
"KAKAKKKKK..... KAK JORDAN...... " teriak Jasmine ketika tidak melihat kakaknya dimanapun. Ia sudah mengelilingi rumah dari mulai kamar, kamar mandi, dapur, teras depan, belakang semua ia datangi tapi tak menemukan tanda tanda keberadaan Jordan.
Saat Jasmine sudah lelah mencari ia duduk di kursi ruang tamu dengan muka cemberut dengan tangan terlipat di dada. Setelah beberapa menit kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman depan rumahnya. Jasmine langsung berlari keluar melihat siapa yang datang, karena dari tadi ia hanya sedirian di rumah entah kemana perginya para warga negara rumah ini.
"Kakakkkk" ucap Jasmine manja pada kakaknya yang baru saja keluar dari mobil. Ia langsung bergelayut manja di tangan kakaknya dan bersikap semanis dan seimut mungkin.
"Ada apa...to the poin aja kakak tau kamu pasti ada maunya kalau kayak gini" ucap Jordan pada adiknya ini.
"Kakak tau aja deh heheh" ucap Jasmine terseyum manis pada kakaknya ini.
"Kak kita ke toko buku yuukk ada novel terbaru yang baru terbit" ajak Jasmine pada kakaknya sambil menuntunya masuk kedalam tanpa disadari bahwa ada yang mengikutinya dari belakang tanpa menghiraukan keberadaannya. Rivaldo merasa jadi tak di inginkan di sini bahkan ia tak di lilik sedikitpun ketika keluar mobil.
"Gak ah kamu sendiri aja.. Kakak banyak kerja" tolak Jordan pada adiknya.
"Gak bisa dong kak.. " kata Jasmine sambil cemberut menatap kakaknya.
"Loh kenapa.. Papah kan gak ngelarang kamu keluar" tanya Jordan penasaran.
"Kan kakak itu ATM berjalannya aku hehehe, jadi aku gak bisa pergi tanpa ATM" ucap Jasmine pada Jordan. Jordan hanya menepuk jidatnya atas kelakuan adiknya ini, sikap yang terlalu jujur dan blak blakkan.
"Ahh atau gini aja kamu perginya sama Rivaldo aja gimana..? " tawar Jordan pada adiknya.
"Gak ah, aku gak mau ganggu ka Rivaldo takut sibuk" tolak Jasmine beralasan, tentu saja ia tak mau kalau harus pergi bersamaannya.
"Aku gak sibuk kok kalau kamu mau aku bisa antar kamu" ucap Rivaldo tiba tiba dari arah belakang mereka yang dari tadi tak di anggap keberadaannya.
"Loh kak Rivaldo kapan kesini..?" tanya Jasmine bingung. Ia tak tau kalau Rivaldo tadi datang bersama kakaknya karena ia langsung fokus pada tujuannya untuk manja manja pada kakaknya.
"Dia dari tadi juga ada.. Cuma kamu aja yang gak nyadar" sindir Jordan pada Jasmine. Sedangkan yang di sindir hanya tersenyum canggung.
'Untung gak ngomong macem macem kalo iya abis aku' batin Jasmine melihat Rivaldo di hadapanya.
__ADS_1
Lalu merekapun berangkat bersama, karena Jordan sudah pasti tidak bisa menemani adiknya karena sibuk untuk tugas kuliah. Jasmine akhirnya mau tak mau berangkat dengan Rivaldo.
Dalam perjalanan mereka hanya sibuk dengan pikiran mereka masing masing tanpa ada niatan untuk membuka percakapannya duluan.
Mereka akhirnya sampai di toko buku yang di tuju. Jasmine dan Rivaldo langsung keluar dari dalam mobil dan langsung masuk kedalam.
Mereka mulai mencari buku yang mereka minati masing. Rivaldo langsung masuk ke jajaran rak buku yang berisi pelajaran sedangkan Jasmine langsung ke arah novel tanpa melirik sedikitpun ke arah buku buku yang mengandung pelajaran yang harus ia pelajari, karena tujuannya cuma satu yaitu novel romansa atau fantasi.
Setelah cukup lama Rivaldo telah menemukan buku yang ia cari lalu menuju kasir, namun ia tidak melihat Jasmine. Rivaldo pun langsung menuju kearah rak buku yang berjejer buku novel di sekitarnya.
Ia langsung dapat menemukan Jasmine. Ia sedang memanjat kursi kecil untuk menggapai buku yang ia minati.
"Kenapasih nyimpen nya tinggi tinggi amat" kesal Jasmine pada buku yang berusaha ia gapai namun tak sampai.
Rivaldo menghela nafas melihat kelakuan calon istrinya ini yang sungguh tidak sadar diri. Sebenarnya bukan rak bukunya yang terlalu tinggi tapi tinggi badanya yang terlalu ke bawah.
Rivaldo pun langsung melangkahkan kakinya untuk mendekati Jasmine.
"Apaan sih.. Terserah aku lah mau tinggi ke atas atau ke samping juga" balas Jasmine dengan nada tak suka.
Jasmine menengok ke arah samping berdirinya Rivaldo. Mereka saling bertatapan tanpa mereka sadari sampai akhirnya salahsatu pegawai toko itu tidak sengaja menyenggol kursi yang dinaiki Jasmine. Tatapan mereka terhenti saat kursi yang di naiki Jasmine mulai oleng.
Jasmine sudah tidak bisa menyetabilkan tubuhnya di atas kursi akhirnya ia jatuh ke arah Rivaldo.
Rivaldo yang dengan sigap akan menangkap Jasmine agar tak jatuh akhirnya jatuh juga ke bawah lantai bersama Jasmine di atasnya.
"Aduh.. Sakit banget sih" ucap Jasmine sambil mengusap usap jidatnya yang agak merah karena terbentur dengan jidatnya Rivaldo.
"Ma.. Maaf mbak.. Mbak gak apa apa..? " tanya si pegawai toko pada Jasmine.
"Gak apa apa gimana..? Sakit tau jidat aku benjol nih" ucap Jasmine kesal kepada si pegawai toko.
__ADS_1
"Jasmine berdiri dulu napa.. Aku yang di bawah lebih sakit tau" ucap Rivaldo pada Jasmine yang merasa tulangnya remuk tertimpa Jasmine di atasnya.
'Ini anak makan apa sih..? Kecil kecil kok berat banget yah' ucap Rivaldo dalam hati.
"E.. Eh.. Ma.. Maaf kak" gugup Jasmine yang langsung berdiri dan membantu Rivaldo untuk duduk.
"Kamu tiap hari makan apa sih badan kecil gitu berat banget" ucap Rivaldo sambil mengusap usap jidatnya yang sedikit benjol.
"Ihhh aku gak berat tau.. " ucap Jasmine kesal.
"Kamu makan cuma nambahin berat badan bukan nambahin tinggi badan" sindir Rivaldo sambil beranjak dari duduknya.
"Ihh gak apa apa yah..aku mah pendek pendek gini juga imut, banyak yang suka.. Dari pada kakak kayak tiang listrik" balas Jasmine tak mau kalah.
Penjaga toko yang melihat perdebatan pengunjung nya mulai pusing dan akhirnya mengusir mereka pergi karena sudah mengganggu pengunjung yang lain.
Akhirnya mereka pulang tanpa jadi membeli buku karena keburu di usir. Jasmine langsung naik kedalam mobil yang di susul dengan Rivaldo setelahnya. Mereka tidak berhenti di situ saja berdebat bahkan sekarangpun mereka berdebat menyalahkan satu sama lain.
Jasmine yang wataknya tak mau kalah jika berdebat harus menerima kalau ia kalah untuk pertama kali berdebat dengan manusia di sampingnya ini.
Dia akhirnya memasang wajah cemberut dan melihat ke arah samping menghindari tatapan lang dari Rivaldo.
'Kalau ngambek ternyata lucu juga hahaha' batin Rivaldo melihat kelakuan kekanakan Jasmine. Lalu ia pokus kembali menyetir dan mengantarkan pulang Jasmine ke rumahnya.
Sampai di rumahnya mereka berdua langsung masuk dan bertemu dengan Jordan yang sedang asik santai menonton tv. Jordan yang melihat adiknya sudah pulang dan langsung duduk di sampingnya bertanya.
"Gimana dapet gak bukunya..? Eh terus itu jidat kenapa bejol kaya gitu?" tanya Jordan yang baru sadar kalau jidat adiknya benjol, ia menatap ke arah Rivaldo yang sedang berdiri tak jauh dari mereka jidatnya juga tetdapat benjolan sama merasa bingung.
"kepentok tihang listrik kak" ucap Jasmine asal, ia sedak tidak mood untuk membahas jidatnya yang benjol.
'Ini anak.. Masa ia aku di samain sama tihang listrik' batin Rivaldo menatap kesal ke arah Jasmine.
__ADS_1