
"Zel" panggil seseorang.
Grizel menoleh ke arah pintu.
"Kenapa Ren? " tanya Grizel dengan bingung.
"Gak, lo lama banget di toilet jadi gue samperin deh" ujar Irene dengan cengengesan.Grizel mengangguk.
"Yaudah yuk ke kelas" ajak Irene sambil menarik tangan Grizel. Grizel hanya mengikuti langkah Irene yang menarik tangan nya.
Di tengah perjalanan menuju kelas Irene dan Grizel di hadang oleh kakak kelas.
"HEH LO BISA GAK SIH JAUHIN KEI, DIA ITU PUNYA GUE ******" bentak salah satu kakak kelas tersebut. sambil mencengkram tangan Grizel.
Ive' batin Grizel
"HEH LO APA-APAAN SIH HAH"
"LO SIAPA NYA KEI HAH PACAR, ISTRI, SIMPENAN, TEMAN, SAUDARA , HAH SIAPA NY KEI LO!!! " bls Irene dgn bentakan sambil melepas tangan Grizel dari Ive.
"Kalian berdua tahan dia" perintah Ive sambil menunjuk Irene. Teman teman Ive hanya melakukan ap yang di perintahkan Ive, 2 orng tersebut adalah Dara dan Dania.
"Irene!! " ucap Grizel sambil berlari ke arah Irene. Grizel di dorong hingga jatuh oleh Ive
"Lepasin gue, jangan lo apa-apain Grizel" marah Irene.
"Urusan lo sama gue" ucap Ive sambil mencengkram dagu Grizel dengan sangat kuat.
Shhh
Ringgis Grizel.
"Lo itu gak pantas di perlakukan baik. lo itu seharusnya di perlakukan layak nya Pembantu"
"Lo itu gak pantes buat kei lo itu anak orang miskin lo disini itu karna beasiswa" ucap Ive.
"Gue diem krna lo lbh tua dri gue tapi di lihat dari kelakuan lo, lo gak pantes di hormati sebagai seorang senior" tekan Grizel.
"See, lo pikir gue bakalan peduli tentu tidak"
Ive membuka tutup botol minum lalu menyiramkan nya ke Grizel.
"Grizel" Irene mencoba melepaskan pegangan dri Dara dan Dania.
"Lepasin gue *****" maki Irene ia telanjur marah melihat Grizel dia bully oleh Ive.
Grizel hanya diam air nya begitu dingin muka nya pucat seperti tidak ada darah mengalir di tubuh ny.
"DENGERIN YA LO" cengkraman tangan Ive semakin kuat di dagu Grizel
"GAK PANTES BUAT KEI ******" Ive membentur kan kepala Grizel ke dinding hingga dahi Grizel mengeluarkan banyak darah.
"Kita pergi" ajak Ive kepada teman-teman nya. Ive dan doubD mengikuti langkah Ive. Irene yang telah di lepaskan pun berlari ke arah Grizel.
Irene lari ke arah Grizel dan memangku kepala Grizel dan menepuk-nepuk pipi ny.
'**** 'umpat Irene dlm hati
Irene merogoh saku nya dan menekan angka di situ.
hal-
Kei cepet sini Grizel pingsan.
__ADS_1
Grizel knp? knp bisa dia pingsan?
Lo gk usah banyak tanya dan cepet ke koridor. Sekarang.
Irene mematikan sambungan telepon sepihak ia mencoba membangun kan Grizel tapi hasil nya sama saja Grizel tidak bangun.
"Plisss bangun Zel"
"Muka lo pucet banget jangan bikin gue khawatir lah"
Irene menggosok kan tangan nya dengan tangan Grizel agar hangat
"GRIZELLL"
POV KEI
Drtttt Drttt
"HP lo bunyi tuh Kei"
Hal-
Kei kesini cepat Grizel pingsan
Grizel kenapa? kenapa dia pingsan?
Lo gak usah banyak tanya cepat ke koridor. Sekarang
Tap-
Baru saja ingin berucap lagu Irene sudah mengakhiri sambungan telepon tersebut.
'Bangs*t' umpat Kei. ia berlari dengan terburu buru ia tidak peduli dengan panggilan teman-teman nya yang ia pikirkan hanya Grizel sekarang kenapa dia bisa pingsan? apa yang terjadi?.
Ia bahkan melemparkan handphone nya kesembarangan arah mau rusak pecah kek ia tidak peduli itu. yang ia peduli kan sekarang adalah Grizel.
Teman-teman nya pun langsung mengikuti Kei yang berlari sangat cepat.
POV END
Sesampainya di Koridor Kei melihat Irene yang mencoba membangun kan Grizel. tanpa berpikir panjang ia menggendong Grizel dan berlari membawa nya ke UKS, Irene yang keget dengan apa yang di lakukan oleh Kei pun hanya diam, beberapa detik ia diam ia sadar dan langsung menyusul Kei.
"Ren" panggilan seseorang membuat nya menghentikan langkah nya, ia menoleh melihat Naiya, Edward, dan Kevin yang berlari.
"Lo liat Kei gak dia tadi lari kenceng banget kira-kira itu kenapa ya? " Irene yang mendapatkan pertanyaan dari Naiya diam tiba-tiba ia baru inget seseorang.
'Grizel' batin Irene. Ia berlari lagi meninggalkan kawan-kawan nya.
"kenapa dia lari sih!" kesal Naiya. ia kesal karena ia di cuekin
"Dahlah cape gua" Kevin pun menyusul Irene yang berlari menuju UKS di ikuti oleh Naiya dan Edward.
...UKS...
Kei dengan cepat menidurkan Grizel dengan pelan ia berteriak memanggil petugas UKS. kenapa sepi kemana semua petugas UKS? batin ny. Rasanya ia ingin mengeluarkan kata-kata kasar.
"Bangs*t. pada kemna sih petugas nya? Arghhhhhhh!!!! " Kei mengacak acak rambut nya karena ia tidak melihat satu pun petugas UKS disini.
"Aaa maaf saya tadi pergi sebentar" terdengar suara seorang wanita yang begitu lembut.
Kei menoleh ke arah suara itu dengan wajah datar nya.
"Lo becus gk sih jadi petugas hah!!! " bentak Kei kepada wanita itu.
__ADS_1
"maaf tadi saya pergi ke kan-" saat wanita itu mengangkat kepala nya ia terpesona dengan ketampanan Kei ia bahkan belum menyelesaikan omongannya. ia masih berdiam diri tidak berniat untuk berkedip sedikit pun.
"Lo denger gue gak sih temen gue lagi sakit *****"
"Maaf, maaf" wanita itu menundukkan kepala nya lagi
"Gue gak butuh maaf lo, cepet lo periksa temen gue sempet temen gue kenapa kenapa habis lo sama gue" setelah menyelesaikan perkataan nya ia keluar dari ruang UKS.
"KEI"
"Grizel gimana dia gak apa-apa kan, ada luka dalam gak, atau apa dia baik-baik aj kan hiks... " tangan Irene pecah ia tidak sanggup membayangkan wajah pucat teman nya itu.
"Dia masih di periksa" jawab Kei pelan
"Woy kalian kenapa sih lari ny cepet banget" ucap kevin sambil memegang dada ny yg terasa sesak.
"Ren lo kenapa nangis? " tanya Kevin Irene menatap Kevin sebentar lalu ia menghamburkan pelukan ke pria tersebut. Kevin yg mendapat perlakuan begitu kaget ia pun membalas pelukan Irene.
"Shutt.. gkpp gue disini " ucap ny sambil mengelus rambut Irene.Kevin menatap ke arah Kei, Kei mengerti apa yang di maksud oleh Kevin .
"Grizel sakit"
"Dia lagi di periksa sekarang"
Kevin yang mendengar itu mengerti dengan keadaan ia mencoba menenang kn Irene.
Cklekk.....
suara pintu terbuka menampilkan seorang petugas UKS.
"Keadaan baik-baik aja sekarang dia lagi istirahat" jelas petugas UKS
"Hm nama aku Vio, nama kamu? " petugas tersebut mengulurkan tangan nya ke arah Kei, Kei hanya mengerutkan dahi nya bingung.
"Maksud lo ap? " Kei bingung dengan sikap petugas UKS satu ini.
"Aku cuman mau tau nama kamu aja kok, nama aku Vio kalau kamu siapa? "
"Boleh minta nomor kamu gak" sambung Vio ia mengeluarkan handphone nya dari dalam saku dan menyodorkan nya ke arah Kei.
TARR......
Kei yang melihat itu mengambil handphone Vio dan membanting nya.
Vio kaget melihat sikap Kei
. "Kenap kamu buang HP aku sih aku kan cmn mau minta nomor kamu" ucap nya dengan sok polos.
"Gue mau lo pergi dari hadapan gue sekarang" tegas Kei
"Aku gak bakal nyerah buat dpt nomor kamu" setelah mengucapkan itu Vio meninggalkan Kei dan yang lain.
......................
2 jam berlalu Grizel juga belum membuka matanya, Kei senantiasa berada di samping wanita tersebut ia mengelus tangan nya dengan lembut.
Bughh..
satu tinjuan melayang ke arah pipi mulus Kei hingga ia tersungkur ke lantai .
"Lo apain Grizel hah sampai dia kek gitu" Edward memukul Kei , ia mengira Grizel seperti ini karena Kei.
Kei tersenyum sinis ke arah Edward.
__ADS_1
"Lo gak tau apa-apa mending diem, lo liat sekarng keadaan ny itu gara-gara lo ***" Kei mengeram marah bisa-bisa nya makhluk satu ini memukul nya tampa tau penyebab nya.
Edward melangkah ingin memukul Kei lagi tapi suara seseorang membuat alihan kedua pria itu mengalihkan pandangan nya ke arah nya.