
Setelah 10 menit perjalanan Kei dan Grizel sampai di taman.
"Wahhh cantik ya" puji Grizel untuk air pancuran tersebut. Grizel terus jalan hingga ia melihat sebuah kedai es cream. Ia pun menuju ke kedai tersebut.
"Zel tunggu jangan lari-lari nanti jatuh" ucap Kei sambil mengejar Grizel.
"Kei mau itu ya " ucap Grizel sambil memohon. Kei yang mendengar itu hanya berdehem. Grizel yang mendengar itu langsung senang ia langsung memesan.
"2 es Cream rasa coklat ya kk" ucap Grizel. penjual itu langsung menyajikan nya dan memberi ny ke Grizel.
"Ini mbak" ucap penjual itu.
"ini kk ambil aja kembalian ny ya" Grizel pun mengambil es cream tersebut dan membayar ny. Ia langsung menuju ke salah satu tempat duduk yang di duduki oleh Kei.
"ini" ucap Grizel sambil menyodorkan es cream tersebut. Kei pun mengambil es cream tersebut dan memakan ny.
__ADS_1
"Kei" panggil Grizel. Kei hanya berdehem. "Menurut lo gue lupain Edward atau gimana? " tanya Grizel.
Kei yang sedari tadi menatap langit langsung menoleh ke arah yang berbicara dengan nya.
"Lupain dari pda lo sakit terus" ujar Kei. Grizel menundul kan kepala nya mendengar jawaban Kei.
"Gue gak mau lo sakit gara-gara cowok kayak dia Zel, masih banyak cowok yang mau sama lo yang slalu bakal ada buat lo" sambung Kei. Grizel yang sedari tadi nunduk pun langsung menoleh ke Kei. Grizel tersenyum menanggapi perkataan Kei.
"Baru kali ini gue denger lo ngomong panjang" ucap Grizel sambil terkekeh. Kei hanya menanggapi dengan senyum tipis.
"Kei liat udah senja ya " ucap Grizel sambil memandang matahari yang akan terbenam. Kei menatap senja yg indah.
"Lo mau masuk dlu atau mau langsung pulang? " tanya Grizel.
"Pulang, besok gue jemput lo" setelah mengatakan itu Kei langsung pulang. setelah Kei hilang dri pandangan nya Grizel membuka pintu dan langsung membersihkan diri.
"Kenapa perasaan gue gini ya, apa gue suka sama dia" batin Grizel. memikirkan hal tadi membuat Grizel tertidur
__ADS_1
......................
"Dari mana aja kamu? " tanya seseorang lelaki paruh baya sedang duduk di sofa. ia menatap seorang lelaki tinggi dan tampan siapapun akan jatuh hati padanya.
"Apa peduli papa? " ucap Kei. pria paruh baya itu adalah Andra papa nya Kei ia memiliki perusahaan ternama di luar negeri maupun dalam negeri.
"Berani kamu hah! " bentak Andra "Makin dewasa semakin berani ya kamu melawan orang tua" nada bicara Andra terhadap Kei membuat Kei ingin menghajar lelaki di hadapan nya. Andra yang terlanjur sangat marah hendak menampar Kei tetapi suara seorang wanita membuat nya menurun kan tangan nya.
"Stop! " ucap seorang wanita ia adalah Sinta mama nya Kei. Sinta bukanlah mama kandung nya Kei ia menikah dengan Andra setelah pria itu cerai dengan istri pertamanya yaitu mama kandung Kei.
"Kei kamu gakpapa kan? " tanya Sinta dengan khawatir "dia anak kamu mas kenapa kamu keras sama dia, wajar kalau dia pulang malam mungkin dia lagi nongkrong sama teman-teman seumuran nya seharusnya kamu enggak larang dia" ujar Sinta dengan nada kesal.
"Anak ini memang harus di kasih pelajaran makin kesini makin melawan aja dia" marah Andra.
"Papa mau nampak Kei kan tampar pa tampar aja " ucap Kei sambil menahan tangis nya.
"Kei mau pergi" setelah mengucapkan itu Kei langsung pergi menuju motor nya dan pergi dari rumah nya.
__ADS_1
"Kamu seharusnya gak gitu sama Kei dia itu putra kandung kamu" ucap wanita sambil menangis. dan pergi meninggalkan Andra sendirian diruang tamu
Andra yang sedari tadi diam pun langsung duduk di sofa dan mengusap wajah nya kasar.