
Sambil melamun Kemala berjalan menyusuri jalanan pedesaan di kampung sebelah,sembari menenteng kantong plastik isi obat-obatan yang ia beli dari apotek untuk kakek.
"Duaaaaaaarrrrr......."suara dentuman keras terdengar tak jauh dari tempat nya. kemala,sesegera mungkin kemala menoleh ke arah suara tersebut,
"innalilahi...."kemala menjerit setelah melihat sebuah mobil sport putih menabrak pohon besar di sebrang jalan di mana kemala berdiri,
dengan cepat kemala berlari menghampiri mobil itu,membuka pintu depan mobil tersebut,dengan cepat kemala berusaha menolong bapak supir,ternyata di sebelah bapak sopir itu,ada juga ibu-ibu paru baya yang berlumuran darah,
seketika itu juga kemala tertegun,bayangan orangtuanya pun muncul,kecelakaan tiga tahun yang lalu,merenggut nyawa mereka,
mala sadar jikalau ibu itu tidak cepat dibawa ke rumahsakit,maka anak ibu itu juga akan seperti dia,menyandang predikat yatim piatu,
mala menghela napas,sambil menggelengkan kepala nya,mala bertekad ingin secepatnya menolong pasangan suami istri ini,agar tidak terlambat di bawa ke rumahsakit
setelah menolong mereka keluar dari mobil,segera kemala mencari bantuan dan kebetulan ada mobil yang lewat di jalan itu
tanpa berpikir panjang lagi, mereka membawa korban ke rumah sakit terdekat,(walaupun agak jauh sih,hee)
__ADS_1
kemala berlari menuju ruangan IGD rumahsakit tersebut,
"suster...suster,tolong ada korban kecelakaan"ujarnya,dengan sigap perawat rumah sakit tersebut membawa kedua korban tuk di berikan pertolongan,
Kemala menghela napas,sambl duduk termenung di kursi ruang tunggu IGD rumahsakit,
"keluarga pasien laka lantas?" seorang suster rumah sakit bertanya pada kemala,
kemala bingung harus menjawab apa,sedangkan dia tidak tau siapa yang tadi dia tolong.
"bu..bu..bukan sust,saya hanya meenoloong nya saja" ujar kemala gugup.
"saya sust,saya saja yang bertanggung jawab," kemala tanpa berpikir lagi langsung menyanggupi nya.
"kalau begitu ikut saya" kata suster,
kemala pun mengikuti nya ke ruang administrasi rumahsakit,
__ADS_1
kemala menandatangani semua kertas yang di ajukan pihak rumah sakit.
Segera setelah itu kemala pulang ke rumah hendak mengambil uang yang di minta pihak rumahsakit,
walaupun dalam hatinya bertanya-tanya,"akan kah uang tabungan nya cukup untuk menolong kedua pasutri itu?"
tapi tekad kemala kuat,tetap akan menolong mereka,karna nyawa lebih penting dari pada uang tabungan.
Kemala duduk di kursi tunggu ruang oprasi,setelah menyerahkan uang tabungan yang tadi nya akan kemala pakai buat melanjutkan ke perguruan tinggi ilmu kedokteran yang dia idam-idamkan,walaupun tak mendapat restu dari sang kakek,
bagi kakek kemala,dia ingin melihat kemala bekerja ssambil nunggu jodoh saja,buat apa sekolah tinggi-tinggi,karna kodrat wanita akan tetap tinggal di rumah.(pemikiran jaman old).
setelah sholat isya,kemala kembali lagi ke ruang tunggu rumahsakit,hawatir terlalu lama meninggalkan ruang itu, ada sesuatu hal buruk menimpa pasangan pasutri yang ia tolong.
Dia duduk sambil membuka kitab suci al-qur'an kecil yang sengaja ia bawa dari rumah, lantunan ayat-ayat suci al-qur'an yang iya ucapkan begitu indah,walaupun pelan tapi sangat menyatah hati bagi yang mendengarkan nya,
siapa sangka sesosok wanita cantik nan solehah itu orang lain,yang hanya sekedar membantu menolong,
__ADS_1
ya...kemala sangat lah tlaten mengurus semua keperluar pasien,bak seorang anak yang menginginkan orang tua nya selamat.