Kelompok Pencuri Hantu Lupin

Kelompok Pencuri Hantu Lupin
Bab 24 : Marbels Kosmetik


__ADS_3

Pak Michael mengurus perihal kuliahku dan aku sudah bebas dari perkuliahan gila, Rania juga sudah pamit pulang sedangkan aku merasa sepi. Rania membelikanku lipstick merek terkenal yaitu Marbels, " dia sampai membelikanku lipstick dengan pesannya " kataku membaca isi pesannya, aku ijin sama Pak Dan mau pergi ke mall untuk berbelanja keperluan. Di mall aku melihat semua toko menjual kosmetik merbels, kuakui kosmetik merbels sekarang menjadi kosmetik favorit semua orang didunia, aku teringat dengan satu pesawat bersama nyonya Viani Furukawa. Aku membeli peralatan mandi, peralatan cuci baju, peralatan pembersihan, dan beberapa pakaian sehabis itu aku makan siang di restoran Mcd dengan memesan paket murah. Setelah selesai aku memesan taksi online dan diperjalanan aku browsing internet membaca berita kesuksesan Marbels kosmetik bersamaan juga dengan beberapa hilangnya para gadis berumur 17 tahun," ini aneh" gumamku dan terus membaca berita di internet.


Aku sudah sampai dan masuk ke kamarku membereskan semua belanjaanku lalu aku pergi ke ruang pertemuan, aku sudah tahu ada lagi yang menarik perhatian dari Pak Michael dan kesebelas kakakku.


" ada apa kak?" tanyaku saat aku masuk ke ruangan pertemuan dan mengambil kursiku disamping kak Aquiro, " kamu tahu Viani Furukawa? Paman menaruh rasa curiga jika Viani melakukan pesugihan dengan menculik gadis berumur 17 tahun, dengarkan saja" kata Ronaldo memberitahukan maksud kami dikumpulkan ," misi kita kali ini ialah menyelamatkan korban yang dia sekap, harta paling berharganya adalah para gadis-gadis itu... Kita bukan sebagai pahlawan tetapi kita hanya seorang pencuri" jelas Pak Michael dan Randy ," Pertama-tama Ann akan dikirimkan kesana sebagai model yang bekerja di Marbels kosmetik, terus Ann kamu harus mengumpulkan letak peralatan keamanan mereka, penjaga keamanan, dan lokasi para gadis disekap" kata Kojuro menjelaskan misi baru ku lagi ," Ibu Viani adalah teman bisnisku... Aku akan membantumu masuk disana " ucap Goisan memberikan bantuan kepadaku. Setelah selesai rapat, aku ke perpustakaan milik Randy dan mempelajari mengenai seorang cewek feminim.


" hmmm susah juga ya, aku harus berjalan anggun, memakai sepatu heels, dan rok" kataku sendiri setelah membaca buku tentang cewek feminim, sayangnya aku tidak mengerti. Aku butuh orang yang tepat mengajarkanku, maka aku mengunjungi Ibu Dan ,"Nyonya... Boleh aku meminta bantuanmu ?" tanyaku ke Ibu Dan ," tentu ... Ada apa?" tanya Ibu Dan kepadaku ," Nyonya ... Tolong ajarkan aku menjadi seorang cewek feminim" kataku memohon kepada Ibu Dan ," baiklah... Dengan senang hati, kebetulan Krista tidak bisa diubah ahhahahaha... Jadi aku akan mengajarimu" kata Ibu Dan kesenangan akhirnya Ibu Dan menemukan orang yang bisa dia ajari menjadi wanita seutuhnya, sekretaris Krista yang sekarang menjadi ibu general manager memang agak tomboy tapi aku bisa menjamin dia sangat cantik. Aku menunggu Ibu Dan membawa sekumpulan buku yang disusunnya seperti menara lalu membawa sepatu high heelsnya, " Ok ... Pelajaran pertamamu adalah jalan anggun, liat ini" Ibu Dan mencontohkan gerakan berjalan anggun dengan menaruh buku model menara diatas kepalanya dan memakai high heelsnya serta berjalan bak seorang model di catwalk, " ngerti kan, sekarang kamu belajar itu ditaman" ucap Ibu Dan memberikan peralatannya dan aku mengikuti sesuai arahan dari Ibu Dan.

__ADS_1


Awalnya sangat susah, aku terus jatuh terus jatuh dan terus jatuh tapI aku akhirnya bisa, aku terus berlatih berjalan mengelilingi taman milik Randy. Setelah itu Ibu Dan memujiku dengan bangga dan dia memberikan pelajaran kedua, " Pelajaran kedua adalah sikap tubuh... Liat ibu" kata Ibu Dan memperagakan bagaimana cara duduk yang feminim, aku pun coba dan diawasi oleh Ibu Dan, Ibu Dan membantuku memperagakan cara duduk yang feminim, akhirnya aku bisa dan Ibu Dan memberikan Ilmu lagi tentang memilih pakaian. Aku dilatih oleh Ibu Dan sehari penuh dan aku senang Ibu Dan bisa bahagia mengajariku, keesokan harinya aku dikirim bertemu HRD dari Marbels kosmetik bersama dengan perwakilan Kak Aquiro . Sesampainya di gedung Marbels kosmetiks, receptionist mengantarkan kami untuk bertemu HRD mereka, " perkenalkan pak dia adalah model yang terkenal itu dan akan bekerja sama dengan kita" kata perwakilan Kak Aquiro yang datang bersamaku


" Oh ok... Kamu sempurna, baiklah aku akan mengajakmu berkeliling"ajak HRD mereka dan kami berdua melakukan tur pengenalan area kantor, " lantai 1 ada luangan loker karyawan dan model, kantin karyawan, ruangan OB, serta ruangan engineering yang bersebelahan dengan ruangan CCTV" kata HRD Marbels Kosmetik menjelaskan ruangan yang ada di lantai 1, terus kami naik ke lantai 2 ," lantai 2 ada ruangan HRD, ruangan peneliti atau penguji, dan ruangan marketing" kata HRD Marbels Kosmetik menjelaskan ruangan yang ada di lantai 2 dan kami menuju ke lantai 3, " di lantai 3 ada ruangan accounting, kantin, marketing, dan ruangan owner Ibu Viani Furukawa..." kata HRD Marbels Kosmetik setelah selesai mengenalkan semua ruangan yang ada di gedung kantor pusat Marbels Kosmetik dan saat kita mau kembali ke ruangan HRD aku melihat ada cowok yang lumayan tampan bertemu dengan HRD, " Nah dia adalah managermu, manager yang akan membantu mengatur jadwal pemotretan juga syuting iklan" kata HRD Marbels Kosmetik mengenalkan cowok itu yang ternyata adalah manager baruku.


" baiklah hmm besok mungkin ada jadwalmu, aku akan memghubungimu dan selamat bergabung" ucap managerku memberikan kata sambutan lalu aku pulang dari gedung Marbels Kosmetik dan langsung menuju ke apartemenku bukan mansion milik Randy. Aku ingin menikmati hidupku sendiri dan bersantai tapi aku mau mengunjungi Kak Angela di rumah sakit jiwa Andar ," Kakak aku datang... Maaf aku baru mengunjungi kakak" kataku dan Kak Angela berlari memelukku dengan erat, aku senang Kak Angela sudah bisa merespon meskipun belum bisa berbicara tapi yang membuatku bingung adalah kenapa Kak Angela menangis ," Kak Angela kenapa? Ceritakan padaku" kataku kepada Kak Angela menggunakan bahasa isyarat yang aku pelajari sewaktu melakukan pelatihanku, " aku takut dia akan menodaiku... Bawa keluar aku dari sini" kata Kak Angela dalam bahasa isyarat


" siapa kak?" tanyaku dalam bahasa isyarat, " semua terekam jelas di kamera kecil, lihatlah" kata Kak Angela menunjukkan lokasi mini cam yang sempat kutaruh dan sekarang aku sudah lupa, jadi Kak Angela melihatku menaruh mini cam itu dan aku mengambilnya untuk kusambungkan di gelang anggotaku. Aku replay video itu dan benar saja, kulihat ada perawat pria yang berusaha menodai Kak Angela saat dia tertidur tapi untungnya selalu gagal karna banyak yang lalu lalang melewati kamar rawat Kak Angela, " tunggu saja kak... Aku akan memotongnya" ucapku menggunakan bahasa isyarat dan Kak Angela mengangguk mengerti, aku ke kantor para tenaga kesehatan yang stand by dan aku mengamuk, " begini caramu menjaga pasien kamar VVIP? " kataku dengan suara keras dan semua para perawat yang ada di ruangan itu keluar serta mencoba menenangkan ku ," maaf ibu Ann... Kalau boleh tahu ada apa?" tanya seorang perawat yang kulihat kayaknya perawat senior di rumah sakit, lalu kuputarkan video itu menggunakan mode hologram.

__ADS_1


Keesokan harinya, managerku datang menjemputku langsung di apartemenku. Ya untungnya aku sudah bangun dan sudah bersiap-siap jadi kami berdua segera pergi menuju gedung pemotretan, sesampainya di gedung pemotretan aku tidak tahu kalau gedung ini berada diruang bawah tanah gedung pusat ," perkenalkan ini adalah Pak Josua, fotografer yang bertugas hari ini" kata managerku mengenalkan Pak Josua, " halo pak... Aku Ann" kataku memperkenalkan diriku sendiri dan kami berdua saling bersalaman tangan sebagai bentuk pengenalan, " baiklah antarkan dia ke ruangan stylist dan make up artist, kamu ikut managermu ya" ucap Pak Josua menyuruhku pergi ke ruangan stylist dan make up artist bersama managerku, kini aku berada di ruangan stylist dan make up artist. Make up Artistnya sangat baik aku suka sama make up artistnya, setelah selesai semua orang terpana melihatku, "wow... Kau sangat cantik" ucap Pak Josua sampai Pak Josua tidak fokus pekerjaannya


" Pak... Pak..." panggilku menyadarkan Pak Josua dari lamunannya, " baiklah ayo" sesi pemotretan ku dimulai dan aku menjadi model produk baru lipstick dan bedak mereka, setelah selesai aku diantarkan lagi menuju ruangan syuting iklan. Setelah selesai aktivitasku aku diberitahukan oleh Pak Manager bahwa lusa lagi ada jadwalku dan sekarang bertemu dengan partner bisnis Marbels Kosmetik, aku bertanya kenapa aku harus melakukannya aku hanya model bukan sekretaris dan Pak Managerku menjawab, " bahwa itu adalah tugas utamaku" aku mengiyakan saja karna aku berpikir aku bisa mendapatkan keuntungan. Aku bertemu dengan Pak Serafim, CEO majalah Vogue yang memiliki perjanjian kerja sama bisnisnya yaitu meminjam model Marbels, Pak Serafim menawarkanku untuk menjadi model sampul majalah Vogue dan aku menerimanya, sehabis itu aku diantarkan pulang.


Setelah aku sampai di apartemenku, aku bersantai dan browsing-browsing internet. Aku menemukan akun instagram milik Marbels dan aku melihat Marbels memposting foto model baruku juga jualan terbarunya, " astaga 5 juta like" kataku kaget melihat juga total likenya, aku baca-baca komentar para netizen " ada yang mengatakan aku sangat cantik, ada yang mengatakan itu adalah hasil oplas, ada yang mengatakan aku biasa saja" aku merasa terhibur membaca komentar unik para netizen instagram. Keesokan harinya lagi aku mencoba berkunjung ke kantin gedung pusat Marbels yang aku nilai lumayan mewah, aku memesan Burger Ayam dan juga jus Strawberry.


Aku menikmati makananku dan melihat pemandangan Negara Intro Kota Mekar dan aku juga mendengar gosip-gosip dari para karyawannya. Ada yang mengatakan jika mereka sering mendengar teriakan minta tolong disamping ruangan engineer, ada juga yang pernah masuk ke ruangan itu untuk mengecek tapi kosong dan si karyawan itu sampai izin sakit, " apa mungkin itu penjara para gadis itu ?" aku bertanya dalam hati tapi aku tidak yakin. Baru selama karirku menjadi Lupin Pink aku tidak yakin pada keputusanku sendiri jadi aku memutuskan akan menyusun rencana buat menjebak para penculik gadis, aku juga sering mendengar tentang kabar Pak Toni pria yang ingin kutangkap tapi aku mengurung niatku, aku belum siap melawan teman kesayanganku sendiri. Inilah dilema yang sebenarnya, aku memilih Kak Angela atau teman masa kecilku, aku ingin tahu soal kehidupan masa lalu Ibu Viani karna aku dengar semua karyawan di Marbels Kosmetik tidak ada yang berani menghina atau menyebut masa lalu Ibu Viani. Aku menghubungi Kak Bryan dan bertanya profil Ibu Viani, Kak Bryan mengirimkan rincian profilnya ke gelang anggotaku.

__ADS_1


Isi pesannya " Viani Furukawa, wanita berusia 44 tahun yang menjadi seorang wanita karir sukses dan pemilik Marbels Kosmetik, dulunya Ibu Viani mempunyai suami yang pemabuk dan malas tapi tiba-tiba suaminya menghilang tanpa jejak bersamaan dengan anaknya juga seiring hilangnya suaminya usaha Ibu Viani malah meningkat tajam. Dia terkenal sebagai wanita penggila *** dan sering wartawan menemukan dia berkencan dengan laki-laki tampan, atletis, dan muda serta sering juga didapat keluar masuk ke club Sein Hart club milik Mido" aku tidak menyangka lagi dan sadar apakah wanita pengusaha kerjaannya seperti itu ? Keluar masuk jajan pria cakep, aku akan menyelidiki di Club Sein Hart dan kebetulan pemiliknya adalah Kak Mido yang reseh.


Aku pergi pada malam hari ke Club Sein Hart ditemani oleh Mido. Saat aku sampai, aku malah ditinggalkan Mido sendirian sementara Mido sibuk menebar pesona ke cewek-cewek dan tante-tante kaya raya yang berada dalam clubnya, aku yang baru pertama kali masuk dalam club begini jujur di hati aku takut apalagi pria hidung belang yang pandangan ke saya seperti mau menyantap aku tapi aku harus bersikap professional karna tujuanku datang di club untuk memata-matai Ibu Viani. Akhirnya targetku datang sumpah dia langsung memesan gigolo terlaku yang bekerja di Club milik Sein Hart.


__ADS_2