
setelah menjelang sore,Pandu dan Randi berpamitan pada kakek dan mengajak Mala ke rumahsakit,awal nya kakek kurang mengijinkan,tapi di karenakan Mala mau menerima pekerjaan itu,akhirnya kakek mengijinkan Mala untuk pergi dan bekerja mengurus pak bambang dan istrinya di rumahsakit,
Selang beberapa waktu ahirnya mereka sampai di rumahsakit,betapa bahagianya pandu kala itu,
dia senyum-senyum sendiri,dan di perhatikan oleh Randi yang ikut bahagia melihat boss nya bahagia,
"ayo Mala masuklah,papa sama mama menunggu mu" kata pandu pelan sambil menuju kamar rawat orang tuanya itu
Mala hanya menganggukan kepala tanpa berkata apa-apa
"siapa gadis cantik yang kau bawa ini sayang,apakah calon menantu mama?" ujar nyonya Bambang lirih sambil menatap Mala,
"ah mama bisa saja" ujar Pandu malu,
"ma....dia ini gadis baik yang menolong mama sama papa waktu kecelakaan,dan pandu kan belum datang"pandu menceritakan siapa Mala dan kejadian itu
orang tua pandu kaget sekaligus senang dengan ada nya kemala di sisi mereka,apalagi pandu mempekerjakan mala untuk merawat mereka,
Akhir nya pandu memboyong mereka termasuk mala pulang ke kota,setelah melihat kondisi orang tua nya sudah bisa di bawa pergi,
mala di jadikan perawat pak bambang dan istri nya,
Mala di sekolahkan di universitas ternama di kota itu,dengan alasan agar benar benar bisa merawat pak bambang dengan baik,
Tentu saja mala senang mendengar perkataan pandu itu,karena menurut pandu itu wajib tuntutan kerja yang harus di laksanakan oleh Mala.
tak terasa Mala sudah lima bulan kerja sambil sekolah di rumah tuan bambang,mereka sangat menyayangi mala karna anak nya sangat rajin dan telaten mengurus Bu bambang yang sampai saat ini belum bisa jalan karena lumpuh,
"mala...mala kamu masuk sekolah jam berapa?" tanya pandu kepada mala yang baru keluar dari kamar bu bambang sambil membawa piring bekas sarapan orang tua itu
" jam sepuluh kak,kebetulan lagi gak terlalu padat,pelajaran di kampus,"kata mala sambil berlalu menuju dapur,
"kalau begitu ikut aku dulu ya,antar aku membeli sesuatu di super market"kata pandu sambil terus berjalan menuju garasi
"iya....bentar mala mau pamitan dulu sama nyonya"kata mala sambil berjalan masuk ke kamar boss nya lagi
Setelah sampai di mall mala melirik pandu yang berjalan di samping nya sambil berkata"emang mau beli apa kak?"
"mau beli pakaian mu kan cuman bawa sedikit,"kata pandu sambil menoleh ke arah mala,
mala tertegun" lho...kak,baju aku kan masih ada"
__ADS_1
pandu tersenyum menatap bola mata mala yang lagi melotot ke arah nya
"duuuh mala,andai kau tau,betapa aku sangat menyayangi mu lebih dari apa pun"gumam pandu dalam hati.
"kak pandu ih malah bengong"mala sewot sama pandu karna orang yang di ajak ngomong nya malah melamun
"aeh..eh... udah ah jangan banyak sewot kaya mak lampir,ikut aja kenapa sih" goda pandu
mala tak banyak bicara lagi,karna dia sekarang tau sipat pandu yang enggan kalau kemauan nya di tolak,
setelah beres belanja mereka istirahat di cafe dekat mall tersebut,
"Mala mau minum apa?" pandu berbicara pada mala sambil tak melirik,mata pandu sibuk melihat ponsel nya,
"apa aja mas eh... kak," ujar mala sambil tertunduk malu
pandu menatap mala,di pegang tangan nya pelan
"mala... kamu cantik sekali,"suara pandu pelan sambil tatapan nya sendu
mala buru buru menarik lengan nya yang di pegang pandu pelan sambil menundukan kepala,"kak pandu bicara apa sih"wajah mala merah merona
"hemmm...mungkin mala tidak menyukai ku" gumam pandu dalam hati nya sedih
mala pun mengangguk dan mereka pergi ke tempat mala sekolah,
sesampai nya di kampus mala di sambut oleh teman teman nya,Ana,Maya,dan indah ketiga gadis itu adalah teman sekelas mala,
"hai...mala," kata indah pada mala sambil melirik pandu yang ada di dalam mobil,
" mala,,,nanti pulang aku jemput lagi ya"ujar pandu sambil menjalankan mobil nya
"mala itu gebetan mu ya" bisik maya di telinga mala,
mala hanya tersenyum melihat kelakuan ketiga teman nya itu,
"kenapa baru liat cowo ganteng ya?" kata mala sambil tertawa senang
"tau tuh si maya,ketauan si rudy baru nyaho lho"sambar ana sambil berlari takut di jitak sama maya yang sudah siap siap.
"heh buluk.... awas jangan menghalangi jalan aku mau lewat," kata serly sambil menatap sinis kepada mala,
__ADS_1
mala buru buru menggeserkan badan nya ke samping,tanpa berkata apa apa,"dasar mak lampir,so kecakepan aja tu cewe" umpat indah kesal melihat serly yang berlalu begitu saja di hadapan mereka,setelah menghina mala,
"sudah lah biarin aja,toh aku tidak ada yang luka",jawab mala seraya masuk ke kelas mereka,
menjelang sore murid fakultas kedokteran pun keluar,begitu pula mala dan kawan kawan nya,
maya di jemput sama rudy kekasih nya," aku pulang duluan ya gaes!!!" seru nya sambil melambaikan tangan"ok" jawab mereka bertiga kompak,
dari kejauhan mala melihat mobil mewah milik pandu mendekat,
"teman-teman aku pulang dulu ya,tuh yang jemput sudah datang" ujar mala sambil beranjak dari tempat nya," ok mala ati ati ya" jawab indah
pandu pun berhenti di depan indah dan ana,"hai ganteng,jagain teman kami ya,jangan sampai ada yang menghina buluk lagi kaya tadi tuh si nenek sihir"kata ana nyeletuk tanpa di komando
Pandu langsung mengernyitkan dahi nya,"siapa yang di maksud nenek sihir itu,?" tanya pandu kepada ana
"ah..udah lah kak,si ana di denger" ujar mala takut keterusan,sambil melotot kepada teman nya,
"iya mas ganteng,tadi mala di hina sama serly orang yang so'cantik di kampus ini"ujar indah menguatkan perkataan ana,
"sudah sudah...ayo kak pergi ah," ujar mala lagi
wajah pandu merah padam tanda marah,dia tak banyak bicara langsung menjalankan mobil nya
di jalan barulah mulai berbicara,"siapa itu serly,?"
sambil menggertakan gigi nya tanda kesal nya masih ada,
"anak pak cahyo rektor disini" suara mala pelan,
"apakah dia sering menghina mu?"kata pandu
"sudah lah kak,mala gak apa apa,lagian mala nyadar kok,mala bukan orang kaya,mala tak secantik dan semodis mereka" ujar nya lirih sambil menyembunyikan sesuatu dari mata nya"sekolah aja kan semata mata hanya tuntutan kerja biar bisa merawat sekaligus mengobati nyonya dan tuan besar"gumam mala yang masih terdengar oleh pandu walaupun pelan,
Pandu langsung menginjak rem dan bertanya kepada mala dengan kasar nya" jadi kamu terpaksa melakukannya, sampai hari ini kamu belum bisa mengerti juga apa yang sebenarnya aku rasakan sama kamu mala?"
mala menangis" maafkan aku kak,bukan terpaksa aku kuliah di sini,justru aku bahagia banget"mala menjawab sambil ketakutan karna baru pertama kali nya pandu marah kepada nya,
"aku mencintai mu mala,aku menyayangi mu,aku ingin kamu bahagia,dan tidak mau ada orang yang menyakiti apalagi menghina mu,kamu harus tau itu"bentak pandu tanpa menyadari apa yang ia rahasiakan itu keluar dari bibir nya
"kak pannnndduuuùu....!!!" mala tertegun kaget mendengar ucapan pandu,
__ADS_1
pandu menghela napas berat,sambil mengurangi intonasi bicara nya," maafkan aku mala,aku jujur pada mu,tapi itu lah yang terjadi pada ku kalau kamu mau marah silahkan,aku sudah tau kamu tak mencintai ku kok,tapi setidak nya aku sudah mengeluarkan isi hati biar kamu tau,"
ahirnya mereka pun melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah tanpa ada seorang pun yang bicara.