
" Ada apa dengan kalian?" tanya Yerri yang memperhatikan interaksi antara Ann dengan Mido " Gak ada apa-apa kak... Cuma Kak Mido agak kesal didekati model wanita itu hahaha" ketawa Ann yang membuat Mido kesal juga, Randy dan Kojuro sebenarnya bosan mengurus misi ini tapi si klien sudah membayar jadi apa boleh buat.
" Semua ini adalah penemuan bin ajaib, aku menamainya alat komunikasi antara para arwah" kata Akage memperkenalkan temuan gilanya, " Maksudnya penemuan apalagi ini Akage? Aku agak bagaimana ya soal hal mistis tapi pulpen mistis sudah makan korban jiwa" kata Yu Xiao memperhatikan alat komunikasi ciptaan Akage berbentuk mini HP. Para anggota yang lainnya antara geli melihat tingkah Akage tapi juga senang karena Akage bisa tertawa lepas memperkenalkan produknya, Randy bertanya kepada Akage " apa aku boleh meminjamnya?" dan Akage menjawab " tentu saja, karyaku semua untuk Kelompokku" setelah itu Randy memutuskan menjalankan misi ini sebentar malaml.
Malam tiba dan 9 orang anggota kelompok Lupim ditugaskan. Sesuai dengan instruksi dari Ann dan Mido, mereka mematikan semua sistem keamanan di gedung Celina dan mereka masuk ke ruang desainer. 9 anggota itu sudah menemukan pulpen kematian yang berada di meja kerja desainer Tara tapi pulpen itu mengeraskan badannya dan para anggota tidak bisa mengambil pulpen itu, maka Randy menyuruh mereka mundur dan menunda dulu penyelesaian misi. Keesokan harinya Randy mengunjungi ruangan kerja Akage dimana Akage sedang terlihat sibuk memperbaiki robot-robotnya yang rusak akibat pertempuran melawan kelompok " ini apa sudah mantap?" tanya Randy untuk alat ciptaan baru yaitu Hp arwah
" Oh sudah, mau apa ?" tanya balik Akage yang masih fokus dengan robot-robotnya
" aku mau pakai, boleh aku pinjam?" tanya Randy meminta ijin
" tentu, terus anggota yang cocok untuknya?" tanya Akage bingung akan diapakan alatnya
" Ann, dia kan adalah suku Safir dan dia mempunyai teman yang bisa berkomunikasi dengan arwah" kata Randy dan Randy pamit meninggalkan ruangan kerja Akage.
Ann Pov
Aku masih lanjut kerja dan kali ini kak Arica membawaku bertemu dengan klien partner bisnis di hotel Deriad. Aku penasaran siapakah partner bisnis kesayangan mereka, pas aku menunggu sekitar 3 jam betapa terkejutnya aku ternyata partner bisnis Celina Fashion and Brand adalah pria yang paling kucari, anak dari jenderal besar kota Safir Toni ditambah lagi teman masa kecilku menjadi kepala bodyguardnya. Jujur kali ini aku tambah bingung apa aku harus melawan teman masa kecil yang sangat kusayangi, setelah selesai pertemuan dengan Toni aku dan Kak Arica pulang menuju kantor pusat. Di perjalanan Kak Arica cerita jika Pak Toni sangat mempunyai banyak selir, aku dalam hatiku berkata "tidak heran sih... Pria playboy".
Aku didalam ruangan ku merenung kenapa temanku mau bekerja dengan cowok bajingan itu ? Bagaimana aku bisa menyerangnya sementara Kak Arica ya kalian tahu lah dia bikin apa di ruangan owner " ting" bunyi notifikasi pesan whatsappku dan itu dari Rania, teman SMA ku yang baik dan bahenol
__ADS_1
" Ada apa sayang ? Tanya nya iseng lalu aku menjawab
" aku boleh minta tolong gak?" aku mengetik jawabanku
" tentu say, kapan?" tanya dia seakan tahu aku
" datang di jalan Recidential no 32 rumah besar bak istana warna biru" aku menyuruhnya datang ke rumah Randy
" baik besok... siap" jawabnya dan aku lega akhirnya Rania mau membantuku. Rania sama denganku dan memiliki kemampuan dapat berkomunikasi dengan arwah, baik itu arwah manusia, hewan, atau tumbuhan. Aku lega sudah mendapatkan orang yang sangat alih di misi ini.
Keesokan harinya kebetulan aku libur kerja, aku menunggu si centil Rania. "ting tong" kudengar bunyi bell rumah Randy dan aku segera melihat di kamera pengawas ternyata yang kutunggu datang
" lama sekali sayang membuka pintu, kok kayak saya kenal ini rumah ya ? Hmmm" tanya si centil Rania yang ingin kujitak kepalanya tapi aku sayang karna dia sahabatku " begini... Aku ingin meminta tolong soal mistis, kamu tahu pulpen desain mistis yang terkenal" kataku membawakan minuman untuk Rania " ya aku tahu, konon arwah didalamnya adalah arwah desainer nomor satu dunia yang memenangkan beberapa banyak penghargaan atas karyanya tapi dimana ada posisi nomor satu pasti ada yang berusaha untuk menggapai posisi nomor satu, ya dia dibunuh saingannya dan kematiannya dianggap sebagai bunuh diri... Aku yakin arwahnya yang mendiami itu pulpen dendam terhadap desainer muda kalau desainer tua dia tidak dendam malah menghormati layaknya orang tuanya, jika kamu ingin membawaku kepadanya tentu aku akan menerimanya, aku ingin berbicara dengannya" jelas Rania dan ada sedikit cercah harapan misi ini, aku meminta Rania menunggu Randy karna aku ingin mengenalkan Randy dengannya " kamu bilang Randy Ryo? Pengusaha muda yang paling ditakuti? Selain ganteng, kaya raya, tapi menakutkan" kata Rania bercerita kepadaku tentang Randy, aku tertawa mendengar penuturan teman centilku yang lucu.
" Rania namanya kak... Rania!!! Rania!!! Hey " kataku memanggil Rania dan dia masih terpana " ia kak ... Ini adalah temanku yang aku maksud, aku berencana akan membawanya besok ke pulpen itu" kataku memberitahukan kepada Randy, "oh baiklah ... Tidak apa-apa kamu boleh menginap disini" kata Randy dan Rania mendengar dia bisa menginap akhirnya sadar berteriak kegirangan. Aku tertawa melihat tingkah temanku, dia memang apa adanya dan sering mengatakan kata-kata kejam tapi aku sangat sayang sama dia.
Aku mengantarkan Rania ke kamarku dan Rania terkejut melihat kamarku yang super besar. " kamarmu besar sekali...!!! Ada yang ingin aku mau tanyakan padamu, sebenarnya apa hubunganmu dengan pengusaha Randy?" tanya Rania yang mulai kelakuan interogasinya ,"aku bekerja disini, aku bekerja sebagai sekretaris" kataku supaya Rania tidak kepo luar biasa. Aku menyuruhnya mandi dulu sementara aku akan membawakannya makan malam, Pak Dan mengajakku bercerita soal kehidupan kesebelas kakakku, Pak Dan berkata mereka sangat kekurangan kasih sayang orang tua mereka super duper sibuk, aku mengerti dan pamit mau mengantarkan makan malamku dengan Rania.
" Ini ayo kita makan" ajakku ke Rania dan kami berdua makan bersama, " Oh ya Ann... Bagaimana kabar kak Angela? Maaf aku waktu itu lagi menyusun skripsi, aku tidak sempat membantu kak Angela... Aku memang teman bodoh ya" katanya sangat menyesali akan nasib kak Angela ," tidak apa-apa" kataku. Setelah kami selesai makan aku menyuruh Ann menungguku saja didalam kamar dan melarang untuk membantuku, Rania meminta ijin pergi ke perpustakaan dan aku memberitahukan lokasi perpustakaan milik Randy. Aku tahu kebiasaannya sebelum dia mau tidur, Rania sangat suka membaca buku novel hororr. Sangat aneh kan tapi mungkin efek kemampuannya yang berkomunikasi dengan arwah, aku bertanya ," apa kamu mau kubawakan cemilan?" tanyaku dan Rania menolak tawaranku. Sehabis itu aku tinggalkan dia dan pergi untuk rapat.
__ADS_1
" Ada apa kak? Tanyaku saat pertemuan, " begini kami ingin mengubah rencana... Ayahku berkata jika kita harus memusnahkan pulpen mistis itu, untung kamu membawa temanmu itu" kata Randy menjelaskan maksud dari rapat ini
" aku sudah berdiskusi dengan paman dan mencapai keputusan bersama... Paman ingin kita memusnahkan pulpen itu tapi sebelum kita memusnahkan pulpen itu, kita harus tahu keinginan terbesar arwah desainer nomor satu yang tinggal di pulpen itu" kata Kojuro menjelaskan hasil keputusannya dengan Pak Michael, setelah selesai aku menjenguk Rania yang tertidur di perpustakaan, aku memakaikan selimut padanya dan aku segera ke kamarku beristirahat.
Keesokan harinya aku mencoba mengakrabkan diri pada desainer Olivia. Aku tidak menyangka juga desainer Olivia ingin mau berteman denganku," perkenalkan kak aku Anna... Panggil saja aku Ann" kataku memperkenalkan diri
" kamu sangat cantik... Aku suka liat kamu jujur, rasa ingin menciptakan baju " ucapnya riang dan aku juga mulai suka pada desainer Olivia. Aku terus mengajak desainer Olivia hang out dan dia juga biasa lupa bagaimana itu hang out, efek pulpen kematian itu sudan terlihat di fisik tubuh Olivia, aku langsung saja bertanya padanya ," kakak Oliv... Tolong jangan marah, kakak aku ingin mau kasih tau kakak harus resign dari Celina" kataku mengingatkan desainer Olivia di kantin
" emangnya kenapa dek? Kalau aku resign aku mau kerja dimana?" tanya desainer Olivia langsung. Mendengar jawaban dari desainer Olivia terpaksa aku memberitahukan rahasiaku
" aku kenal sama 11 pengusaha muda yang lagi viral itu kak, aku bisa mintakan kakak kerjaan tapi tolong kak resign secepatnya ya, aku tidak ingin kakak celaka" kataku berusaha meyakinkan desainer Olivia. Untungnya desainer Olivia mengerti dan sesuai janjiku aku meminta tolong pada kak Ronaldo agar mengenalkannya pada teman pengusaha bisnis fashion. Tinggal aku mengundang Rania serta membawa dia ke bekas ruangan desainer Olivia
" Rania, itu pulpennya" kataku menunjukkan pulpennya dan aku juga sudah membawa alat ciptaan kakak Akage. Rania fokus menggunakan keahliannya berbicara dengan arwah sang desainer nomor satu
" mau apa kamu kemari? Apa kamu ingin mengusirku .... Jangan harap" kata arwah sang desainer yang aku dengar lewat alat ciptaan Akage
" aku disini mau berbicara denganmu? Kenapa kamu mengambil nyawa para desainer muda, apa yang kamu cari?" tanya Rania yang fokus berkomunikasi dengan arwah sang desainer
" aku ingin balas dendam pada pembunuhku, dia seumuran dengan saya, aku menunggu dia bekerja disini. Jadi untuk memancing dia aku membantu Celina menjadi fashion brand terkenal" jelas arwah sang desainer
__ADS_1
" Tapi tolong jangan menelan korban jiwa lagi" kata Rania meminta tolong
" itu resiko kerja sama aku dengan owner Celina, dia akan membawakanku desainer yang telah membunuhku" kata arwah sang desainer itu, sehabisnya Rania mengakhiri komunikasi dia dan Rania memesan agar berbicara pada Ibu Tiffany untuk mencari desainer yang berumur 30 keatas dan menerima si Rouyi pelaku pembunuhan desainer nomor satu itu, aku menghadap ke Ibu Tiffany. Kesempatanku sangat lancar, Ibu Tiffany menerima usulanku dan saat itu juga aku mengajukan resign. Setelah itu aku kembali bersama Rania ke mansion milik Kak Randy dan Rania meminta ijin buat mandi sementara aku melaporkan hal ini pada kakak-kakakku. Kakak-kakakku sangat senang kalau mencegah orang bekerja, maka dia menggunakan kekuasaannya memecat serta melarang para perusahaan fashion menerima desainer Rouyi dan desainer Rouyi terpaksa melamar di Celina, habis itu aku sudah tidak tahu lagi dan misi ini selesai.