil sebelum masuk pesantren kan " kata Abi.
" Iyah Abi terkahir waktu Ainun main bareng bersama Azam" jawab Ainun.
" Umi Abi mu bagaimana kabarnya Ainun kok tidak ikut kemari? "Tanya umi kepada Ainun.
" Tidak umi, Abi dan umi sedang pergi ke Kalibata untuk mengisi penceramah, tidak melihat Azam umi, Azam kemana ?? Apa ada dirumah umi? "Ucap Ainun.
__ADS_1
" Azam tadi umi lihat sedang sholat sebentar lagi pasti turun untuk makan " jawab umi.
" Ainun mending sambil mengobrol kita lanjut diruang makan saja sambil makan siang kita, bagaimana ayok?" Kata Abi.
" Ayo Ainun kita makan bersama" ucap umi.
***
Umi, Abi dan Ainun pun makan siang bersama tapi Azam masih belum turun dari kamarnya. Dan Azam tiba-tiba datang dan makan bersama sambil menyapa Ainun teman kecil nya.
" Ainun apa kabar ? Ucap Azam.
" Aku baik Azam, sudah lama kita tidak bertemu Azam " tersenyum Ainun kepada Azam.
Ainun menceritakan semua kebaikan keluarga Azzam ketika ia dirumah Azzam disambut baik oleh keluarganya, dan yang paling penting Ainun sangat sangat merindukan keluarga Azzam dia sangat merindukan Azzam betapa ia sedih dan kecewa ketika diperlakukan seperti itu, diakhiri dengan kesedihan dan kekecewaan.
" Sudah Ainun jangan seperti ini, kamu tidak baik menangis dan membahas tentang Azzam terus menerus, Azzam tidak memilih kamu Ainun kamu bukan pilihannya, kamu anak baik mungkin kamu bisa dan pasti mendapatkan yang lebih baik dari Azzam, aku percaya itu, dia orang jahat tidak pantas untuk anak Abi yang paling baik Azzam tidak pantas mendapatkan sosok yang baik seperti kamu" kata Abi sambil menenangkan Ainun
" Sudah Ainun sudah kamu seperti orang yang kehilangan hidup, kamu bisa cari laki-laki yang sepadan dengan keluarga kita. Gausah seperti itu", kata umi Ainun sambil mengusap kepala Ainun
" Azzam itu seperti sudah mempunyai wanita lain yang ia incar dari lama",kata Abi
" Umi dengar Azzam dekat dengan wanita yang kerja di dunia malam, pantas saja ia sering keluar masuk diskotik, ternyata dia hanya ingin memuaskan nafsunya, dan mendapatkan wanita pelacur", bentak umi
" Jika seperti itu Azzam dekat dengan wanita penghibur bukan yang lainnya, dia dekat dan ingin menikah menurut berita diluar sana, azzam dekat dengan penari diskotik anak dari yang punya diskotik, jika benar seperti itu keluarga Azzam pasti marah dan kecewa dengan Azzam yang kelakuannya dipuja puji oleh keluarga terhormat Azzam,, Azzam anak baiklah, Solehah, ternyata apaa dia hanya bisa dekat dengan wanita seperti itu.
Mereka bingung kenapa Seorang Ustadz Azam bisa mengenali perempuan seperti itu, mungkin mereka pikir Ustad Azam tidak pernah kenal dengan orang-orang seperti itu. Seketika mereka bingung Ainun pun pergi ke rumah Azzam dan mencari tau tentang wanita itu.
__ADS_1