
Rabu pagi seperti biasa murid-murid Kelas 1-F berada di lapangan untuk mengikuti pelajaran olahraga.
Pelajarannya sendiri dibebaskan, para murid boleh memilih bidang kesukaan masing-masing.
Lev bermain basket, Roman bermain bola voli, Kensel bermain futsal. Namun, yang paling fenomenal, Yurina bermain basket di lapangan voli menggunakan bola futsal.
"Kok bolanya gak mantul-mantul, ya?" Yurina kebingungan.
Erza geleng-geleng kepala, kondisi temannya ini memang sudah tidak tertolong.
Tiba-tiba, ada seorang gadis yang terjatuh. Gadis itu adalah Akemi. Kakinya terkilir saat mencoba melakukan dribbel dalam basket.
"Sensei, Akemi tidak bisa melanjutkan olahraga. Boleh saya mengantarnya ke UKS?" Shino membopong tubuh Akemi.
"Tidak boleh, nilai olahragamu sangat jelek. Kamu harus tetap di sini."
"Baiklah...." Shino terlihat sedikit kecewa.
Dengan cepat, momen ini dimanfaatkan oleh Lev.
"Sensei, biar saya saja yang antar Akemi."
Jui-sensei kembali menggeleng. "Tidak Lev, pemain basket di sini sudah pas. Kalau kau pergi jumlah pemainnya jadi kurang."
Di tempat lain, secara diam-diam Roman yang sedang bermain voli berpura-pura cedera. Tujuannya agar dia bisa pergi ke UKS bersama Akemi.
"Sensei, saya cedera. Biar saya yang mengantar Akemi."
"Tidak boleh, kamu juga kan lagi cedera. Kalau nanti di jalan ada apa-apa gimana?"
"Iya juga, ya. Yaudah, lanjut main voli deh." Roman kembali sehat.
Tak lama Hoshi datang. "Sensei, perut saya sakit." Kepala Hoshi bersinar.
__ADS_1
Jui-sensei hanya menatapnya, dan Hoshi langsung menyerah.
"Bagaimana ini? Siapa yang akan mengantar Akemi?"
Jui-sensei tidak tega melihat Akemi meringis kesakitan, tapi dia sengaja membiarkannya. Karena Akemi malah terlihat menikmati.
"Astaga, kalian ini tidak punya perasaan sama sekali. Orang lagi cedera malah dibiarin." Ota berjalan mendekati Akemi, kemudian menawarkan punggung untuknya. "Ayo Akemi, naik ke pundakku."
Wajah Akemi memerah, akhirnya ada juga yang mau menolong dirinya. Akemi akhirnya naik ke punggung Ota.
Akemi yang digendong oleh Ota menjadi pusat perhatian murid-murid Kelas 1-F. Banyak murid yang merasa iri terutama Lev dan juga Hoshi.
Selama di lorong, mereka berdua saling mengobrol.
"Akemi, kau ini ternyata bisa berbuat salah juga, ya."
"Te-tentu saja, aku ini kan manusia normal."
Akemi memang sangat hebat, bahkan kalau dilihat dari luar seperti tidak ada kekurangan. Namun, setiap kali ada Ota, Akemi selalu dalam keadaan terlemahnya. Akemi merasa malu karena Ota selalu membantunya.
"Emang siapa yang mau membawamu ke UKS?"
"Eh?!" Akemi tiba-tiba berkeringat dingin. Ada apa dengan perubahan sikap mendadak dari Ota?
"Aku akan pergi ke gudang dan menyiksamu di sana. Aku ingin membalas perbuatanmu."
Wajah Akemi memerah. Disiksa adalah hal yang disukainya. Tentu Akemi akan merasa senang, apalagi jika Ota yang melakukannya.
"Ja-jangan Ota-kun." Akemi merasa gugup, namun juga senang. Rasa sakit di kakinya tiba-tiba menghilang.
"Bercanda." Ota berbalik arah dan berjalan ke ruangan UKS.
"Ja-jahat!!! Kenapa kau melakukan ini padaku, Ota-kun?!" Akemi menggebrak-gebrak tubuh Ota.
__ADS_1
"Hahaha, aku senang mengerjai Akemi. Maaf, ya. Mana mungkin aku mau nyiksa Akemi. Kamu kan penyelamat hidupku." Ota berbicara dengan santai, membuat Akemi tersipu malu.
Akemi selalu terlihat superior di hadapan banyak orang, tapi saat bersama Ota dia benar-benar menjadi gadis biasa.
"Kita sudah tiba, ayo turun."
Saat tiba di UKS, Ota dan Akemi terkaget. Ternyata UKS-nya penuh dengan murid-murid yang sedang tidak enak badan. Tidak ada satupun ranjang yang terisa untuk Akemi. Tapi mereka beruntung karena kotak P3K-nya masih ada.
"Coba lihat kakimu, biar aku obati." Ota hendak memeriksa kaki Akemi.
"Tidak perlu, aku sudah sembuh."
"Loh, kok bisa?"
Sebenarnya, kaki Akemi masih sakit, tapi dia tidak kuat jika kakinya sampai disentuh oleh Ota.
Akemi memalingkan pandangan. "Udah sembuh pokoknya. Ayo balik lagi ke lapangan!"
"Eh, yaudah. Mau aku gendong lagi?"
"Nggak usah!"
"Serius?"
"Yaudah, hanya sampai pintu keluar."
Para pasien di ruangan itu tersenyum melihat tingkah mereka berdua.
***
Chapter ini dibuat khusus untuk para shipper Akemi x Ota.
Illustrasi Akemi
__ADS_1