Kelompok Pencuri Hantu Lupin

Kelompok Pencuri Hantu Lupin
Bab 19 : Perjanjian Kerja Sama Mutualisme


__ADS_3

Aku pertama kalinya dibawa oleh Annar ke kantor pusatnya, pandangan dari karyawannya mengaju padaku selain aku cantik dan baru kali ini Annar membawa wanita lain lagi ke kantornya. Aku tetap mengikuti Annar ke ruangannya dan memperhatikan bagaimana Annar bekerja serta bertemu beberapa pengusaha partner kerjanya, Annar memintaku buat menunggunya di kamar yang ada dalam kantornya tapi aku meminta ijin jalan-jalan disekitar kantor. Annar mengijinkanku dan aku tahu kantornya dijaga oleh beberapa anggotanya, tujuanku juga bukan kabur cuma aku ingin mencari informasi, ketika aku selesai ke toilet dan aku memutuskan buat kembali ya aku sudah cukup jalan-jalannya aku mendengar candaan serta gosip berasal dari ruang rapat. Aku sempat menguping dan aku mendapatkan keuntungan baru


" hahaha... berapa kamu dapat Pak Serial?" kata orang itu dalam rapat dan aku tahu nama seseorang yang dia sebutkan


" 500 ribu dollar aja, aku harus lebih giat mengumpulkan kekayaan secara ilegal di perusahaan ini... Kalau kamu Pak Derian?" jawab Pak Serial yang aku dengar namanya


" tentunya lebih dong hahaa, pemiliknya disini terlalu mempercayai karyawannya tidak sama dengan Ibu Ann yang menyapu bersih para karyawan korupsi di perusahaan itu, benarkan Pak Derian?" tanya Pak Serial


" wkwkwk tentu, aku dan Pak Eric adalah mantan karyawan yang dipecat oleh Ibu Ann" cerita Pak Derian, aku yang menguping baru tau jika Annar sudah menggali kuburannya tersendiri tanpa aku harus bersusah payah menghancurkan toko cabangnya


" hmm aku mendapatkan harta karun" ucapku dan aku masuk mengejutkan mereka


" ada apa pak, jangan kaget begitu ... boleh aku duduk" ucapku yang berada dalam ruangan rapat itu yang membuat mereka sangat panik


" huh karena kalian panik aku langsung memberitahukan maksudku, aku disini hanya berpura-pura menjadi selirnya. Aku juga datang dengan ingin menghancurkan dia, aku menawarkan kerja sama pada kalian ... Aku tidak akan melaporkan kalian pada Annar dengan catatan kalian harus memberikanku informasi soal proyek baginya yang sangat menguntungkan serta partner bisnisnya dan jika kalian mengkhianatiku tentu saja aku tidak bodoh, aku sudah membuat bukti" kataku menunjukkan voice recorder ke mereka, aku tahu mereka nantinya akan menyerangku karena aku perempuan tapi voice recorder ini cuma sebagai bahan untuk menakut-nakut mereka


" Baiklah baiklah kami setuju" jawab mereka dengan terpaksa, kali ini aku mempunyai sumber pemberi informasiku. Keesokan harinya Annar bercerita bahwa dia ada perjalanan bisnis ke Kota Troja yang masih berada di Negara Italin selama 2 bulan padaku, dalam hatiku aku sangat gembira akhirnya aku ada kesempatan mencari informasi serta menyusun rencana buat menghancurkannya. Aku bertemu dengan Pak Derian dan Pak Serial di cafe dekat kantor pusat, Pak Serial menyerahkan 2 profil dokumen yang cukup tebal padaku. Aku membaca dokumen itu juga mendengar penjelasan Pak Serial


" Partner bisnis kerja yang kami rekomendasikan pada nona Ann adalah Pak Erico, Pak Erico pebisnis di bagian arsitek dan aset rumah serta yang lainnya. Profil kedua sekarang manajemen sedang mengincar proyek pabrik roti kota Troja, proyek itu sudah mau dilaksanakan cuma ijin pembangunan serta persetujuan dari negara Italin belum ada terus ijin itu akan menjadi benda yang dilelangkan, ini adalah undangan acara pelelangan ilegal itu jadi sesuai perjanjian nona dan kami harus pergi dulu secepatnya" kata Pak Serial meminta ijin pamit bersama pak Derian. Aku masih dicafe dan menghubungi kak Bryan, aku bertanya mengenai profil Pak Erico dan penjelasan acara pelelangan ilegal negara Italin


" Pak Erico adalah pengusaha muda dan pemula, tujuan Pak Erico menjadi partner bisnisnya karna dia ingin membalaskan dendam ke kelompok Roysian mengenai kematian orang tuanya, dan acara pelelangan ilegal itu ada diadakan di hotel Resdi dan mereka punya dresscode yang selalu mengatakan memakai topeng. Undangan mu ada satu maka kami memberikan undangan kami pada Pak Erico jika dia mau menjadi teman kerja sama mu... Aku sudah mengirimkannya lewat alat transportasi Annar" jelas kak Bryan


" terima kasih kak" ucapku mengakhiri panggilan, aku mengirimkan undangan bertemu ke Pak Erico besok di nomor whatsappnya.


Keesokan harinya kami melakukan pertemuan di Cafe Redin, cafe yang dekat kantor pusat Palace Bakery and Cake. Pelayan cafe mengantarkan Pak Erico ke mejaku dan aku berdiri menyalami tangan Pak Erico sebagai bentuk tanda pengenalan.

__ADS_1


" Aku tidak percaya selir kesayangan Pak Annar datang menemuiku, apa yang kau butuh nona dariku? Tanya Pak Erico memulai pembicaraan


" Aku adalah mata-mata dan tujuanku juga sama dengan tujuan anda Pak Erico, aku ingin menawarkan anda kerja sama melawan Annar" kataku pada Pak Erico


" Kenapa nona Ann mempercayaiku ? Kan banyak partner bisnis pak Annar yang lain yang lebih kompeten dariku" tanya Pak Erico lagi


" Anggap saja ini feeling wanita, aku ingin kamu menjadi partnerku dalam acara pelelangan ilegal dan aku ingin kamu bertanggung jawab terhadap suatu proyek yang kita incar" kataku menjelaskan maksud tujuan ke Pak Erico


" Maksud nona acara pelelangan itu, acara itu hanya memilih mengundang para pengusaha paling berpengaruh... Nona punya undangannya? Tanya Pak Erico lagi


" Ini dan ini adalah rincian proyek incaran ku" kata ku menunjukkan undangan acara pelelangan dan memberikan rincian proyek incaran kelompok Annar


" Baiklah nona, aku setuju" jawab Pak Erico sangat senang telah mendapatkan harta karun termewah, Ann serta Pak Erico pulang bersiap-siap untuk acara malam nanti.


Malam tiba Ann berdandan sangat cantik seperti seorang selebritis terkenal dan ditambah dia memakai topeng. Ann juga berpesan pada kepala penjaga untuk menjemput dia sebelum jam 9 malam, Ann pergi bersama Pak Erico yang berdandan sangat tampan hari ini mereka berdua segera menuju ke hotel Resdi. Sesampainya di hotel Resdi, Ann dan Pak Erico menyamar menjadi Randy Ryo serta pacar Randy Ryo, Pak Erico kaget dalam hati dia bertanya-tanya apakah Ann adalah kenalannya si pengusaha Randy Ryo tapi dia urungkan dulu agar mereka tidak dicurigai. Lalu mereka masuk dan mendapatkan kursi VVIP dimana kursi ini mempunyai fasilitas bisa mengetahui jadwal acara dibandingkan dengan yang lain


" Iya, Kak Randy memintaku untuk mengenalkan mu dengannya" balas Ann juga dengan ngomong bisik-bisik


" Kamu kenapa bisa dengan mudah mendapatkan undangan itu, bagi kami itu tidak mudah lo" kata Pak Erico


" Nanti aku kasih tahu kamu, kita fokus nonton acaranya" balas Ann dan acara pelelangan pun dimulai, sang hakim lelang menjadi MC dalam acara pelelangan dan dia buka dengan meriah. Barang pertama yang dilelangkan adalah nona Apple Frion


" Dia adalah putri dari mantan pengusaha Rey Frion dan liat lah kemolekan tubuhnya serta wajah yang sangat cantik, kami membuka harga sekitar 5 juta dollar " kata Sang hakim mengetuk palunya sebagai tanda penawaran dibuka


" Mereka juga melelangkan manusia?" tanya Pak Erico heran

__ADS_1


" Ya, kelas atas yang bangkrut rela menjual dirinya menjadi budak, selir, atau pekerja demi bertahan hidup" ceritaku pada Pak Erico


" Lihatlah yang dapat Pak Teri pengusaha hidung belang dan gila wanita" jawab Ann dan Pak Erico kembali nonton ke acara


" Selanjutnya adalah lelang benda dari professor the mist, aku kenal professor itu dan aku adalah fansnya" kata Pak Erico membaca jadwal acara pelelangan


" benar dan pukul 18.00 adalah istirahat makan malam" balasku, setelah itu kami makan malam di restoran hotel Resdi, aku meminta ijin Pak Erico untuk ke toilet tapi aku punya misi sendiri, yaitu menyelamatkan Nona Apple dari Pak Teri. Aku ke toilet mengaktifkan mode penyamaran salah satu bodyguard Pak Teri dan aku berpura-pura ke reception hotel dan bertanya dimana kamar Pak Teri, ketika petugas receptionist menginfokan nomor kamar Pak Teri aku tiba dan aku mengatakan


" Bos memintaku membawa nona ini ke restoran" kataku pada salah satu penjaga yang bertugas disana


" Baiklah, biarkan dia ikut padamu... Kami akan berjaga disini" kata petugas itu dan aku, Nona Apple, dan salah satu bodyguard turun menuju lantai restoran. Didalam lift aku membuat pingsan bodyguard itu dan membawa Nona Apple keluar area hotel menuju Pak Dori supir yang diutus oleh Hikari


" Siapa kamu? Kamu bukan salah satu dari mereka" tanya Nona Apple curiga, aku menonaktifkan mode penyamaranku dan menggantinya ke mode Lupin Pink


" Aku Lupin Pink, ada seseorang mengutusku untuk menyelamatkan nona... Sekarang nona harus masuk dan nona akan tinggal di villa orang yang mengutusku, jalan pak" pinta ku pada Pak Dori


" Aku sangat berterima kasih sekali karna kamu telah menyelamatkan ku dari tua bangka itu, baiklah aku akan menunggu" ucap Nona Apple dan aku melihat mobil nona Apple sudah melaju jauh, lalu aku menukar kembali menjadi mode diriku.


Aku ke restoran dan ternyata Pak Erico sudah mengambilkan makanan malamku, untungnya dia tidak bertanya apa-apa. Saat aku lagi asyik makan, aku melihat keributan di rombongan Pak Teri, aku melihat Pak Teri sedang memarahi habis-habisan bodyguard yang sempat pingsan dan berjaga di kamar, tiba-tiba


" dor" dengan kejamnya Pak Teri menembak mereka.


"Apa begitu watak asli para pengusaha kepada pekerjanya? Tanya Pak Erico yang aku perhatikan dia tampak terkejut juga keheranan reaksi orang-orang yang ada disekitar restoran


" Mereka terbiasa dengan itu pak" jawabku dan sehabis makan aku mengajak Pak Erico kembali ke tempat pelelangan. Acara akhirnya dimulai dan pas pukul 20.00 akhirnya barang yang kami incar pun dilelang, aku menunggu penawaran paling tinggi dan ketika sang hakim menghitung mundur aku langsung mengatakan

__ADS_1


"100 juta dollar , ini ceknya" kataku memperlihatkan cek palsu yang kubuat. Akhirnya kami mendapatkan proyek itu dan aku bisa pulang sama Pak Erico tanpa kepala penjaga Annar menjemputku, aku bercerita jika itu cek palsu yang kubuat kepada Pak Erico dan Pak Erico tertawa tidak percaya. Setelah aku sampai, aku memberikan proyek itu kepada Pak Erico dan aku meminta ke Pak Erico agar Pak Erico bisa memakai proyek ini demi perusahaannya. Pak Erico sangat berterima kasih dan kami pamit.


__ADS_2