
Pagi menjelang siang, saat awan berjalan dengan tenang, Yurina melihat seekor ayam sedang BAB di pinggir jalan. Tapi, itu gak penting.
Yurina sedang menaiki mobil yang dikendarai oleh Sen—kakak laki-lakinya Gen. Di sebelah Sen ada Erza yang sibuk mengarahkan jalan menggunakan GPS. Di sebelah kiri Yurina ada Shino yang sedang melihat ke luar kaca, di sebelah kanannya ada Gen yang marah-marah gak jelas, dan di kursi paling belakang ada Lev yang sedang tertidur pulas.
Hari ini, Yurina dan kawan-kawan sedang berkunjung ke Okutama, sebuah daerah di bagian barat kota Tokyo yang dikelilingi oleh indahnya alam bebas. Mereka berlima berniat mengunjungi tempat pemancingan ikan yang bernama 'Hikawa Kokusai Masu'. Pemancingan ini berada di sungai kecil yang permukaannya datar tanpa cekungan, jadi siapapun bisa menikmati tempat ini dengan nyaman.
Sebenarnya ini adalah ide dari Gen, kemarin dia mengajak anak-anak Kelas 1-F untuk memancing di sini, tapi yang lain pada sibuk dan tidak hobi memancing, yang mau dan bisa ikut cuma mereka berempat. Karena sekolah kebetulan sedang libur, momen ini langsung dimanfaatkan oleh anak-anak.
Setelah empat puluh lima menit berkendara menggunakan mobil, mereka pun akhirnya sampai di tempat tujuan.
"YES!!! SAMPAI JUGA COEG!!!" Gen berteriak kegirangan.
"Gen, kau marah atau seneng, sih?" Erza kebingungan.
"SENENG LAH KAMPRET!!" Gen menarik kerah baju Erza
"Iya... Iya..."
Dari area parkir, tempat pemancingan tidak terlalu jauh. Dengan berjalan kaki, lokasi bisa dicapai hanya dalam waktu sepuluh jam saja. Iya, sepuluh jam kalau sambil menggendong gajah. Kalau berjalan biasa, satu menit sudah bisa sampai.
"Aku pergi dulu, ya. Tiga jam lagi aku jemput." Sen pamit, ia meninggalkan parkiran dengan mobilnya.
"Hati-hati, kakak!"
"PERGI SANA IBLIS BERMATA DUA!!!"
Anak-anak sudah memakai kostum dan membawa peralatan mancingnya masing-masing. Mereka memakai topi, baju rompi, dan tidak lupa menenteng ember. Mereka kemudian berjalan ke lokasi pemancingan.
Setelah sampai, mereka berlima berdiri di tempat masing-masing dan siap untuk memancing.
"Taruhan ya, yang paling dikit dapat ikan harus nyebur ke sungai," tantang Lev
"Waah, ide yang sangat bagus!" Yurina menyetujuinya.
Shino dan Erza juga setuju.
"OKE SIAPA TAKUT COEG!!!!" Gen ngegas.
Tapi, sebelum pertandingan dimulai satu peserta sudah langsung gugur.
"Duh, pancinganku rusak," ucap Shino, menunjukkan ekspresi sedih.
"Yaudah, beli aja lagi. Di sini kan ada yang jualan," saran Erza.
"Pancingan itu mahal, Erza. Aku gak ada uangnya."
"Oh, yaudah kamu gantian aja sama Yurina."
"Kita kan lagi lomba, masa gantian?"
"Oh, yaudah mending kamu pulang aja."
__ADS_1
"Erza, kamu kan—"
"Nggak!"
Shino belum selesai ngomong, tapi langsung Erza potong.
Shino memasang ekspresi cemberut.
"Ahh, coba aku punya teman berkekuatan aneh yang bisa benerin barang rusak, aku pasti bisa mancing lagi." Shino berkata dengan keras sambil melirik Erza.
Erza gak peduli, dia cuek.
"Ahh, coba aku punya teman orang Indonesia yang baik hati, aku pasti bisa mancing lagi." Shino masih tetap ngode.
Erza masih tetap cuek.
"Ahh, coba aku—"
"Iya, iya... Aku bantu deh..." Erza akhirnya ngalah.
Erza langsung berlari sejauh 1km, lima menit kemudian dia balik lagi ke tempat pemancingan.
"Hosh... hosh... mana pancingannya?" tanya Erza yang kelelahan.
"Oh, gak usah, aku udah beli yang baru. Pancinganku yang lama modelnya emang jelek," jawab Shino, polos.
Erza menatap geram. "Kubunuh kau!"
Gen menoleh. "APA KAU BILANG????" Lev dan Yurina tertawa saja melihat tingkah konyol mereka.
Setelah pengorbanan Erza yang sia-sia, akhirnya mereka mulai memancing. Karena taruhannya lumayan berat, mereka berlima akan memancing dengan sangat bersungguh-sungguh.
Dalam urusan pengalaman, Lev jauh lebih unggul dibanding peserta yang lainnya, termasuk dari Gen yang sudah mengajaknya. Entahlah, Lev itu memang anak yang berbakat dari lahir, dia bisa melakukan berbagai hal dengan sangat mudah. Kecuali menaklukan hati Akemi.
"Duh... udah sepuluh menit kok gak dapet-dapet ikan ya..." Erza mengeluh.
Dia kemudian menoleh ke arah samping. Dia terkejut, ember Yurina sudah penuh dengan ikan.
"Waah, Yurina kamu hebat banget. Gimana cara dapetin ikannya?" tanya Erza.
"Mudah sekali, kok. Pertama, saya pasang umpan pada kailnya, kemudian saya ambil ancang-ancang, lalu melempar kailnya ke tengah sungai." Yurina menjelaskan.
Erza menyimak dan siap memperagakan.
"Setelah itu, saya tunggu satu menit. Tapi ikannya gak ada yang nyangkut juga, yaudah biar cepet saya teleportasi aja ikannya ke dalam ember," cerita Yurina.
"Itu namanya bukan mancing woy!!! Cepet balikin lagi ikannya!!" Erza emosi.
"CURANG OII!!!! CURANG!!!" Gen nambahin.
Akhirnya, Yurina nurut, dia menteleportasi ikan dari embernya ke dalam sungai lagi.
__ADS_1
Yah, kekuatan super Yurina memang hebat. Selain menteleportasi manusia, dia juga bisa mentelportasi hewan-hewan. Asalkan makhluk hidup, Yurina bisa menteleportasinya.
Setelah dua puluh menit berusaha keras, akhirnya ada ikan yang memakan umpan Erza.
"Yes!! akhirnya ada yang nyangkut!" Erza sangat bahagia,
Tapi, saat Erza akan narik, ikannya langsung menghilang. Erza pun kaget dan langsung menoleh ke Yurina.
"Yurina!! ini pasti ulahmu, ya?" teriak Erza.
Yurina mengacuhkan Erza, dia hanya bersiul saja seperti orang tidak bersalah. Erza menggerutu lagi sendirian, Yurina tertawa dalam hatinya.
Setelah itu, mereka mulai memancing lagi dengan serius tapi santai. Yurina tidak berbuat curang lagi, Erza tidak marah-marah lagi, Lev dan Shino adem ayem seperti biasa, sedangkan Gen marah-marah terus, padahal dia dapat ikan lumayan banyak.
***
Akhirnya, mereka selesai memancing. Lev dapat 10 ikan, Gen dan Shino dapat 8, Yurina dapet 5, sedangkan Erza cuma dapet 3. Erza pun mengakui kekalahannya.
"Haduh... memancing itu ternyata susah juga, ya. Aku akui deh kekalahanku, aku bakal nyebur sekarang juga," kata Erza, dengan lapang dada.
Erza mulai melucuti pakaiannya satu persatu, hingga dia cuma memakai kolor saja (bukan celana dalam). Erza pun mengambil ancang-ancang untuk berlari dan siap meloncat ke dalam sungai.
Tapi, sebelum Erza melancarkan aksinya, Yurina menghentikan Erza. Yurina memegang tangannya dari belakang.
"Kamu gak usah nyebur, saya sudah berbuat curang. Seharusnya saya yang kalah. Gapapa, biar saya saja yang nyebur," kata Yurina
Shino ikut nimbrung. "Tidak! harusnya aku yang kalah, aku udah ngejailin Erza dan bikin dia kelelahan. Gapapa, biar aku aja yang nyebur."
Lev juga merasa bersalah. "Jangan!! biar aku aja yang nyebur. Ini semua salahku, aku emang udah jago dalam hal memancing, aku bertindak tidak adil."
Semua anak saling menyalahkan dirinya sendiri, kecuali Gen.
"YAUDAH KALIAN NYEBUR AJA BEREMPAT!!!" teriak Gen.
Semua anak memandang kesal ke arah Gen.
"Kamu juga bersalah Gen, kamu kan yang ngajak kita mancing di sini."
"YAUDAH AYO KITA NYEBUR SEMUA!!!"
Sebelum anak-anak nekat nyebur, Erza yang merasa bertanggung jawab segera menghentikan mereka.
"Yaudah lah, gak usah nyebur. Ngapain nyebur-nyebur, kayak anak kecil aja. Daripada nyebur dan malu-maluin diri sendiri, mending kita bakar saja ikan yang sudah didapat. Ayo kawan-kawan, sekarang nikmati hasil jerih payah kita. Percayalah, kesuksesan hanya didapat oleh orang-orang yang telah bekerja keras!" ucap Erza dengan gaya keren.
Semua anak terpana melihat betapa kerennya Erza.
"Erza, kamu keren banget deh. Bisa memotivasi kita saat pake kolor doang," puji Shino.
Erza pun segera sadar dan merasa malu.
Setelah itu, anak-anak menuju tempat bakar ikan dan mulai menyantap ikan hasil tangkapan mereka masing masing. Tentu saja, mereka gak bawa semua ikannya, masing-masing anak cuma bawa 2-3 ikan saja, karena gak bakal habis kalau mereka bawa semua.
__ADS_1
Sisanya, author yang bawa.