
Saat ini jam menujukkan pukul 17.00 WIB seorang gadis yang masih terlelap dalam tidur nya pun merasakan terganggu karena ponsel yang berbunyi.
Drttt... Drttt...
"eughh" suara lenguhan pun terdengar "siapa sih yang menelepon" ucap Grizel yang merasakan tidur nya terganggu, ia pun langsung mengangkat telepon tersebut.
Grizel:Hallo
Kurir paket:permisi apakah ini benar dengan mbak Grizel?
Grizel:iya dengan saya sendiri ada apa ya?
kurir:ada paket buat mba, sekarang saya lagi di depan rumah mbak
Grizel:oh gitu ya pak bentar ya saya kebawah sekarang
Kurir paket:baik non
Sambungan telepon tersebut pun terputus Grizel sendiri langsung berlari kebawah.dan membuka pintu.
"maaf ya pak lama bukanya soalnya tadi saya tidur" ucap Grizel sambil meminta maaf
"tidak apa-apa kok mbak, ini paket nya mbak" ucap kurir tersebut sambil memberikan paket yang bisa di bilang kotak nya lumayan besar.
"ini dari siapa ya pak? " tanya Grizel
__ADS_1
"saya tidak bisa memberitahu mbak kata nya jangan beri tau " ucap kurir sambil tersenyum
"Ooo gitu ya yaudh pak terimakasih yah" ujar Grizel sambil tersenyum.
"kalau begitu saya permisi dahulu" pamit kurir tersebut.
Saat ini Grizel sedang berada di ruang tamu.
*Kira-kira begitu lah ruang tamu nya
Saat Grizel membuka paket tersebut Grizel merasa merinding isi dari kotak tersebut adalah pisau, darah, dan Boneka yang sudah di tusuk tusuk.
"ma pa kapan kalian pulang Grizel takut" ucap Grizel sambil menangis.
......................
Setelah selesai Grizel langsung membersihkan diri, saat ini Grizel sedang berada di cafe karena cowo yang ia suka yaitu Edward mengajak nya ke cafe katanya ingin mengatakan sesuatu.
"oh ya lo mau ngomong apa? " tanya Grizel dengan malu
"hmm sebenarnya gue mau ngomong kalau gue, gue suka.. " ucap Edward dengan terpotong
"suka sama siapa" tanya Grizel dengan serius
__ADS_1
"gue suka Naiya bantuin gue biaya dapatin dia" ucap Edward dengan cepat, Grizel sendiri langsung terdiam mendengar.
"Zel, Zel, Zel lo denger gue kan Zel woyy" ucap Edward
"ehh iya sorry sorry , gue gk pasti bisa bantuin lo, gue permisi" ujar Grizel dan langsung pergi meninggalkan tempat itu Edward hanya melihat kepergian Grizel.
Hikss... hiksss... hiksss
Suara tangisan itu berasal dari Grizel saat ini Grizel sedang berada di taman
"kenapa gini sih " ucap Grizel sambil menangis, tiba-tiba kursi yang ia duduki di isi oleh seseorang laki-laki itu pun memberi sapu tangan kepada Grizel .
"hapus air mata lo gk malu lo dilihatin orang" ucap laki-laki tersebut.
"lo yang bukannya nabrak gue waktu itu kan? " tanya Grizel pantas saja ia merasa tidak asing dengan laki-laki tersebut.
"iya maaf waktu itu, kenalin nama gue Kei nama lo siapa? " tanya Kei
"nama gue Grizel " ucap Grizel sambil tersenyum manis Kei pun yang melihat senyuman Grizel hanya terdiam
"kenapa? " tanya Grizel karena Kei hanya diam
"gak apa-apa lebih baik lo sekarang pulang gue juga mau pulang ini udah malam " ucap Kei
"bentar lagi gue lagi gak mood dirumah" ucap Grizel. Kei yang melihat itu pun menaruh kepala Grizel ke bahu nya Grizel sendiri terasa nyaman dengan bahu tersebut pun memejamkan matanya.
__ADS_1