Kau Pertemukanku Dengan Tuhanku

Kau Pertemukanku Dengan Tuhanku
Ending


__ADS_3

Esok hari pun tiba Tasya dan Azzam menemui umi dan Abi bersama Tasya mereka sangat antusias untuk bertemu dengan umi membawakan makanan kesukaan Umi yang dibuatkan oleh Tasya sendiri. " Sayang?" Panggilan pertama Azzam untuk Tasya.


" Kamu memanggilku sayang?" Ujar Tasya


" Ya memang kenapa ?" Kata Azzam sambil menemani masak


" Sangat Manis sekali kamu panggil aku sayang aku langsung tersipu malu seperti ini suami", ujar Tasya sambil memotong Sayuran


" Panggilan sayang untuk orang yang aku sayang saat ini", kata Azzam


" Bisa saja kamu", ujar Tasya sambil mengusap tangan Azzam


" Bagaimana sudah beres masaknya?" Kata Azzam


" Hampir beres suami", ujar Tasya


" Aku siap-siap dulu ya habis ini kita langsung berangkat", kata Azzam


" Ya aku menghampirimu Azzam", ucap Tasya


******


Berada dirumah umi dan Abi, tak lupa untuk mengetuk pintu dan mengatakan, " Assalamualaikum", kata Azzam dan Tasya


" Waalaikumsalam, anakku sini masuk anakku", Kata Abi sambil nada bahagia anaknya datang bersama menantunya


" Abi sehat", ucap Azzam


" Abi sehat anakku", jawab Abi


" Umi mana Abi", kata Tasya sambil membawa makanan


" Umi ada dikamar ", jawab Abi


" Mungkin kita menghampiri umi terlebih dahulu Abi", ungkap Tasya


" Ya kita ke kamar umi", kata Azzam


*****


Dikamar umi sedang membaca buku sambil melihat ke teras rumah, Azzam panggil umi, " umi Assalamualaikum", ucap Azzam smabil menghampiri umi dan cium tangan


" Waalaikumsalam", jawab umi sambil melihat kebelakang ada Azzam dan Tasya


" Umi Umi bagaimana keadaannya apakah Umi sehat Azzam sangat merindukan Umi maafkan semua kesalahan Azzam dan ini Azam membawa istri Umi Tasya ", kata Azzam


"Jika kamu sungguh sayang kepada Umi Tidak sepantasnya kamu memaksakan menikah tanpa restu dari Umi itu tandanya kamu memang tidak menyayangi Umi dan kamu ngapain kamu ikut ke sini wanita pelacur ", bentak Umi

__ADS_1


"Umi tidak boleh seperti itu sekarang wanita ini istri Azzam, Umi tidak boleh seperti itu Umi harus menghargai azab Dan ini pilihan Azam ", ucap Azzam


"Wanita jahat kamu telah mengambil anakku dari saya jika kamu wanita baik-baik kamu tidak akan memaksakan menikah karena tanpa restu orang tua ibunya kamu tidak punya pemikiran seperti itu kan intinya kamu itu adalah sudah menjauhkan aku dari anak saya wanita seperti kamu tidak pantas di sini lama-lama pergi kamu pergi", bentak Umi sambil mengusir Tasya


"Cukup Umi cukup Umi tidak bisa seperti itu mau tidak mau Umi sekarang harus menerima Tasya sebagai menantu Umi bukan seperti malah ini malah lebih jahat, semakin Umi seperti itu adzan tidak akan kembali lagi ke sini wanita itu Tasya yang membujuk untuk kemari menemui Umi bukan Azam yang mau tapi Tasya yang membujuk aja untuk ke sini dan membawakan makanan kesukaan Umi", ungkap Azam


" Cukup Azzam dan Umi tolong berhenti jangan seperti itu kita harus hargai keputusan anak kita sendiri Azzam sudah menikah dan sudah memilih wanita itu dan saatnya sekarang Umi untuk menerima Azam dan Tasya sebaiknya kita membiarkan mereka tinggal di sini", kata Abi


"Tidak boleh tidak mau bersama anak itu semua wanita pelacur Umi tidak mau ", bentak Umi sambil berdiri


" Jika seperti itu Azzam dan Tasya pergi saja Abi, mungkin umi tidak akan bisa menerima Azzam kembali", kata Azzam sambil pamit ke Abi dan umi


" Azzam mau kemana kamu, jangan seperti ini umi mu tidak seperti itu kita bisa berbicara baik-baik", ucap Abi sambil tahan tangan Azzam


" Tasya juga pamit umi, Abi ", kata Tasya


Saat mereka melangkah pergi Abi menasehati umi," jika umi terus seperti ini Azzam lama-lama semakin  menjauh dari kita, bukan Abi yang di jauhi tapi umi semakin Azzam menjauh dari umi, umi harus sadar dan tau buka hati umi dan coba iklas untuk menerima semuanya jika umi sayang ke Azzam dan mau dekat Azzam umi harus menerima Tasya juga yang sekarang jadi istri Azzam", ucap Abi sambil duduk


Umi berpikir dan ternyata sangat benar sekali apa yang dikatakan Abi, dan umi memanggil Azzam diluar, " Azzam, Azzam tunggu", kata umi


" Ada apa umi?" Jawab Azzam


" Malam ini kamu menginap saja dirumah sehari saja bersama Istri mu, ini kata umi, umi yang menginginkan", ungkap umi


" Umi yakin", kata Azzam


" Tapi umi ", kata Tasya


" Ayo masuk ", ucap Umi


Umi masuk terlebih dahulu, dan Tasya panggil Azzam. " Mas kenapa umi tiba-tiba seperti itu apa umi baik-baik saja ", kata Tasya


" Aku juga bingung kenapa umi tiba-tiba seperti itu aku bingung, semoga umi baik-baik saja kita berpikir positif saja, mungkin tadi Abi memberi tahu kepada umi dan umi sudah berubah.


" Masuk anakku kemarilah", kata Abi kepada Azzam dan Tasya


" Abi kenapa umi tiba-tiba seperti itu kepada Azzam, apakah Umi sudah berubah baik ?" Ungkap Azzam


" Kita tidak tau Allah SWT akan merubah manusia dan mengetuk pintu hatinya, mungkin ini jalan terbaik" kata Abi


Umi berdiam diri dikamar umi tidak sekalipun berbicara kepada Tasya, saat makan malam pun umi setelah Tasya datang duduk bersama diruang makan umi malah pergi, panggil umi kata Abi. " Umi mau kemana kenapa umi pergi", ucap Azzam


" Umi tiba-tiba kurang baik lanjut Saja kalian makan", kata umi sambil pergi


" Ternyata umi masih belum menerima diriku dengan baik", ucap Tasya didalam hati


" Tidak apa, kita lanjut makan. Biar nanti umi makan dikamar saja", ungkap Abi sambil menenangkan Tasya

__ADS_1


Esok harinya setelah Tasya menginap di rumah di rumah Azam ketika Azzam dan Abi pergi ke pondok pesantren Tasya berdua dengan Umi di rumah tetapi Tasya tidak berani ke luar kamar karena malu terhadap bumi dan Tasya merasa kelaparan Tasya membantu Umi memasak di luar tapi Umi malah pergi dengan kehadiran Tasya. Tasya memanggil Umi. "Umi biar tasnya bantu ,Tasya bantuin Umi masak ya ", kata Tasya


"Kok Umi langsung pergi ya Umi masih saja seperti yang kemarin-kemarin aku kira Umi sudah membaik ",ucap Tasya di dalam hatinya


"Assalamualaikum Umi, ke mana Umi siapa wanita itu yang lagi masak?" Ucap Khodizah sambil masuk kedalam tidak ada umi , tapi malah liat Tasya yang sedang memasak


" Kak khodizah ?", Ucap Tasya


" Siapa kamu!!! Wanita pelacur dasar !! Beraninya kamu Menginjak ke rumah ini, kamu hanya wanita pembawa sial untuk keluarga ini, ngapain kamu datang kesini untuk apa? ", Bentak kak khodizah


" Aku, aku disini ", kata Tasya ketakutan dibentak kak Khodizah


" Belaga polos kamu, ambil adik aku. sekarang kamu pergi dari sini, pergi sekarang juga !!!! Pergi!!! ", Bentak kak khodizah sambil tarik tangan Tasya


" Tunggu kak Aku menunggu Suamiku dulu", kata Tasya


" Pergi sana pergi kamu dari sini jangan kembali", bentak Kak khodizah sambil mengusir Tasya dari rumah.


Setelah Khodizah berhasil mengusir Tasya dari rumahnya, ia kemudian berusaha menutupi kejadian tersebut dengan berbohong kepada Azzam dan ayahnya dan mengatakan bahwa alasan Tasya pergi adalah karena kemauannya sendiri. Namun, Amirul adik lelaki Azzam menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Azzam. Saat mengetahui bahwa ternyata alasan Tasya pergi karena diusir oleh kakaknya, Azzam langsung pergi berbicara dengan ibunya dan mengutarakan rasa kekecewaannya. Kemudian, dia ditelepon oleh pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa Tasya sedang dirawat disana. 


Mendengar hal tersebut, Azzam langsung pergi menjemput Tasya dan mengatakan kepada Ibunya bahwa jika ibunya tidak bisa menerima keberadaan Tasya sebagai istrinya, maka Azzam juga akan ikut pergi bersama Tasya . 


“Jika Umi tak suka dia ada dirumah ini, aku akan membawanya keluar.” Ujar Azzam. 


Apakah ibunda Azzam akan dengan ikhlas melepas anaknya? Atau justru ia akan berusaha menerima Tasya agar tidak kehilangan anaknya? 


******


Setelah Khodizah berhasil mengusir Tasya dari rumahnya, ia kemudian berusaha menutupi kejadian tersebut dengan berbohong kepada Azzam dan abinya dan mengatakan bahwa alasan Tasya pergi adalah karena kemauannya sendiri. Namun, Amirul adik lelaki Azzam menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Azzam. 


Berlanjut saat mengetahui bahwa ternyata alasan Tasya pergi karena diusir oleh kakaknya, Azzam langsung pergi berbicara dengan ibunya dan mengutarakan rasa kekecewaannya. Kemudian, dia ditelepon oleh pihak rumah sakit yang mengatakan bahwa Tasya sedang dirawat disana. 


Mendengar hal tersebut, Azzam langsung pergi menjemput Tasya dan mengatakan kepada Uminya bahwa jika umi tidak bisa menerima keberadaan Tasya sebagai istrinya, maka Azzam juga akan ikut pergi bersama Tasya.


“Jika Ibu tak suka dia ada dirumah ini, aku akan membawanya keluar.” Ujar Azzam. 


Apakah Umi Azzam akan dengan ikhlas melepas anaknya? Atau justru ia akan berusaha menerima Tasya agar tidak kehilangan anaknya? 


********


setelah pergi meninggalkan Syed Furqon, Khodizah mendengar sebuah ceramah di radio yang mengatakan jika seorang istri berpisah dengan tidak baik-baik dengan suaminya, maka para malaikat akan mengutuknya sampai dia kembali.


Mendengar ceramah tersebut, Khodizah memutuskan untuk pulang menemui suaminya dan mengizinkannya untuk menikah lagi, asalkan tidak berzinah. Mendengar ucapannya tersebut, Furqon sangat senang


Walaupun Khodizah sudah memaafkan Syed Furqon atas perbuatannya, ia justru merasa sangat senang ketika istrinya memperbolehkan untuk melakukan poligami.


Lantas, bagaimana dengan orang tua Khodizah saat mengetahui kondisi pernikahan anaknya? Tunggu di novel baru🥰

__ADS_1


*******


__ADS_2