
"Tuh kan jadi cantik.. Coba deh ngaca" ucap Jasmine kerika selesai medandani kedua temannya itu.
Awalnya Putri dan Syarla tidak mau didandani, tapi bukan Jasmine namanya kalau tidak pemaksaan. Jasmine hanya ingin mereka berdua tidak terkena bully lagi dari kelas lain gara gara penampilannya.
Sekarang orang orang cuma liat penampilan luarnya doang tanpa mengerti isi hati seseorang.
"Heh.. Dibully karena cupu dengan penampilan..? Penampilan bisa di ubah, kalo udah kaya princes kelar hidup lo" monolognya sambil tak henti hentinya metasa takjub dengan karya seninya.
Putri dan Syarla sekarang menjadi lebih cantik, melebihi dirinya. Putri yang tinggi semampai sekarang gak terlalu kaya papan, tapi terlihat seperti model dengan tubuh proporsional. Syarla juga kalau Jasmine perhatikan dia itu gak gendut gendut amat, yaa pas lah bohay menurut orang Indonesia mh.
Setelah kejadian razia dadakan itu tidak membuat kapok Jasmine, dia tetap membawa alat makeup dengan rapih dan teliti agar tidak terjadi insiden yang sama.
Sekarang mereka sedang berasa di WC perempuan yang sudah Jasmine kosongkan sejak jadwal pelajaran pertama kosong. Jasmine terus menatap keduanya merasa takjub, benar benar before after yang mengesankan. Ia terus memuji dirinya sendiri karena telah bisa medandani orang lain.
"Nah...beres deh, Sekarangkan kalian udah cantik. Kita keluar yu kasihan yang lain udah pada nyariin" ucap Jasmine sambil membereskan kembali peralatan make up nya.
"Ini beneran aku..? " ucap Putri yang melihat pantulan dirinya di cermin, ia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya itu seperti mimpi.
"Aku... Cantik.. " ucap Syarla sama dengan Putri yang menatap pantulan dirinya di cermin.
"Kalian itu memang cantik. Asal kalian berdua tahu, semua wanita itu memiliki kecantik masing masing. Cumannnnn...... " ucap Jasmine menggantung. Putri dan Syarla menengok kearah samping tepat Jasmine berdiri dengan senyuman terukir di wajahnya.
"Cuman apa..? " ucap Putri
"Cuman ada yang cantik gak perlu pake make up dan ada yang perlu pake make up baru cantik. Itu kesimpulannya, kalau aku jelasin dari A sampai Z gak bakal selesai selesai.
Udah yu kita masuk ke kelas lagi" ajak Jasmine pada kedua temanya itu.
Ketika hendak keluar mereka ragu ragu dan sempat berhenti di ambang pintu. Jasmine yang mengerti kalau mereka masih ragu ragu dengan penampilan barunya langsung memberikan mereka semangat untuk percaya diri.
"Jangan tundukan kepalamu, nanti mahkotanya jatuh" ucap Jasmine sambil mengangkat lembut dagu Syarla yang sempat menunduk.
__ADS_1
Jasmine melihat lagi penampilan mereka berdua yang seperti ada yang kurang. Lalu Jasmine mencona melepaskan ikat rambut temannya itu.
"Lain kali gerai aja rambutnya, rambut kalian bagus tau kalau di gerai kayak gini" ucap Jasmine sambil membuka ikatan rambut Putri dan ikatan rambut kepang Syarla.
Dia sedikit merapihkan rambut keduanya itu.
"Dannnn... Perfect.. " ucap Jasmine mengacungkan jempol pada kedua temannya. Dia bahagia kalau temannya itu bahagia. Jasmine tidak mencari teman dengan paras cantik sebagai syarat tapi dia mencari teman yang benar benar selalu ada untuknya. Dia berpikir untuk apa berteman dengan orang cantik kalau gak ada akhlaknya, ninggalin temen pas butuh.
Setelah itu Jasmine segera keluar, di ikuti oleh kedua temannya dari belakang. Mereka bertiga keluar dari WC dan membuat para murid yang sedang berada di luar kelas memperhatikan mereka bertiga yang baru keluar.
"Wah.. Siapa tuh...murid baru ya..? "
"Cantik banget.. "
"Yang bareng sama Jasmine itu murid baru y..? Cantik banget"
"Temennya Jasmine cantik cantik ya.. Kita ajak kenalan yu..? "
"Jasmine udah gak sama si kembar upik abu itu lagi ya..? "
Siswa siswi di kelas lain menyangka kalau mereka berdua itu adalah murid baru, tidak ada yang menyadari kalau mereka berdua adalah upik abu yang kata mereka sering bully.
Mereka bertiga jalan beriringan menuju ke kelas.
Sama seperti siswa siswi yang lain, murid murid di kelas menyangka kalau yang berada di samping kanan dan kiri Jasmine.
"Jasmine mereka murid baru ya..? Kenalin dong.. " ucap Fadli sambil mendekati Jasmine dan kedua temannya itu.
"Kenalan sendiri aja... Jaga kesehatan jantung nya ya buat hadapi kenyataan" ucap Jasmine menepuk pundak Fadli lalu berlalu pergi ke tempat duduknya.
Fadli sempat bingung apa maksud perkataan Jasmine itu. Tapi ia tidak menghiraukannya dan lebih fokus pada 2 wanita cantik di depannya.
__ADS_1
Semua lelaki yang langsung mengerubuni Putri dan Syarla dan ribut mengajak kenalan, sedangkan para wanita hanya menatap sekilas karena iri mungkin. Para siswi itu tidak terlalu memperdulikan mereka, ada yang biasa saja dan ada yang merasa tersaingi. Itu wajar di lingkungan sekolah para siswi yang gila akan perhatian.
Tapi ada juga lelaki yang seperti tidak peduli sama sekali dengan dua wanita itu. Dia adalah Kaisar yang menatap datar.
"Kamu gak mau kenalan sama mereka..? " ucap Jasmine sambil menarik kursi lalu duduk di sebelah Kaisar.
"Gak tertarik" ucap Kaisar singkatan padat dan jelas. Karena Kaisar tidak peduli pada siapapun keculi wanita yang di sampingnya sekarang yang tidak lain adalah Jasmine.
'Secantik apapun mereka, cuma kamu yang paling cantik di antara mereka semua. Karena kecantikanmu itu berasal dari hati, beda dengan mereka' batin Kaisar sambil menatap Jasmine yang sedang asik menonton tontonan di depan.
"Kalian murid baru ya..? Kenalan dong.. " ucap Fadli mengawali percakapan mereka.
"Baru beberapa menit keluar dari kelad udah pada di lupain nih Put" ucap Syarla sambil tersenyum devil.
"Iya Sya.. Kayaknya kita gak punya kedan apa apa di kelas ini" ucap Putri menatap sendu ke arah Fadli.
"Put..? Sya..? Kalian Putri dan Syarla..?" ucap Dirga tak percaya.
Syarla hanya menanggapi dengan senyum masnis yang cantik tersemat di wajahnya.
"Perkenalan... Putri Talita dan Syarla Adilla, orang sering yang kalian hindari karena cupu" ucap Syarla memperkenalkan dirinya dan Putri yang betada di sampingnya.
Lalu mereka keluar dari kerumunan itu dan segera duduk di tempat masing masing. Para murid yang mendengar itu menatap mereka betdua tak percaya, masa upik abu bisa jadi princes. Tidak ada yang tidak mungkin kalau soal transformasi dari upik abu jadi princes di tangan Jasmine. Jangankan jadi princes, jadi ratu, atau pengantin aja bisa.. 😂
Tak terkecuali Kaisar yang dari tadi menatap cuek kedepan, dirinya agak terkejut mendengar semua itu.
Dan seketika kejadian itu menjadi bahan pengosipan utama di seluruh kelas 12 tidak terkecuali para adik kelas.
"Terimakasih untuk segalanya Jasmine Laura Dian Baskara" ucap Putri sambil memeluk temannya itu.
"Terimakasih karena selalu ada dan membuat aku menjadi lebih percaya diri" ucap Syarla sambil imut memeluk sahabat mungil yang tengah duduk itu. Kaisar yang merasa tergeser geser kursinya oleh ulah mereka berdua, akhinya dia milih minggat dari kursi dan pindah ke tempat lain.
__ADS_1
"Iya sama sama, kalian udah aku anggap seperti saudara aku sendiri.
Udah udah.. Sesek nafas nih.. Lepas dulu.. " ucap Jasmine sambil meronta ronta. Putri dan Syarla tidak menghiraukannya malah leih erat memeluknya.