KEKASIH LABILKU

KEKASIH LABILKU
BAB 16 POV LEONY (NICO)


__ADS_3

setelah menobatkan nama panggilan aneh yang entah dari mana nama gila itu muncul.


kenzy tak berhenti tertawa yang membuatku sangat sangat kesal padanya.


karena kesal aku mencoba mengancamnya dengan apabila ia meneruskan tawanya aku akan memutuskan sambungan telfon itu. alhasil aku menjadi pemenangnya..


"baik.. baiklah.. kau tuan putrinya... aku akan berhenti tertawa keong cantikku" katanya sambil masih di bumbuhi tawa tipis seperti di tahan di sebrang sana.


"keong mana ada yang cantik, dasar aneh"cetusku


"hey.. ada.. dan luar biasanya keong itu adalah pacarku sekarang" katanya sambil kembali tertawa.


"hey.. tuan pemberi nama. apa kau akan menghentikan tawamu yang menyebalkan itu atau aku akan memutuskan sambungannya sekarang?! " tuturku denga nada sedikit meninggi. aku banar bemar kesal dengan pacarku yang menyebalkan ini.


"baik.. baiklah nyonya.. mmm.. apa kamu benar benar menyukaiku? mm maksudku kenapa kamu menerimaku? eh tidak usah di bahas.. sudahlah lupakan saja" cicitnya tak jelas.


entah apa maksud pacarku yang menyebalkan ini. dia berkicau dari tadi. kami mulai memgobrol, sesekali kami tertawa dan tak jarang aku mengamuk padanya karena tidak ada henti hentinya ia mengejek dan menggodaku.


tapi akhirnya ia terdengar bicara serius.


"ony.. " katanya memanggilku


"ya" sahutku

__ADS_1


"apa kamu tahu bagai mana aku bisa mengenalmu? "tanyaya


"mmm.. ngk.. emang gimana"tanyaku.


"mm.."


dia terdiam untuk benerapa saat sampai akhirnya melanjutkan kembali ceritanya.


" apa kamu mengenal teman sekelasku nico?" tanyaya. aku yang sudah mulai mengantuk ini menjawabnya sesikit acuh.


"tidak, memangnya kenapa? "tanyaku. tapi entah kenapa mendengar nama itu fikiranku mulai berkelana. bodohnya aku mulai mencocok cocokkan nama itu pada si pria ciduk itu. tapi kembali lagi.. aku mengacuhkan nama itu dan berfikir kalau itu terlalu kebetulan.


"hmm.. kamu ngk kenal ya.. tapi kayaknya kamu kenal deh"~ kenzy


"yaaaa.. mungkin saja."~ kenzy


"memangnya kenapa? " tanyaku sedikit penasarana


"mmm.. itu.." sejenak terdengar tarikan nafas yang begitu panjang darinya, sebelum kemudian ia kembali melanjutkan


" jadi dulu, dia menyukaimu"


degg.. entah kenapa jantung menyebalkanku berdetak keras seperti itu. ada rasa senang yang tak dapat kumengerti di sana. tapi lagi lagi aku mencoba cuek.

__ADS_1


"lalu?" tanyaku.


"jadi dulu dia mengenalkanmu padaku. katanya dia menyukaimu, dia menyuruhku membantunya untuk memenyatukan kalian berdua. karena kebetulan kita sama sama anak pramuka. jadi dia fikir cara itu akan membuat jalannya untuk mendapatkanmu menjadi lebih mulus"


"tapi, jahatnya aku. aku menikungnya. aku menyukaimu pada pandangan pertama saat dia mengenalkanmu padaku. entah kenapa aku begitu tertarik padamu, dan kebetulan aku sudah putus dari mantan pacarku. jadi aku merasa ini adalah takdir baik yang diberikan Tuhan padaku"


"ahkirnya diam diam aku memdekatimu, aku memang adalah seorang penghianat, yaa.. awalnya aku mencoba untuk menahan perasaanku. tapi pertahananku akhirnya jebol karena senyummu. apa kamu ingat? dulu kita pernah berpapasan 2 kali, yang pertama kamu mau ke toilet, dan yang kedua kali kamu habis menemui orang tua dari temanmu"


"saat itu kamu tersenyum, yang akhirnya berhasil menggoyahkan tekatku untuk mundur. dan alhasil... aku begitu beruntung. Tuhan mempercayakanku menjadi pacarmu. terimakasih leony, terima kasih telah mau menerimaku menjadi pacarmu" katanya yang terdengar lembut dan sangat diterima dengan sepenuh hati di telingaku. kelihatannya hatiku menyukainya. tapi sejurus kemudian aku merasa sedikit kesal kepada teman pengecutnya itu.


entah siapapun ia, aku kesal padanya. kalau dia lebih berani menyatakan cinta padaku, aku tidak akan menerima kenzy, dan kasus penghianatan ini tidak akan terjadi.


Tapi ya sudahlah.. mungkin sudah takdir Tuhan. toh sekarang semua sudah mulai membaik.


aku menanggapi ceritanya dengan nada tak perduli. padahal dalam hatiku sedikit penasaran dengan sosok yang menyedihkan itu. dia sama dengan sepupuku. di tikung oleh teman sendiri.


jika di fikir fikir kasihan sekali orang itu, ia salah menaruh kepercayaan.


begitulah kami mengobrol malam itu. yang hingga akhirnya panggilan suara itu berakhir di jam 23:06.


-------


salam author 😉

__ADS_1


-LATIFAH-


__ADS_2