Kau Pertemukanku Dengan Tuhanku

Kau Pertemukanku Dengan Tuhanku
Serius


__ADS_3

" Azzam telah pergi bersama Tasya Mengetahui bahwa mereka pergi bersama", kata Abi sambil duduk


" Dia pergi bersama wanita liar itu", ucap umi


" Wanita itu punya nama umi, jangan seperti itu ", bentak Abi


****


Siang hari matahari mulai terik dikantor polisi Azzam bersama Tasya menemui Polisi tanya Azzam kepada polisi ." Saya keluarga dari Nyonya Angelica", ucap Azzam


" Silahkan duduk terlebih dahulu, kami disini dari tim polisi bahwa nyonya Angelica adalah penyebar obat dan barang berbahaya mereka berdahak ke semua kota", ungkap polisi sambil menjelaskan kepada Azzam dan Tasya


" Apa? Tidak mungkin itu, mami saya tidak mungkin seperti itu mereka kerja, bukan penyebar barang seperti itu aku yakin orang tuaku bukan seperti itu", kata Tasya sambil menangis terkejut


" Apa yang harus kamu lakukan untuk mengeluarkan mereka ?" Kata Azzam


" Mereka dihukum 15 tahun penjara", kata polisi


" Tidak mungkin tidak mungkin ", bentak Tasya sambil teriak


" Tenang tenang. Tapi mereka bukan pengguna, mereka hanya penyebar saja, mungkin akan dikenakan sanksi atau denda saja", kata polisi


" Berapa pun saya bayar ", ucap Azzam


" 100 juta", kata polisi


" Apaa !!!!", Bentak Tasya


" Kita tunggu sidang besok hari kalian bisa datang lagi besok ", kata polisi


***


" Bagaimana aku bisa punya uang 100 juta uang dari mana aku, apa aku jua diskotik saja ", kata Tasya


" Tidak Tasya hari ini aku aku bakal bantu kamu kamu tenang, aku bakal buktikan bahwa aku bisa menikahi kamu dengan syarat orang tua mu seperti ini", ucap Azzam


" Aku tidak bisa berdiam seperti ini, padahal kamu sudah banyak membantu,", kata Tasya


" Aku masih punya tabungan dan Abi pasti bantu", kata Azzam


" Tidak, aku tidak mau membebani orang tua kamu, semakin aku mempersulit kamu, semakin aku dibenci umi kamu", bentak Tasya kepada Azzam


***


Abi sedang berada didalam rumah dan tanpa sengaja Azzam memanggil Abi. " Abi", kata Azzam kepada Abi


" Iya Azzam kenapa?" Jawab Abi


" Azzam perlu bantuan Abi", kata Azzam


" Bantuan apa Azzam?" Jawab Abi


" Mami nya Tasya masuk polisi, masalah perdagangan barang yang tidak boleh di konsumsi tapi mereka memperjual belikan dengan mudah, dan sekarang masuk polisi, Tasya ingin mengeluarkan maminya tapi Azzam bingung harus bagaimana Abi", kata Azzam


" Kasian anak itu, berapa banyak cobaan yang harus anak itu rasakan, kasian. Abi Carikan pengacara untuk membebaskan orang tua Tasya", jawab Abi

__ADS_1


" Beneran Abi mau bantu Azzam?" Kata Azzam


" Iya Azzam Abi bantu kamu", jawab Abi


" Terimakasih Abi", jawab Abi


"


*******


Tidak ada satupun manusia di muka bumi ini yang bisa menebak siapa jodohnya nanti. Hal tersebut membuat cinta memang tidak bisa diprediksi. Seperti kisah seorang ustad yang mencintai wanita penghibur. setelah mendengar pengakuan Azzam kepada Tasya bahwa ia ternyata sangat mencintainya, Ainun merasa sangat kecewa dan langsung pergi dari rumahnya. Saat mengetahui bahwa lamarannya batal, Azzam langsung menghampiri Tasya dan mengajaknya untuk menikah.Azzam mengajak Tasya untuk sarapan yang kemudian ia menyadari ada rasa kekhawatiran dalam wajahnya. Azzam menebak bahwa Tasya takut kalau keluarga Azzam tidak akan menerima menantu seperti Tasya. Azzam mengatakan kepada Tasya bahwa dirinya tidak perlu khawatir, karena ayahnya sudah merestui Azzam untuk melamar Tasya serta memberinya semangat. “Ketahuilah, ayahku merestuiku untuk melamarmu. Dia memberiku penguatan,” ungkap Azzam.


" Tasya apakah kamu mau menikah dengan ku?" Kata Azzam kepada Tasya


" Apa kamu yakin dengan semua janji kamu yang mau menikahi diriku Azzam?" Jawab Tasya sambil ragu


" Aku sering berjanji padamu Tasya, kenapa kamu seperti tidak yakin kepada diriku aku sungguh tak ada yang aku tutupi untuk dirimu Tasya, kenapa kamu seperti ragu?" Kata Azzam sambil melihat Tasya ragu


" Aku sungguh tidak mau memisahkan antara kamu dan Umimu, aku takut antara kamu dan umi kamu jadi kurang baik hubungan mu", jawab Tasya


" Kita sama-sama untuk berjuang demi restu orangtua, jika kamu yakin besok kita menikah di Pondok pesantren Darussalam", ungkap Azzam.


****


Mami, Merry dan Jho telah berhasil keluar dari penjara, mami mulai menyadari bahwa Azzam yang telah membantu mami, lama kelamaan mamipun merestui mereka, tapi mami malah mengusir mereka pergi, dihati paling terdalam mami merestui Tasya dan Azzam, karena mami yakin Azzam akan melindungi Tasya.


" Assalamualaikum mami", ucap Tasya dan Azzam


" Ada apa kalian kemari mau apa ?" Jawab mami sambil berdiri di pintu


" Oh begitu ya, ya sudah . Tetapi hutang kamu tetap hutang kepada mami", bentak mami


" Kok gitu mam, semua yang Azzam lakukan untuk menebus mami dikantor polisi apa?" Kata Tasya


" Mami mengurus kamu tidak sebanding dengan apa yang diberikan Azzam kepada mami, lebih dari itu", bentak mami


" Benar Tasya, orang tua mengurus kita itu tidak ada harga dan jumlah jika kita hitung, kasih sayang seorang ibu tidak sebanding dengan apa yang diberi selama ini", kata Azzam


" Ini sudah kami siapkan pakaian kamu, sekarang kamu pergi dan menjauh dari mami!!! Balik lagi kemari jika kamu sudah bawa uang untuk mami", bentak mami sambil membanting Tas pakaian Tasya


" Mami kenapa usir aku?? Mami kenapa, aku tidak boleh jauh dari mami, Tasya sayang mami jangan seperti ini kepada Tasya mami", kata Tasya sambil menangis


" Pergi sekarang juga bersama suami mu itu, pergi!!!!!" Bentak mami sambil menutup pintu


****


" Harus dimana aku malam ini, rumahpun sudah diusir oleh mami, mami sudah tidak anggap aku sebagai anak lagi, mami sungguh tega kepadaku Azzam", ucap Tasya sambil  menangis


" Malam ini, kamu tinggal di penginapan saja aku anter malam ini", kata Azzam


" Tapi aku ", ucap Tasya


" Kenapa kamu takut?" Kata Azzam


" Tidak aku tidak takut", jawab Tasya

__ADS_1


" Kau tidur didalam saja, aku tidur diluar menemani mu", ucap azzam


" Kamu pulang saja aku merasa aman sendiri", jawab Tasya


" Tidak, aku menemani kamu disini. Tidak usah khawatir aku tidak akan berbuat jahat padamu, jika kamu merasa takut tutup pintunya dan kunci dari dalam aku menemani kamu diluar", kata Azzam sambil menenangkan


" Yaudah kita tidak usah tidur malam ini kamu diluar dan aku Disni kita sambil bercerita", kata Tasya


**********


Restu orang tua merupakan salah satu komponen penting saat membangun rumah tangga. perjuangan Azzam, seorang ustad muda yang berusaha mendapatkan restu dari ibunya untuk menikahi wanita pujaan hatinya yang merupakan seorang wanita penghibur. Setelah melalui cukup banyak drama dengan keluarga dan juga mantan calon istrinya, Azzam akhirnya berhasil menikahi Tasya dengan sah. Pernikahannya pun hanya dihadiri oleh ayahnya, Abi Hassan Malik Umar yang berperan sebagai saksi nikahnya. Namun, pernikahan Azzam dengan Nur masih belum direstui oleh ibunda Azzam, umi Musalmah. Esok pun tiba Azzam dan Tasya menikah.


" Ini kamu pakai ini untuk kita menikah", kata Azzam sambil memberikan jilbab untuk Tasya pakai


" Aku tidak pantas pakai ini Azzam", jawab Tasya sambil memegang Jilbab


" Kamu cantik dan cocok pakai jilbab kamu harus belajar insyaallah kamu bisa dan terbiasa aku yakin padamu Tasya", kata Azzam


" Bismillah aku pakai sekarang", ucap Tasya samb pakai jilbab di kepalanya


" Subhanallah luar biasa sangat cantik sekali Tasya ", kata Azzam


" Tasya kamu sangat cantik pakai jilbab itu", ungkap Abi


" Abi bisa saja, terimakasih Abi", kata Azzam


" Ayo sekarang kita kebawah penghulu sudah menunggu dibawah , Tasya dan Azzam Langsung kebawah Abi ambil dulu sesuatu ada yang Abi lupa", kata Abi


" Ya Abi kami ke bawah", jawab Azzam


" Sudah siap untuk menikah? Dan sudah siap untuk mewujudkan melaksanakan kewajiban menikah, dan menjadi suami istri yang di ridhoi Allah SWT", kata Ustadz


" Insyaallah saya yakin", jawab Azzam


" Azzam ini yang bisa Abi berikan kepada kalian sepasang cincin untuk pernikahan kalian", kata Abi sambil memberikan cincin


" Abi, baik sekali Abi terlalu baik bahkan Abi sudah banyak membantu Azzam , bahkan restu dari Abi saja Azzam sudah berterimakasih", kata Azzam sambil pegang tangan Abi


" Kalian sekarang sudah menjadi sepasang kekasih, suami istri Abi percaya kalian bisa menjalin rumah tangga dengan baik insyaallah", kata Abi sambil pegang tangan Azzam


" Azzam sangat-sangat berterimakasih kepada Abi, Abi sangat sangat baik, dan sekarang Azzam sedang berpikir bagaimana cara agar umi bisa merestui Azzam dan Tasya Abi", ungkap Azzam


" Tidak usah khawatir lambat laun umimu pasti akan merestui hubungan kalian apa lagi kalian sudah menikah, dan mau tidak mau Umi akan restui kalian", kata Abi kepada Azzam


*******


Setelah melalui cukup banyak drama dengan keluarga dan juga mantan calon istrinya, Adam akhirnya berhasil menikahi Tasya dengan sah. Pernikahannya pun hanya dihadiri oleh ayahnya saja, yang berperan sebagai saksi nikahnya. Namun, pernikahan Azzam dengan Tasya masih belum direstui oleh ibunda Azzam, Musalmah. Dengan tidak adanya restu dari ibunda suaminya, setiap hari Tasya selalu berdoa agar ibu Azzam dapat merestui pernikahannya serta keluarganya dapat bersatu lagi. "Ya Allah ya Tuhanku, tolong persatukan keluarga ini lagi. Lunakkanlah hati ibu mertuaku. Bila ini adalah ujianku yang berikutnya, aku akan menerimanya. Jadikan aku hambamu yang bersyukur atas anugerah-Mu,” Kata Tasya dalam doanya.


" Apakah kita akan terus di sini apakah kamu tidak akan mencoba membawa aku kembali kepada orang tuamu termasuk ummi Apa kamu tidak akan mencoba membawa aku kembali apakah barangkali Umi sudah berubah pikiran dan bisa menerima aku termasuk menerima kamu kembali ke rumahnya aku tidak ingin memutuskan hubungan anak dan ibu aku tidak mau hubungan aku dan kamu menjadi sedih untuk Umi kamu aku yakin mungkin kita harus lebih sabar dan yakin pasti Umi akan menerima kamu kembali di mana? Besok kita ke rumah umi aku akan membawakan masakan kesukaan Umi apakah kamu mau sekali ini Saja kita tengok Umi", kata Tasya kepada azzam sambil memohon


" Ya besok kita coba ketemu umi, oh ya kamu sekarang sudah menjadi istriku, dan terimakasih sudah mau bersama-sama dan sudah mau mengingatkan ku untuk terus berusaha dekat dengan umi, dan kamu tidak ikut membenci umiku", ungkap Azzam sambil pegang kepala Tasya


" Aku berusaha menjadi seorang istri yang menurut agamaku, walaupun aku bukan dan belum menjadi istri yang sempurna tapi aku akan berusaha dan terus belajar Mas Azzam", ucap Tasya kepada Azzam sambil pegang tangan suaminya.


Apakah suatu hari ibunda Azzam akan merestui pernikahan anaknya dengan Tasya , seorang wanita penghibur? Dan bisakah keluarga Azzam bersatu kembali untuk menerima Tasya ?

__ADS_1


__ADS_2