Kekasih Jasmine

Kekasih Jasmine
Part 4


__ADS_3

Setelah berbagai macam bujukan yang di lakukan oleh keluarga Jasmine, akhirnya ia memutuskan untuk menerima perjodohan itu.


Percuma menolak juga pasti akan di paksa terus menerus, ia tau betul bagaimana sifat papahnya jika sudah menginginkan sesuatu.


Hari yang cerah Jasmine lewati dengan santai tanpa mau terbebani dengan masalah kemarin, karena ia berfikir jika sudah jodoh pasti tidak akan kemana.


"Kak Jordan cepetan kalau mau nebeng, aku udah telat nih..! " teriak Jasmine di depan pintu kamar kakaknya. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan menapilkan Jordan yang menutup mulut nya dengan tangan kanan karena masih menguap.


"Iya iya bentara Min.. " ucap Jordan sambil berlalu dan pergi ke kamar mandi.


"Cepetan aku tunggu 10 menit lagi" ucap Jasmine sambil meninggalkan kakaknya.


Jasmine segera turun ke bawah menuju dapur untuk membawa kotak bekal makanan. Ia melihat Safa dan Aldo sudah berada di meja makan.


"Jasmine ayo sini sarapan dulu" ajak Safa sambil memberikan lauk pada piring Aldo yang berada di sampingnya.


"Aku mh di buatin bekel aja kak gak keburu nanti" ucap Jasmine sambil menerima kotak bekal yang sudah di siapkan oleh ART nya dan memasukanya kedalam tas.


"Papah udah berangkat ya..? " tanya Jasmine kembali sambil menggendong kembali tasnya yang tadi ia lepas. Aldo hanya mengangguki perkataan Jasmine sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


Setelah Jasmine berpamitan kepada kakak dan kakak iparnya ia segera menuju ke teras rumah menuju mobil yang terparkir di samping rumah yang minimalisnya itu. Jasmine segera masuk kedalam dan tak lama setelah itu Jordan keluar dari rumah dan langsung masuk kedalam mobil mengikuti Jasmine.


Mobil yang di tumpangi mereka akhirnya melaju keluar dari teras rumah menuju jalan raya. Jasmine melajukan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi dan itu sukses membuat Jordan heboh sambil mengeratkan pegangannya pada pengaman. Ia merutuki sikap bar bar adiknya yang tiada dua dalam mengendarai mobil ini.


Baru kemarin mobilnya masuk ke bengkel karena nabrak pagar rumah orang sekarang otw nabrak apa lagi, pikir Jordan.


"Minnnn kalem napa.. Selow selow bawa mobilnya " ucap Jordan.

__ADS_1


"Cerewet banget sih kak udah diem duduk manis" balas Jasmine dengan menambahkan kecepatan mobilnya.


Setelah mengantarkan kakaknya ke kampus ia segera menuju SMA tempat ia belajar. Ini sudah sangat amat kesiangan untuk dia masuk sekolah tapi seorang Jasmine pantang untuk bolos.


Setelah sampai di sekolahnya, benar saja ia kesiangan pintu pagar sekolah sudah tertutup rapat. Ia meminta pak satpam untuk segera membuka pintunya namun bukan di dengar malah di acuhkan.


Akhirnya yang menyambut kedatangan Jasmine adalah guru BK yang di takuti hampir semua siswa. Ia menelan ludah kasar saat melihat guru itu menuju kearahnya. Tidak bisa terhindari lagi ceramahan gratis dari guru BK yang melantun terasa sangat lama di telinga Jasmine, sampai sampi dia pusing sendiri mendengarkanya.


Ceramahan gratis kini telah berganti menjadi hukuman untuk hormat pada tiang bendera di tengah lapang sendirian selama satu jam. Jasmine kesal kenpa cuma dia sendiri yang di hukum, kan biasanya banyak sekali yang kesiangan. Saat sedang kesal tentunya geng 'duo biduan' sengaja melewat ke hadapanya dan mengejeknya. Siapa lagi kalau bukan Lisa dan Tamara yang selalu ingin menjadi saingannya dalam segala hal.


'Ini bukan 17 Angustus kali, yang lomba harus ada saingan' ucap Jasmine dalam hati sambil pura pura tidak menghiraukan ejekan mereka padahal dalam hati sudah membalasnya panjang lebar ejekan mereka.


Jika bukan sedang di hukum Jasmine sudah siap untuk memberi pelajaran gratis pada mereka.


"Yang mau aku payungin gak biar gak panas..? " ucap Fadli yang entah sejak kapan dia berada di sampingnya sambil mengenggam payung di lengan kanannya.


"Ayang ayang palalu peang.. " ucap Jasmine jutek sambil mengerucutkan bibirnya dan kembali menghadap bendera.


'BUKK' Sebuah bola membentur ke betis Jasmine yang pegal karena lama berdiri hingga ia terjatuh. Fadli yang melihat itu segera membantu Jasmine untuk berdiri sedangkan yang terjatuh sekarang sudah tidak bisa menahan kesabaranya lagi. Mulai dari di ejek si Duo,Fadli yang rese, terus apa lagi ini..? Seperti sengaja orang menargetkan dia sebagai sasaran bola.


"Siapa sih yang tendang bola sembarangan" teriak Jasmine, lalu ada salah satu siswa yang berlari ke aranya dengan menggunakan kaos olahraga. Rupanya yang menendang bola tadi adalah Dion, ia mengisyaratkan seperti menyuruh Jasmine untuk menendang bolanya balik ke arahnya.


"Yang tendang bolanya kesini" teriak Dion yang agak jauh di hadapanya.


"Gue bukan ayang lo" balas Jasmine berteriak sambil menedang bolanya dengan penuh emosi dan tampa sadar sepatu kesayangannya ikut melayang bersama bola yang entah mendarat kemana.


"Sepatu gue" ucap Jasmine sambil memegang kepala dengan tangan kananya. Tampa mempedulikan Fadli yang terus mengoceh tidak jelas sibuk mengombal kesana sini seperti bola bekel, Jasmine segera berlari menuju ke arah sepatunya melayang.

__ADS_1


Ia mencari ke semak semak sepatu kesayangannya namun nihil, tidak ada tanda tanda kalau sepatunya mendarat di semak semak itu. Setelah cukup lama mencari akhirnya suara yang terdengar tidak asing terdengar di telinganya.


"sepatu tuan putri ada di tangan pangeran" ucap lelaki yang di belakang. Rasanya sesaat jantungnya berhenti bergerak saat mendengar suara yang ia rindukan selama ini.


Jasmine yang tadinya berjongkok segera berdiri dan memalingkan wajah pada lelaki yang berbicara di belakangnya.


Ia terkejut saat melihat orangnya, yang ternyata benar dia adalah orang yang sangat ia rindukan selama ini.


"Kai.. Kaisar..! Kenapa kamu ada di sini..? " ucap Jasmine, ia sangat senang karena dapat bertemu kembali dengan orang yang ia cintai diam diam.


Orang yang bernama Kaisar itu pun mendekati Jasmine sambil membawa sebelah sepatu di tangan kirinya yang ia temukan tak sengaja tadi.


"Kalau aku gak di sini, siapa yang pasangin sepatu tuan putri kalau bukan pangeran" sambil berjongkok di hadapan Jasmine dan memakaikanya sepatu.


'itu sepatu aku gak bau kan..?Kaisar gak nyium aroma sepatu aku kan..? '  ucap Jasmine dalam hati, ia akan sangat malu jika itu terjadi.


"kamu masih aja tetep kaya dulu, suka ngerayu" ucap Jasmine sambil menatap Kaisar yang tengah memitakan tali sepatunya.


"kamu juga sama, masih tetap populer di sekolah walau sekarang berbeda" balas Kaisar lalu berdiri dan menatap mata Jasmine lekat. Ia tau Jasmine diam diam menyukainya, itu terlalu terlihat dengan perilaku nya pada Kaisar.


Ia bingung harus apa, dulu dia hanya menganggap Jasmine sebagai adiknya tapi sepertinya Jasmine salah paham akan perhatiannya dulu dan sekarang ia lebih bingung karena dadanya tidak bisa di ajak kompromi yang terus berdetak kencang dari tadi ketika melihat Jasmine yang sekarang.


Jasmine yang sekarang sudah berbeda dari yang dulu walau tetap sama populer seperti dulu. Kalau dulu populer karena culun tapi sekarang malah sebaliknya ia populer karena kecantikan yang ia miliki.


---------------------------------


Maaf ya author baru up lagi 🙏😁

__ADS_1


Terimakasih sudah mau mampir buat baca novel author.


Happy reading guys.   (*'▽'*)♪


__ADS_2