
Sehabis pulang di liburan pertama para anggota, Aku merasa senang sangat senang, aku berbangga bisa jadi bagian dalam kelompok. Sewaktu liburan aku diajarkan bagaimana para remaja kalangan atas punya sopan santun, cara bergaul, dan fashion nya, Pak Michael malah mendaftarkan aku lagi kuliah di kampus Pariwisata dan ya kembali ke S1 lagi padahal aku sarjana Manajemen di tempa kelahiran ku. Pertama kali aku masuk ke kampus semua orang melihatku, aku tau mereka melihatku karna aku cantik tapi aku tidak peduli dan terus mengikuti yang lain kemana mendaftar peserta PSDP. Ya kalian Taulah bagaimana efek karna aku cantik, aku dapat panggilan pertama dan ya menjadi pusat perhatian lagi
" Annita Serion ya, ini tas PSDP mu ... kamu cantik sekali layaknya boneka barbie" ucap senior cewek yang menjadi panitia disana dengan memuji kecantikanku jujur aku bosan mendengar dan aku hanya menjawab
" ia kak.... terima kasih" kataku dan segera aku pergi ke daerah antrian itu, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian jadi pas setelah jam makan siang aku duduk di tangga aula kampus dan makan siang disana. Saat aku makan siang ada seorang cowok tampan yang duduk di sampingku dan menyapaku
" Halo... perkenalkan namaku annar" kata pria itu yang mengulurkan tangannya menyapaku, sebagai bentuk sopan santun sesuai yang diajarkan kakak-kakakku aku membalas pengenalannya dan menjawab
" Aku Annita, panggil aja Ann" jawab ku singkat, padat, dan jelas
" Kenapa kamu tidak ke kantin dan ngendok di tangga ?" tanya Annar yang penasaran aku makan siang di tangga
" Tidak nyaman disini" jawabku supaya pria yang berada di sampingku penasarannya tidak terlalu tinggi
" Aku tahu, kamu tidak ingin menjadi pusat perhatian kan" katanya berusaha menebak alasanku, aku terkejut dan menjawab
" Ya seperti itulah, kok kamu tahu" ucapku yang hanya sopan santun saja supaya pria disampingku ini tidak tersinggung tapi dalam hatiku mengomel
" Aku juga sering menjadi pusat perhatian terutama di kampus ini, terkadang itu membuatku kesal tapi aku sadar... aku tidak bisa bersikap cuek dan sebentar aku dicap sebagai anak aneh hahhaa... aku mahasiswa baru juga sama seperti mu, aku dari prodi manajemen bisnis perjalanan wisata" jawabnya, aku tidak tahu pria ini juga mempunyai nasib sama kayak aku, aku pikir aku bisa memaklumi dia dan menjadikannya temanku maka aku akan mencoba bersikap lunak terhadapnya.
__ADS_1
" aku mengerti " ucapku memberikan senyuman sehingga pria disebelahku tiba-tiba termenung bengong
" hei... halo... aloha, kamu tidak apa-apa " ucapku mencoba menyadarkan lamunannya.
" wow... suatu kehormatan bagiku untuk melihat senyuman wanita yang dicap paling cantik dalam kampus ini" jawabnya tanpa sadar, aku tertawa mendengar pernyataannya dan aku berpikir pria ini jujur juga lucu, aku ingin mengenal lebih dalam pria disampingku sebelum aku bisa percaya dia seratus persen
" kamu tidak pulang?" tanyaku karna aku ingin buru-buru pulang sebab tingkah posesif kakak-kakakku mulai mengangguku, ya teleponku bergetar terus
" Belum, mau pulang bareng?" tanyanya
" aku pulang dulu ya, sampai jumpa besok" ucapku pamit dan mobil alpart Randy sudah datang menjemput ku.
Pas selesai acara PSDP, aku mengikuti kuliah umum dari General Manager Phinisi Point' di ballroom kampus. Aku duduk sendiri seperti biasa dengan pakaian hitam putih ala orang mau masuk kerja, aku menengok cara kampus ini dalam menerapkan pelajarannya demi menghasilkan lulusan terbaik sangat aneh.
" Anni, boleh aku duduk disini?" tanya seseorang yang meminta ijin untuk duduk disampingku dan kebetulan bangku disampingku kosong jadi aku menjawab
" tentu boleh" tanpa menengok dengan siapa saya berbicara
" Anni, kenapa kamu duduk dibelakang ? dari tadi aku cari kamu... bosan aku ditawari sama wanita-wanita disana ditambah senior cewek lagi" protesnya, pas aku mendengar ocehannya aku sadar dan menengok ke arah pria itu ternyata
__ADS_1
" Annar, aku kira kamu kembali bersama teman kelasmu" jawabku ternyata Annar memilih untuk menemaniku, aku merasa itu aneh tapi tidak apalah lagian juga dia temanku. Setelah acara selesai Annar menawariku jalan-jalan ke mall bersama dia, kebetulan aku juga bosan tiap hari bertemu kakak-kakakku yang reseh plus mereka adalah seorang pengusaha jadi aku menyetujui ajakannya. Annar mengajakku ke parkiran mobil, aku terkejut si temanku ini adalah pria orang kaya padahal aku biasa melihatnya dikampus selalu membawa motor butut
" Itu motor OB yang tinggal di asrama pekerja kampus, OB itu sangat jarang keluar dan kebetulan aku meminta ijin untuk meminjam dan meminta tolong menjagakan mobilku" ceritanya saat Annar dan aku sudah berada di dalam mobil yang melaju menuju mall tujuan Annar
" Kenapa kamu tidak ingin memakainya? tanyaku yang duduk disebelah kursi pengemudi Annar.
" Aku tidak ingin menjadi pusat perhatian lagi, aku capek terus dikasih SPT demi perwakilan seminar, parade kampus, fashion show, dan hal sebagainya" keluh Annar
" Hahaha, aku juga sudah mulai ditawarkan tapi aku selalu lari dan menolak, ya meskipun aku diancam tapi aku tetap pada keputusan ku, aku tidak suka " ceritaku dan Annar mendengarkannya seksama
" nah sudah sampai... ayo turun" ajakku penuh semangat karna aku ingin pergi membaca ke Gramedia tempat favoritku. Aku dan Annar layaknya pasangan sangat sempurna Dimata pengunjung mall padahal kami hanya berteman saja, Annar mengajakku ke Timezone, aku heran Annar sangat menyukai Timezone jadi kami bayar sendiri-sendiri kartu main kami.
" Aku menyukai tempat ini, mengingatkan ku pada mendiang ayahku" ceritanya saat kami asyik mengantri di wahana roller coaster
" Ayahmu sudah meninggal?" tanyaku penasaran
" Iya, dia meninggal pada saat aku berumur 10 tahun. Aku sebenarnya seorang pengusaha pendiri beberapa klinik kecantikan seluruh dunia tapi orang-orang selalu mencari perhatian padaku makanya aku tidak suka" ceritanya padaku dengan ekspresi serius
" Maafkan aku sudah bertanya" jawabku dengan agak rasa bersalah
__ADS_1
" tidak apa-apa, aku memilihmu menjadi temanku teman pertamaku... ayo giliran kita" ajaknya dan kami berdua menaiki wahana roller coaster. Selama di Timezone aku memperhatikan terus wajah ceria dari Annar dan Annar juga membelikan ku satu buku novel di Gramedia, aku senang dan aku ingin menguji Annar apakah dia layak menjadi teman baikku. Setelah selesai bersenang-senang Annar mengantarkan ku pulang di apartemen milikku, aku sengaja memberitahukan alamat apartemenku jika sampai dia tahu mansion Ryo Group bisa memperpanjang masalah.