KeiZel

KeiZel
Terpaksa


__ADS_3

Pagi hari telah tiba gadis tersebut tengah bersiapp untuk berangkat ke sekolah kejadian tadi malam membuat ia lebih tenang, jam menunjukkan pukul 06.50.


"lebih baik gue berangkat sekarang" ucap Grizel.


15 menit kemudian Grizel sudah sampai di sekolah terlihat banyak murid yang berlalu lalang ada yang makan ada yang main basket dan sejenisnya.


"GRIZELLLLLL!!!! " teriak Irene yang melihat Grizel


"suara lo cempreng" ucap Grizel "hehe maaf ".


Tringgg... Tringg... Tringg...


" bel nya cepat banget bunyi nya "kesal Irene


" sabar yuk ke kelas"ucap Grizel sambil berjalan menuju ke kelas.


"ok semua nya sekarang kita kehadiran murid baru" ucap bu Ika


"ayo masuk" ujat bu Ika, seorang lelaki tampan, tinggal, intinya paket lengkap lah.


"WHOOOOO!!!! " heboh semua murid perempuan yang melihat pria itu Grizel sendiri menangkup kan wajah nya di balik tangan nya.


"wahh Zel, Zel , Zel gilak ganteng banget" ujar Irene


"bomat" jawab Grizel.


"ayo perkenalkan diri kamu" ucap bu Ika


"hallo semua nama gue Kei Eknath Dirgantara" ucap Kei sambil memperkenalkan diri.


"WHOOAAAAA" teriak semua murid perempuan dengan histeris.


"ok Kei kamu boleh duduk di belakang Grizel ya" ucap bu Ika.


"baik bu makasih" ucap Kei.


"Hai perasaan baru semalam ketemu" sambung Kei.

__ADS_1


"bomat" jawab Grizel, Kei sendiri langsung tersenyum tipis bisa di bilang senyum yang jarang ia tunjukkan.


......................


Tringgg..... Tringg...


Bel istirahat telah berbunyi semua murid keluar dari kelas dengan cepat untuk menuju kantin.


"ke kantin yuk Zel" ajak Irene


"lo aj gue males gue nitip coklat " ucap Grizel


"ok gue pergi dulu" pamit Irene


"udah gak sedih lagi" tanya seseorang yang suara nya Grizel kenali.


"lo? " kaget Grizel melihat Kei di samping nya


"iya gue kenapa? " tanya Kei


"udah diam cerewet banget" ucap Kei sambil terkekeh.


"kan gue cuman nanya" ucap Grizel sambil mempout bibirnya dan akhirnya mereka saling pandang.


Setelah kejadian tadi sekarang adalah jam kos semua murid langsung pada histeris karena jam kos sekarang Grizel, Kei, Irene, Kevin, Naiya, dan Edward sedang di rooftop.


"wahhh udara disini sejuk banget" ucap Irene sambil merentangkan tangan nya.


"iya banget lagi" ujar Irene di rooftop ada sebuah sofa yang emang sengaja di taruh disitu ada 1 sofa dan 2 kursi mereka pun duduk di sofa dan kursi.


"hmm Zel ikut gue bentar yuk" ajak Edward . Grizel pun hanya mengikuti Edward.


"Cieee ada yang bakal jadi aj nih" goda Irene, Kei sendiri hanya diam.


"oh iya nama lo kei ya nama gue Irene" ucap Irene dengan tersenyum . Kei sendiri hanya diam.


......................

__ADS_1


15 menit kemudian Grizel dan Edward kembali ke rooftop.


" lama banget kalian, dari mana aja sih? "tanya Irene dengan kesal


" sabar neng nanti cantik nya hilang loh" ucap kevin merayu Irene


"gue mau ke kelas dulu ya" ucap Grizel sambil pergi


"Grizel kenapa? " Ucap Irene pelan.


Saat ini Grizel sedang di taman belakang sekolah karena di kelas ramai dan ia tidak suka keramaian ia memutuskan untuk ke taman belakang Grizel sendiri langsung duduk di salah satu kursi taman dan menangis.


"Grizellll!!! " panggil Irene ketika melihat Grizel sedang duduk dengan wajah yang di tutupinya oleh tangan dengan cepat Grizel langsung mengusap air matanya kasar.


"lo nangis Zel? " tanya Irene,


"engk kok" ucap Grizel


"gk usah bohong gue tau lo gimana sini cerita sama gue " ucap Irene sambil menenangkan Grizel "jadi... ".Grizel pun menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Edward.


FLASHBACK ON


"Lo mau ngomong apa? " tanya Grizel saat ini mereka sedang ada di Koridor.


"gue mau bilang kalau gue mau nembak Nai nanti sore di taman kota lo sama yang lain datang ya tapi lo bilangin sama yang lain kalau gue yang ngomong gk suprise dong , yayaya boleh ya yayaya lo kan baik lo kan temen gue yang paling baik Zel mau ya" bujuk Edward


"gue juga bisa dah beliin bunga coklat sepatu sama switer buat Nai " sambung Edward.


Grizel terdiam mendengar ucapan Edward entah kenapa pikirannya langsung kosong dan pandangannya langsung kosong juga nafas nya tidak beratur, jantungnya berdegup kencang, kepalanya sangat pusing seperti di lempar batu.


"Zel, are you okay? " tanya Edward yang melihat keanehan dari Grizel


"ehh iya nanti kalau bisa ya soal nya gue ada urusan juga gue pergi dulu nanti gue bilang ke yang lain " ucap Grizel sambil berlari pergi ke koridor.


Edward yang melihat kepergian Grizel pun hanya diam ia tak tau harus buat apa diantara bingung dan bodoamat Edward sendiri hanya memilih untuk menelepon manajer papa nya dan meminta mempersiapkan pesta kecil untuk nanti setelah itu ia pergi ke rooftop.


FLASBACK OFF

__ADS_1


__ADS_2