KeiZel

KeiZel
Azka


__ADS_3

"Kei... " ucap seseorang dengan nada lemas.


"Gue disini lo butuh apa minum makan atau apa gue beliin sekarang hm" ucap kei lembut. Grizel yang di perlakukan seperti itu mengingat kan nya kepada seseorang yg penting dalam hidup ny.


"Gapapa Gue baik-baik aja gak perlu khawatir" ucap nya dengan nada lemas. Kei merasa iba melihat keadaan wanita di hadapan ny ini.


"Lo kenal Azka? Zel" tanya Kei


Grizel yang mendapat pertanyaan seperti itu diam ia tau siapa azka tetapi itu hanya masalalu ny mana mungkin pria itu kembali. Kei yang melihat Grizel yang menatap kosong pun langsung menyadarkan nya


"Zel" ucap Kei sambil memegang pundak Grizel.


"Lo gak apa-apa kan? " wajah pucat Grizel membuat Kei menahan jawaban itu


"Gak perlu lo jawab dulu kapan-kapan aja gue tunggu"


"sekarang lo istirahat dulu okey"


Wajah Kei mendekat kearah kening Grizel dan


Cup



Satu kecupan mendarat di kening Grizel. ia merasakan muka ny memerah dan panas ia jg merasakan bnyk kupu-kupu terbang di perut ny.


Kei tersenyum manis, senyum yg sangat ia jarang perlihatkan.


"Gue mau ke toilet dulu okey" Kei pun pergi ke toilet.


"Perut gue kenapa, aaaa mama tolong Izel, Isek salting mom" Grizel berteriak walaupun tidak terlalu keras ia takut ada yang dengar dari luar.


POV KEI DAN EDWARD


Seorang pria melangkah ke sebuah pintu dan hampir membuka ny tetapi ditahan oleh Kei


"Lo siapa kenapa lo mau masuk kedalam" tanya Kei


"Gue siapa? Lo gk Perlu tau yang penting gue mau ketemu sama orang yang gue sayang dan lo jangan halangin gue" ucap pria tersebut sambil mendorong tubuh Kei.


Edward yang melihat itu langsung memukul wajah pria tersebut.


Bugh Bugh Bugh


3 buah pukulan mendarat di pipi pria tersebut, pria itu tidak melawan ia hanya tersenyum sinis.


"Cuman segitu? kenalin gue azka, Azka Mayendra" ucap Azka sambil memperkenalkan diri nya.

__ADS_1


"Gue gak butuh nama lo yang gue butuh lo pergi dari sini menjauh dari Grizel" ucap Edward.


Edward kenal dengan Azka bagaimana bisa jika ia tidak kenal ia yang sudah lama bersahabat dengan Grizel mana mungkin ia tidak tau.


Azka Mayendra, seseorang yang pernah hadir di kehidupan Grizel hanya untuk mempermainkan nya menjadikan Grizel sebagai taruhan balapan nya.


Anak orang kaya orang tua nya sangat baik orang yang harmonis tetapi anak ny kebalikan nya suka minum-minum, balapan liar, dan banyak melakukan hal ilegal.


"Oke oke gue pergi titip salam buat Grizel ya" Setelah mengucapkan itu pergi meninggalkan Kei, Edward, dan teman-temannya.


POV END


Sesampai nya ditoilet Kei menggerang marah.


"Gue harus bicarain ini sama Edward"


"Gue takut terjadi apa-apa sama Grizel,"


Ucap ny . ia melihat dirinya dicermin ia berfikir apa dia bisa hidup bersama dengan Grizel sedangkan lulus ini dia akan kuliah di luar negri apa yang akan dengan gadis nya itu. sambil ia berpikir ia tersenyum malu 'gadis nya' apakah Grizel sudah bisa disebut gadis nya.


Kei berjalan keluar toilet saat berada di depan pintu ia melihat Edward langsung saja ia menarik tangan Edward dan mengajak ny ke taman belakang sekolah.


16.00 WIB


"Masih jam 4 sore" ucap ny.


Edward yang semula ny biasa saja menjadi marah. hal itu membuat Kei ingin tau siapa Azka sebenarnya di kehidupan Grizel.


"Lo mau tau ketemu di tempat ini malam ini gue bakal bilang ke lo siapa Azka sebenarnya dan siapa Azka dalam kehidupan Grizel"


"Gue duluan Naiya nunggu gue di parkiran gue pulang dulu nanti gue bakal anter Naiya ke rumah Grizel setelah itu kita ketemuan" Ucap Edward panjang x lebar.


Kei mengangguk setuju saja. selesai mereka bicara Kei kembali ke UKS untuk mengajak Grizel pulangnya.


Clekk...


Pintu terbuka Grizel mengalihkan pandangan nya dari handphone nya.


"Yuk pulang udah sore yang lain juga udah pulang"


"Okeyyy tunggu sebentar"


Grizel kembali memakai sepatu nya dan memakai jaket yang ia bawa dalam tas.


"Eh tapi sebelum pulang anterin gue ke minimarket dulu ya soalnya cemilan gue udah habis" ucap Grizel sambil cengengesan.


"Iya yaudah ayo"

__ADS_1


"Yokkkk"


Sesampainya di parkiran Grizel langsung menaiki motor sport milik Kei. Kei melaju dengan kecepatan standar.


......................


Sesampainya di minimarket Grizel langsung turun dan lupa melepaskan helm nya.


Kei segera menghampiri Grizel.


"Zel"panggil nya.


Grizel menoleh betapa terkejut ny ia saat Kei mendekat kn wajah nya.


" Cieee salting, helm lo belum kebuka"ucap nya sama membuka helm yang melekat pada Grizel.


"Gue gak salting yaaa enak aja bilang gue salting, huh! "


"Lo ngambek aja lucu banget "


"Udah sana beli apa yang kita mau gue beliin" ucap Kei sambil mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam.


"Gue masih punya uang gak perlu"


Setelah mengucapkan itu Grizel langsung mengambil keranjang memasukan beberapa cemilan dan minuman dan bnyk lagi dan langsung menuju kasir.


"Total nya 690 ribu mbak mau cash apa kartu? " Tanya mbak² kasir tersebut.


"Biar saya yang bayar mbak pakai kartu" Kei menyodorkan kartu berwarna hitam tersebut kepada mbak kasir.


'Njir orang kaya plisss pingin jadi bini nya' batin mbak kasir tersebut


"Baik mas sebentar"


"Ini mas selamat datang kembali" Ucap mbak kasir sambil memyodor kan bag ala minimarket.


Setelah keluar dari minimarket Grizel ngedumel sendiri Kei yang melihat itu hanya gemas sendiri banyak kan tinggi yang kurang sedikit dari pundak nya dan tubuh yang mungil serta wajah yang lucu membuat ny ingin menerkam ny.


"Udah ayo berangkat udah mau jam 5" Ajak Grizel


"Iya sebentar" Kei menghidupkan motor nya dan melaju dengan kecepatan standar. Kei melihat dari baca spion melihat mata Grizel udah tutup buka dan begitu terus.


Kei berhenti ia mengambil tas belanjaan nya dan meletakan tangan Grizel di perut nya. Grizel hanya menurut karena ia sudah sangat ngantuk.


Dalam perjalanan Grizel tertidur sambil memeluk perut Kei entah nyaman atau bagaimana rasanya ia tidak ingin bangun kalau seperti itu.


Hangat. satu kata yang terlintas di pikiran Grizel ia merasakan kehangatan seperti untuk sekian kali nya biasanya orang tua nya lah yang memeluk nya tetapi apakah pekerjaan lebih penting dari pada kebahagiaan anak? Harta memang perlu tapi kebahagiaan lebih diperlukan.

__ADS_1


Kei tersenyum manis dibalik helm ny itu ia memandang Grizel yang sedang tidur melalui kaca spion.


__ADS_2