
Aku mengenal gigolo yang dipesannya, dia adalah Frederic Rein umur 23 tahun, emang kuakui badannya bagus serta mukanya juga tampan. Lama aku menunggu Frederic bersenang-senang dengan Ibu Viani, " dor... Ayo menunggu ku ya" kata Frederic mengagetkanku dari belakang, " Frederic pekerjaanmu sudah selesai?" tanyaku ke Frederic yang berada disampingku, " belum sih tapi aku tidak ada klien lagi, apa boleh aku menemanimu?" tanya Frederic yang sudah mengambil tempat duduk disampingku. Aku memesan martini dan Frederic memesan wine, aku tahu Frederic menyukaiku karna aku cantik dan aku nyaman berteman dengan Frederic jadi aku memberanikan diri mengajukan pertanyaan tentang Ibu Viani.
" Frederic... aku mau tanya tentang klien langgananmu Ibu Viani, ada kamu mendapatkan informasi? contohnya dimana alamat rumahnya, bagaimana sifat aslinya, bagaimana kehidupannya begitu" tanyaku dengan perasaan ragu, aku taku Frederic bisa salah paham
" Boleh... Tapi kencan sama aku baru aku kasih tahu" kata Frederic langsung mengatakan tujuannya
" iya, iya, aku akan kencan denganmu jadi tolong beritahu aku" bujukku pada Frederic
" dia tinggal di Jalan Recidential no 23, rumahnya bak istana, sifatnya sangat gila hubungan intim dan tidak bisa diprediksi, dia bercerita sering mengadakan ritual, maaf aku tidak tahu ritual apa tapi dia bercerita ritual semacam penumbalan lah... Ok sekarang mana janjimu" katanya menagih janji yang kutawarkan tadi
" ini adalah nomor ponselku, hubungi saja kalau kamu ingin jalan" kataku memberikan nomor ponselku dan aku memilih pulang sendiri daripada harus menunggu Mido yang sedang berbuat ulah lagi.
Aku pulang ke apartemen lamaku untuk bersiap pemotretan besok, seperti biasa aku dijemput oleh managerku. Managerku mengatakan aku yang menjadi model di produk baru mendatangkan keuntungan besar, produk baru terjual sangat banyak dalam sejarah Marbels Kosmetik jadi Ibu Viani meminta agar menjual produk lama juga tapi aku harus menjadi modelnya, sesampainya di ruangan pemotretan aku diperkenalkan sama dengan fotografer baru lagi, " namanya Pak Achyar, dia yang akan bertugas sebagai fotografer baru disini" aku mengangguk mengerti dan kujabat tangan Pak Achyar sebagai simbol perkenalan, lalu aku ke ruangan make up artis dan sehabis pemotretan tentu dilanjutkan oleh syuting iklan. Sehabis selesai aku memberanikan diri mencoba masuk ke ruangan yang pars karyawan gosipkan berhantu, aku penasaran dan pas aku masuk memang terdengar suara seorang gadis menangis baru aku mendengar juga suara gadis meminta tolong
" kalian siapa? Dimana kalian? Maaf aku tidak bisa melihat kalian" ucapku dalam ruangan kosong itu, setelah aku berbicara seperti itu ada suara salah satu seorang gadis yang menjawab semua pertanyaanku, " kami gadis yang diculik itu, kami berada di ruangan ini, kami dikurung didalam penjara menghilang agar orang tidak melihat sosok kami tapi masih bisa mendengar suara kami, kumohon tolong kami, aku rindu keluargaku hiks" aku merasa kasihan mendengar penuturan para gadis yang diculik itu
__ADS_1
" kalian tahu kapan ritual itu diadakan?" tanyaku ke mereka, " ia satu kali setiap malam jumat akhir bulan" jawab mereka dan aku melihat tanggal hari ini ternyata waktuku sisa 1 minggu menyelamatkan mereka
" apa ada yang lain lagi? Ruangan ini terlihat kecil bagi kalian yang diculik" tanyaku ingin memastikan apa masih ada yang lain, " ada di bawah tanah ruangan ini mereka dikurung" jawab gadis itu
" aku adalah utusan Lupin Pink, kalian pernah dengar kelompok pencuri hantu Lupin? Misi mereka sekarang adalah menghilangkan harta paling berharga Marbels Kosmetik, yaitu kalian semua, aku berjanji akan menyelamatkan kalian, sekarang aku harus cari cara melepaskan kalian dari kurungan transparan ini, tunggu sebentar, aku berjanji kelompok Lupin akan datang menyelamatkan kalian" kataku pada mereka memberitahukan maksud kedatanganku kedalam Marbels Kosmetik. Aku segera keluar ke ruangan itu agar karyawan lain tidak melihatku dan curiga, aku sudah ditunggu oleh managerku dibasemant dan aku beralasan aku tadi ke toilet, untungnya managerku mengerti dan mengantarkanku pulang, setelah aku sampai di apartemenku aku menghubungi Kak Bryan dan menanyakan perihal penjara transparan
" penjara transparan ada 2 bagian dan 2 cara untuk bisa melepaskan tahanan, pertama memakai perintah suara dan kedua dengan menghancurkannya pakai gada" kata Kak Bryan menjelaskan dan aku mengucapkan terima kasih, aku lupa managerku mengatakan jika jadwal pemotretan dan syuting iklan lagi akan diadakan 1 minggu kedepannya jadi ada kesempatanku menyelamatkan para gadis itu. Aku memutuskan sebentar malam aku akan melakukan pemantauan untuk melihat sistem keamanan gedung pusat kalau malam hari, malam pun tiba aku pergi memakai kendaraan anggotaku dan memarkirkannya agak jauh, aku mengawasi menggunakan teropong jarak jauh ciptaan Kak Akage, " jadi ada sekitar 10 penjaga dan sistem keamanannya menggunakan laser, tunggu itu kan para penculik membawa gadis baru lagi jadi mereka pelakunya" kataku saat aku melihat ada sekelompok orang membawa 3 orang gadis dan mereka masuk ke dalam gedung pusat, aku tahu mereka Akan memenjarakan 3 tumbal baru di ruangan itu, lalu aku pulang ke apartemenku dan melaporkan kondisi yang sempat tadi kuawasi ke kesebelas kakak-kakakku terutama Kak Randy dan Kak Kojuro
" kak... Aku ingin melaporkan pasal para gadis-gadis itu, akhirnya aku tahu dimana mereka ditahan... Apa aku harus datang menyelamatkannya?" tanyaku di video call, " baiklah... Aku akan mengirimkan Mido dan Aquiro, sebenarnya aku malas membuat video lagi soal Ibu Viani tapi aku rasa melepaskan tumbalnya saja sudah cukup bagiku" kata Kak Kojuro dan aku mengakhiri panggilan video call, sesuai dengan rencana besok malam kami akan melepaskan mereka. Keesokan harinya aku seperti biasa melakukan aktivitas sehari-hariku, berbelanja baju, bayar sewa apartement, berbelanja buku novel, pergi ke markas, dan lain-lain. Dulu waktu aku masih berada di Kota Safir, aku sering hang out bersama Daniel, Rania, dan Kak Angela tapi kami semua memutuskan untuk merantau, Rania yang duluan pergi demi pendidikannya. Rania mengambil jurusan Psikologi Ilmu Astral karna kemampuannya dapat berkomunikasi dan melihat arwah, kedua aku dan Kak Angela pergi merantau akibat ulah anak jenderal besar, dan terakhir teman masa kecilku malah merantau menjadi kepala bodyguard anak jenderal Safir. Nama teman masa kecilku adalah Daniel Aguilera Santaria berumur 27 tahun, dia berperawakan seperti aktor Jepang dunia nyata Ryo Yozhisawa, orangnya dingin pada semuanya kecuali kalau berada dekatku, aku bahkan diperlakukan layaknya adik kecil dia tapi jujur aku nyaman dia berada disisiku, aku sangat rindu dengannya.
" Daniel... Kenapa kau mempersulit jalanku" gumamku termenung sendiri didalam Cafe dekat rumahku.
Sungguh tidak disangka aku bertemu dengan Annastasya gadis yang aku cintai sekaligus teman masa kecilku. Aku terpaksa bekerja sebagai kepala bodyguard anaknya jenderal tertinggi kota Safir karna aku tidak ingin wanita seperti dia turun menjadi pembunuh, aku bisa menebak saat berita Angela tersebar di koran. Aku bergabung agar kau bisa mencurahkan semua amarahmu tanpa menjadi wanita pembunuh kepadaku.
Ann Pov
__ADS_1
" huh, mending aku ke tempat latihanku, lagian sebentar malam misinya dan aku sudah menyiapkan barang-barangku" kataku dan aku pergi ke markas pusat, aku melatih seni bela diriku agar lebih maksimal, aku tidak ingin menjadi beban bagi mereka. Malam pun tiba dan kami melakukan misi, hal pertama yang harus disingkirkan adalah bodyguard menjaga pintu keluar, Mido mengeluarkan robot penyanyi ciptaan Akage dan robot itu menyanyikan lagu tidur yang sangat indah sehingga berhasil membuat penjaga pintu keluar tertidur pulas, terus aku menuju ke pintu darurat dan untungnya pintu darurat itu aku bisa melepaskan kuncinya dan aku menyamar menjadi salah satu bodyguard yang tertidur dan sudah diamankan oleh Kak Mido juga Kak Aquiro.
Kamera pengawas tidak mencurigaiku karna aku menyamar sebagai salah satu bodyguard disana, segera aku ke ruangan keamanan dan memberikan gas bius tentu saja aku sudah memakai penutup hidungku. Aku mematikan sejumlah kamera pengawas juga beberapa peralatan keamanan, lalu aku ke ruangan dimana para gadis-gadis itu disekap. Aku sudah mempelajari tipe penjara menghilangnya dan ternyata cara membukanya yaitu dipukul keras menggunakan gada, aku langsung mempraktikkannya dan "prang" syukurlah mereka semua bebas, aku juga membebaskan para gadis yang ditahan dipenjara bawah tanah. Setelah itu aku menuntut mereka untuk kabur dan menuju 8 mobil minibus yang 2 dikemudikan oleh kak Mido dan Kak Aquiro sedangkan sisanya oleh anggota kelompok, " kita langsung membawa para gadis-gadis ini ke kantor polisi agar mereka bisa dipulangkan ke rumah keluarga mereka" kataku dan kami berdelapan segera menuju ke kantor polisi, Kak Mido dan Kak Aquiro turun ke mobil dan mengganti penampilan biasanya agar para polisi tidak mengetahui identitas kami sementara aku menyemprotkan di dalam 8 minibus itu gas lupa ingatan yang transparan, lalu aku membawa semua gadis-gadis itu dan Kak Mido juga Kak Aquiro membawa mereka masuk sedangkan aku menunggu diluar kantor.
Didalam kantor pov
" astaga Pak Mido dan Pak Aquiro kalian menyelamatkan para gadis-gadis yang hilang itu?" kata kepala polisi menyambut kedatangan Kak Mido dan Kak Aquiro karna mereka berdua seorang pengusaha sukses, " tolong urus mereka dan pulangkan mereka ke rumah keluarganya, kalau sampai ada kabar atau hal yang cepat kuketahui bersifat negatif menimpa para gadis ini, aku pastikan kalian tidak akan selamat " ancam Kak Mido, " Baiklah... Sekali lagi saya ucapkan terima kasih" kata kepala polisi yang agak takut ancaman dari Kak Mido dan Kak Aquiro, Kak Mido dan Kak Aquiro pamit mundur diri
Ann Pov
Aku dihubungi langsung oleh Kak Randy dan diberi tugaskan mengawasi para gadis-gadis itu sampai mereka pulang dengan selamat di keluarganya ketika Kak Mido dan Kak Aquiro masih berada dalam kantor polisi. Aku tidak tahu apa alasan Kak Randy tapi dari sisi wanita ku aku bisa mengerti alasan Kak Randy, aku melihat Kak Mido dan Kak Aquiro keluar ke kantor polisi lalu aku menceritakan perintah Kak Randy. Kak Mido dan Kak Aquiro mengerti dan mereka pulang duluan, aku masuk ke kantor polisi tadi dan disambut oleh petugas Dahlia. Kepala polisi menyuruh petugas Dahlia menemaniku mengawasi proses pengembalian para gadis-gadis itu ke keluarganya, Petugas Dahlia sangat baik dan dia perhatian padaku, aku seperti melihat sosok Kak Angela di Petugas Dahlia. Mengingat hari sudah malam, Petugas Dahlia mengijinkan aku menginap di Kantor Polisi sampai para gadis pulang dengan selamat.
Keesokan harinya, aku berada di kantor polisi sekitar 1 hari dan aku lihat mereka sangat sibuk meskipun pagi-pagi buta. Masyarakat yang datang, penjahat yang ditangkap dan diperiksa, juga pembuatan SIM kegiatan di kantor polisi, kepala polisi melakukan breafing untuk kasus hilangnya gadis-gadis yang berumur 17 tahun. Para admin polisi aku lihat sibuk mendata profil para gadis itu, Petugas Safar adalah petugas yang sangat tampan dan menjadi idola di kantor polisi tempatku berada sayangnya Petugas Dahlia bercerita jika Petugas Safar sangat dingin, cuek, dan kejam terhadap wanita petugas Dahlia juga bercerita banyak yang mengira Petugas Safar seorang Homo karna sifatnya itu. Pandanganku soal Petugas Safar dia adalah seorang polisi yang sangat rajin dan cekatan menjalankan tugasnya. Penulis akan kasih spoiler di cerita berikutnya adalah cerita cinta Petugas Safar dengan Annastasya, sebuah kisah cinta terlarang antara Polisi dan seorang Pencuri, di bab ini akan penulis ceritakan awal pengenalan mereka.
Karna aku menginap di kantor polisi terkadang aku mempelajari bagaimana pekerjaan kepolisian sampai saat jam istirahat aku ke kantin kantor polisi. Banyak petugas polisi pria yang berusaha PDKT denganku tapi aku tidak suka jadi aku memilih kursi yang lumayan jauh, ya tempatku sangat nyaman dan Petugas Safar menyapaku pertama kali ," apa aku boleh duduk?" tanya Petugas Safar, " tentu saja" jawabku mengijinkan Petugas Safar ikut makan bersamaku, " apa kamu ditugaskan oleh Pak Mido dan Pak Aquiro buat mengawasi para gadis itu?" tanya Petugas Safar
__ADS_1
" Iya... Tapi pertama kali kamu mau berbicara dengan seorang wanita maaf nih aku mendengar gosip-gosip tentangku" jawabku ceplas ceplos, aku menengok kearah Petugas Safar yang tersenyum astaga dan aku berpikir pantas dia menjadi idola
" aku tidak suka berdekatan dengan wanita yang hanya melihat tampangku saja aku bosan" kata Petugas Safar mengutarakan alasan selama ini dia menghindar para wanita yang mendekatinya, " Oh.... Aku juga biasa seperti itu" kataku yang merasa aneh kenapa aku berkata seperti itu," hahaha... Kita sama ya, boleh aku menjadi temanmu?" tanya Petugas Safar kepadaku, " tentu silahkan" jawabku dan kami berdua berjabat tangan sebagai tanda pengenalan. Petugas Safar selalu membantuku mengawasi proses pengembalian para gadis yang di kantor polisi baru tersisa 40 gadis dari 200 gadis yang kuselsmatkan, karna kedekatanku dengan Petugas Safar membuat fans Petugas Safar iri padaku. Aku juga mendengar mereka menggosipkan ku karna aku sangat cantik makanya Petugas Safar tertarik padaku tapi aku tidak ambil pusing, kami yang dianugrahkan fisik sangat sempurna sudah terbiasa. Kepala Polisi juga datang dan bertanya padaku ada hubungan apa aku dan Petugas Safar, kepala polisi bercerita " boleh-boleh saja seorang petugas polisi menjalin hubungan asmara dengan wanita siapapun tapi sangat dilarangkan seorang petugas polisi menjalin asmara dengan anggota dari kelompok pencuri hantu Lupin, pencuri brengsek itu meskipun kamu adalah pahlawan bagi kalangan bawah tapi perbuatan mereka salah... Suatu saat aku akan menangkap kalian" kata kepala polisi kepadaku dan ya membuat aku gugup karna aku adalah Lupin Pink.