
Kelas kosong yang hanya di huni oleh gadis cantik pecinta novel bernama Jasmine. Di deretan barisan paling belakang gadis itu sedang sibuk membaca novel kesukaannya, Jasmine menyupal telinganya dengan earofon yang bersenandung lagu lagu kesukaannya.
Tampak khusu dengan alur novel online dari ponsel yang di bacanya, ia sampai tidak menyadari bahwa ada yang memanggilnya dari tadi.
"Min.. Jasmine... " panggil Syarla sang wanita di sebelah nya yang bertubuh bulat full lemak. Tidak ada jawaban dari Jasmine karena telinganya ia sumbat dengan benda kecil yang masih setia bersemayam di telinga putih itu.
Terlihat tidak ada hirauan dari primadona sekolah ini, wanita tinggi putih dan berjerawat bernama Putri itu pun langsung terlintas ide cemerlang di kepalanya.
"ADA JIMINNN..!!! " histeris Putri di telinga Jasmine melebihi suara volume musiknya. Akhirnya yang di panggilpun coneck dengan panggilan itu dan ia langsung celingak celinguk mencari orang yang di maksud.
Merasa di kerjai, dia langsung membuka earofon yang menyumbat telinganya tadi. Jasmine menoleh ke arah 2 temanya itu dan langsung mengambil buku yang di hadapanya untuk menipuk temanya itu.
"Ganggu aja" kata Jasmine yang melihat 2 temanya cekikikan karena berhasil mengerjainya.
Tak perdulikan lagi apa yang temanya lakukan, ia melanjutkan membaca novel dan memasangkan lagi earofon ke telinganya.
"Jasmine dengerin dulu napa.. Kita ada berita buat kamu" ucap Putri sambil membuka sebelah earofon yang menempel di telinga temanya.
"Aku harap kalau beritanya kalau di kantin sekarang ada rujak" sambil membayangkan makanan pedas yang sangat ia minati.
"Makanan mulu yang di pikirin, gue juga yang doyan makan gak kayak lo amat deh" ucap Syarla lalu duduk di kursi depan Jasmine di ikuti dengan Putri yang duduk sebelah teman cantiknya itu.
"Berhenti ngomongin makanan, nih dari Dion" ucap Putri sambil menyerahkan kantong plastik putih yang berisi roti dan susu.
Jasmine yang melihat plastik makanan itu hanya tersenyum sinis kearahnya sambil merain benda tersebut dan melihat apa isinya.
'Dasar cowok bunglon' batin Jasmine yang melihat isinya dan meraih secarik kertas yang menarik perhatiannya.
Jangan lupa sarapan Jasmine~
__ADS_1
Begitulah isi pesan dari orang yang dulu mengejeknya karena jelek dan sekarang mengejarnya karena cantik.
Jasmine melipat lipat secarik kertas itu dan membuangnya ke belakang. Tidak pernah terlupakan oleh gadis mungil itu bagaimana lelaki tersebut ketika menatapnya dengan tatapan menghina.
Roti dan kotak susu yang Dion berikan di rasa terlalu banyak ia membagikan makanan itu kepada penghuni kelas yang kelaparan.
'Gila si Dion kasih makanan kaya mau kasih makan satu RT aja' gerutu Jasmine dalam hati sambil melihat makanan yang telah di bagikannya.
Setelah itu bel pelajaran pun di mulai.
Pelajaran pertama adalah kimia, pelajaran yang paling membuat ia pusing dengan para senyawa nyawa.
Untung Jasmine duduk paling belakang jadi ia bisa pura pura mendengarkan, padahal ia menyumpal telinganya dengan benda kecil di balik rambutnya yang ia gerai.
Begitulah kelakuannya jika ada mata pelajaran yang ia tidak suka karena terlalu ribet dengan rumus rumus ajaib yang entah datang dari mana.
Karena bel istirahat sudah berbunyi menandakan pelajaran berakhir, para murid bersorak bahagia. Siapa yang tidak bahagia bertemu makanan setelah lelah berfikir rumus ajaib.
"Eh papan tripleks minggir dulu lo gue mau ngomong sama princes gue" ucap pria berseragam rapih bernama Fadli kepada Putri yang duduknya di sebelah Jasmine.
Putri yang mendengar itu hanya bisa minggat secara suka rela, tanpa mengajak Jasmine bersamanya. Putri cukup tau diri kalau berteman dengan Jasmine itu tidak selevel denganya yang hanya mempunyai badan kurus.
Jasmine yang melihat itu tidak suka, ia langsung berdiri dan bersiap untuk pergi menyusul kedua temanya yang sudah ke kantin duluan. Namun belum selangkah ia menjauh dari lelaki yang bernama Fadli itupun menarik tanganya untuk duduk kembali.
"Mau apa..? " jutek Jasmine kepada Fadli. Ia pun duduk kembali dengan dengan wajah yang cemberut.
"Makan bareng aku aja yu.. Di depan gerbang ada yang jual mie ayam, aku traktir " ucap Fadli membujuk Jasmine supaya mau makan bareng dengan dia.
"Hmm kayaknya enak" sambil tersenyum ke arah fadli. Fadli yang melihat itu seperti di beri sebuah harapan untuk bisa makan bersama Jasmine, namun belum Fadli membuka mulut untuk berbicara, Jasmine sudah angkat bicara lagi.
__ADS_1
"Tapi sayang aku [GAK SUKA]" sambil melepaskan pegangannya secara lembut tanpa memudarkan senyuman di wajanya.
"Kamu istirahat bareng aku atau gak istirahat sama sekali" ucap Fadli dengan segala ancamanya.
Jasmine hanya bisa menghela nafas sabar. Pertama mengikuti apa yang di inginkan playboy kelas ini, seperti mendapatkan hadiah undian Fadli sangat senang bisa bersama dengan pujaan hatinya.
Mereka berjalan bersama menuju gerbang dan sampailah di tempat jual mie ayam yang Fadli bicarakan. Tanpa basa basi lagi mereka segera duduk di kursi yang telah di sediakan oleh penjual mie ayam itu dan memesan makanan yang telah ia nantikan.
Pesanan sudah siap dan di berikan kepada Jasmine dan Fadli. Setelah suapan pertama Jasmine memegang perutnya yang sakit, Fadli yang melihat itu panik bertanya kenapa.
"Sebentar ya, aku ke toilet dulu" ucap Jasmine sambil berlari menjauh tanpa menunggu jawaban dari Fadli.
Fadli yang melihat itu tidak curiga sama sekali kalau ia sedang di kerjai. Ia melanjutkan acara makannya yang terjeda tadi.
Sedangkan di lorong sekolah Jasmine kini sedang menahan tawa agar tidak pecah dan terlihat orang, nanti bisa bisa orang menganggapnya aneh atau stres karena tertawa sendiri.
Dengan langkah yang cepat ia segera masuk kembali kedalam kelas yang sudah ada Putri dan Syarla menantinya dengan sekantong makanan ringan di hadapan mereka.
Kedua temanya itu nampak tidak heran kalau Jasmine kembali lebih cepat, karena kebiasaannya yang sudah tidak tertutupi lagi pada dua orang temanya itu.
"Mana pesanan aku" ucap Jasmine sambil meraih keresek yang berisi makanannanya.
"Kamu ngerjain dia lagi ya.. Hahaha" ucap Syarla yang sudah ia bayangkan kalau akan seperti ini.
"Aku gak ngerjain dia kok.. Kan dia yang ngajak aku makan bareng, aku mah iya iyain aja biar cepet. Terus pas sampai di sana aku makan terus balik lagi ke kelas apa salahnya" jelas Jasmine panjang lebar sambil memakan makanan di tanganya, tanpa rasa bersalah sedikit pun tersirat di wajahnya yang kalem.
"Iya makan, tapi cuma satu suap kann hahahaha" tawa Syarla pecah saat ia membayangkan wajah playboy itu yang kebingungan menunggu Jasmine kembali.
"Pinter kamu kalau soal ngerjain orang, tapi aneh deh sama dia udah beberapa kali kamu kerjain tapi gak ada mundur mundur nya hehehe" ucap putri sambil tertawa dan tanpa mereka sadari bahawa orang yang mereka gosipkan kini sudah berada di dekat mereka dan mendengar semuanya.
__ADS_1
"Untung gue sayang sama elo Jasmine, kalau enggak udah gue ceburin ke empang" ucap Fadli sambil mengelus rambut panjang Jasmine dengan menahan kesabaran.
Jasmine yang melihat itu hanya diam membisu, ia kira dengan cara ini playboy kelas itu akan tidak suka kepadanya namun semuanya gagal.