
Galih Baskara adalah seorang dosen di universitas cukup terkenal di kota itu, ia menduda sejak istri tercintanya meninggal 3 tahun lalu dan merawat ketiga anaknya sendiri.
Dia mempunyai 2 orang putra dan 1 orang putri yang sangat ia sayangi. Anak pertama yaitu Aldo Raditya Baskara adalah seorang manajer di perusahaan Wijaya grup, ia sudah menikah 1 tahun yang lalu. Anak kedua adalah Jordan Satya Baskara, ia seorang mahasiswa jurusan kedokteran. Yang terakhir adalah Jasmine Laura Dian Baskara seorangĀ siswa SMA kelas 3 jurusan IPA paling bolot kalau suruh belajar hitung menghitung beda sekali dengan kedua kakaknya yang terbilang jenius.
Pernah sekali jordan mengomeli Jasmine yang nilai matematika nya kursi terbalik. Ada saja alasan yang di buat untuk membuat bungkam kakaknya itu.
"kakak aku itu gak pernah itung itungan sama siapapun jadi wajar kalau aku nilai matematikanya memuaskan" ucap Jasmine dengan wajah polosnya dan itu sukses membuat Jordan geleng kepala.
Bukan hanya nilainya yang kurang tinggi tapi tinggi badanya pun sama kurang tinggi dengan nilainya yang cuma sampai 150.
.
.
.
.
.
"Jadi gimana Andre, kapan kita laksanakan pernikahannya?" ucap Galih pada teman baiknya yang kini tengah duduk ditemani dengan anak istrinya, sedangkan Galih dengan ketiga anaknya.
"WHATTT" Jasmine terkejut ketika mendengarnya, ia tak tau tujuan awal sang ayah mengajaknya adalah untuk menikahkannya iya hanya tau ini hanya acara makan malam biasa.
Kedua keluarga itu mengadakan acara makan malam bersama di sebuah rumah makan untuk membahas pernikahan antara dua keluarga.
Tentunya tanpa sepengetahuan Jasmine karena kalau ia tau tidak ada jaminan kalau makan malam ini akan berjalan.
Ayah dan kedua kakak Jasmine setuju untuk menjelaskan kepadanya nanti setelah di rumah. Jasmine duduk mematung ketika mendengar ia akan di nikahkan dengan orang yang sekarang ada di hadapannya ini.
__ADS_1
Seorang lelaki yang terlihat culun dan kutu buku dengan gaya rambutnya yang terbelah di tengah seperti buku yang terbuka. Postur tubuhnya boleh tinggi dan berisi tapi itu penampilan mukanya dengan pakai kacamata lensa tebal, Jasmine lihatnya jadi malu sendiri.
Melihat lelaki itu ia seperti bernostalgia dengan penampilannya yang mungkin sebelas duabelas dengan penampilannya dulu.
Jasmine yang dulu pendek, dekil, jerawatan, dan pakai kacamata sama persis dengan orang di hadapanya ini hanya dia adalah versi pria nya.
Ia tidak berbicara apapun lagi setelah ayahnya membahas tentang pernikahan yang bahkan belum di bahas sebelumnya denganya.
Ia akan menanti penjelasan ayah dan kedua kakaknya di rumah setelah pulang dari sini.
Jasmine akan mengintrogasi ketiga pria itu tanpa ampun.
"Kita lakukan secepatnya saja karena sebentar lagi Rivaldo akan menggantikan saya di perusahaan setelah ia menikah nanti" ucap Andre pada Galih.
'apa..? Secepatnya..? Heyyy apakah kalian sudah bertanya terlebih dahulu kepada orang yang bersangkutan..!' gerutu Jasmine dalam hati tak terima, percuma ia angkat suara toh sepertinya tidak akan ada yang mendengarkanya karena mereka terlalu tenggelam dalam kebahagiaan.
"Kamu cantik sekali Jasmine, ibu beruntung bakal punya menantu kayak kamu" ucap Nayla calon ibu mertua Jasmine, sedangkan orang yang di maksud hanya tersenyum manis menutupi ketidaksukaanya.
"Lebih cepat lebih baik, kita akan siapkan segalanya, putrimu hanya tinggal duduk manis saja. Bagaimana..? " ucap Andre, calon ayah mertuanya itu seperti sedang meminta persetujuan dari semua namun nyatanya persetujuan dari Galih sudah cukup untuk mewakili anggota keluarganya.
'Bagaimana apanya..? Ya aku sudah jelas akan MENOLAK' jerit Jasmine dalam hati sambil memakan hidangan di depanya seperti orang kelaparan untuk menahan mulutnya meluapkan amarah di hatinya.
Ia melihat pria dihadapanya yang hanya diam tanpa suara dan hanya menunduk melihat kebawah dengan tatapan terlihat kosong.
Sepertinya ia tidak peduli sedikitpun pada pernikahan ini. Jasmin tebak pria ini pasti sedang patah hati, kenapa ia bisa tahu..? Karena dia juga pernah mematahkan hati orang benerapa kali dan seperti inilah ekspresinya seperti kehilangan semangat hahaha. Tapi ia tidak sejahat itu karena di balik perbuatannya ada alasan.
Lelaki yang tadinya mau mempermainkan nya ia permainkan balik dan meninggalkan mereka setelah di rasa hati mereka lumayan goyah dengan sikapnya. Banyak yang menyesal dan mengaku ngaku salah di hadapanya agar Jasmine mau kembali lagi kepadanya tapi sorry seorang Jasmine pantang balikan sama mantan 'SADIS' kalau kata temanya.
.
__ADS_1
.
.
.
Setelah pulang ke rumah~
Tanpa berbicara apapun lagi ia langsung keluar dari mobil dan segera masuk kedalam rumah dan langsung duduk di sofa ruang tamu. Ia tak peduli jam sudah menunjukan malam sudah larut, ia akan tetap menuntut penjelasan kepada 3 orang lelaki itu.
"Loh Jasmine, kamu udah pulang..? Yang lain mana..? " ucap Safa kakak ipar Jasmine, istri dari kak Aldo. Safa menghampiri Jasmine ketika melihat ia sudah datang dan langsung duduk di sebelahnya.
Tak lama setelah Safa bertanya kepada adik iparnya itu, akhirnya orang yang di tunggu tunggu akhirnya muncul. Dengan tanpa basa basi jasmin bertanya dengan nada yang ia tahan untuk tidak naik pitam.
"Jadi bagaimana menjelaskannya ayah..? " tanya Jasmine sambil memegang erat sofa yang ia duduki.
"Jasmine sebelumnya ayah mau minta maaf karena tidak memberitahu kamu terlebih dahulu. Tapi aya minta untuk hal ini kamu jangan menolaknua, ayah mohon" ucap sang ayah pada Jasmine sambil berjongkok di hadapannya dengan memegang erat jari jemari panjang nan lentik anak perempuan kesayangannya.
"Aku meminta penjelasan bukan permohonan..!" pinta Jasmine pada sang ayah dengan mata yang mulai memerah.
"Ayah berhutang budi banyak pada keluarga om Andre, jujur ayah tidak bisa menebusnya. Hanya dengan kamu menikahi anaknya yang pendiam dan ansos itu dan mengubahnya menjadi lelaki pada umumnya mungkin hutang budi keluarga kita pada keluarga om Andre baru terbayar. Keluarga om Andre selalu membantu keluarga kita pada saat kita sedang kesusahan. Jadi ayah minta kamu jangan menolaknya yah..!" jelas sang ayah panjang lebar menatap lekat putrinya yang kini air matanya jatuh membasi pipinya.
"Jasmine kakak tau ini berat buat kamu, tapi kakak janji bakal ada terus buat kamu kalau kamu kenapa napa" ucap Jordan yang kini sudah duduk di sebelah Jasmine dan merangkulnya.
"kamu pasti bisa hadapi semua ini, kakak yakin kamu itu orang yang kuat gak bakal nyerah sama yang kaya gini" ucap Safa lembut, ia berusaha membantu mertuanya membujuk anaknya ini.
"Terserah ayah kalau gitu, percuma sajakan mau aku seberapa keras untuk menolaknya ayah akan tetap memohon kepadaku" ucap Jasmine sambil melepaskan pegangan ayahnya dan pelukan dari sang kakak.
Ia berlari menuju kamarnya yang ada di lantai atas, ketika Aldo akan pergi menyusul Jasmine seketika Safa melarangnya.
__ADS_1
"Mungkin dia butuh waktu sendiri" ucap Safa sambil menarik tangan suaminya itu untuk duduk di sofa bersama jordan dan ayah mertuanya.