
Hari berganti bulan,bulan berganti taun hingga seterus nya,waktu tak terasa kini mala sudah lulus kuliah dan bergelar dokter,
kini dia sudah bertugas di salah satu rumah sakit,
kesebukan dokter kemala kini bertambah,tapi aneh nya kegiatan mengurus nyonya bambang tetap ia kerjakan tanpa mengeluh apa pun,
nyonya bambang sangat menyayangi kemala,aneh nya semenjak kejadian hari itu pandu seakan terus menghindari kemala hingga sampai hari ini,
" Ran... apakah masalah di perusahaan yang di jerman sudah kamu urus?" tanya pandu di sela kesibukan memandang layar komputer di hadapan nya,
" beres boss,tapi yang harus di pikirkan adalah yang di jepang,mungkin sebaik nya kita ke sana,soal nya ada kejanggalan di departemen ke uangan yang menurut saya agak aneh,kita harus terjun langsung menyelidikinya" tutur Randi seakan sudah lelah
pandu menghela napas nya dalam-dalam
" ya berarti kita di sana agak lama,soal nya gak bakalan secepat kilat kita bisa mengungkap nya" gumam pandu dengan tatapan kosong yang tidak bisa di tebak oleh Randi sahabat nya itu,
" terus bagai mana dengan kemala,apakah dia mengijinkan kalau kamu pergi?" kata Randi sambil menatap penuh menyelidik
"apa urusan dia dengan kepergian ku ??,sedangkan dia kan tidak peduli pada ku," ujar pandu sambil meneruskan pembicaraan nya" dia tidak merespon apapun tentang perasaan ku Ran,aku tidak akan memaksa dia untuk menerima cinta ku"
" memangnya kamu sudah mengungkapkan nya?" kata Randi kaget,
pandu hanya menganggukan kepala tanpa berbicara,
" terus dia menjawab apa?" susul randi tidak percaya
pandu pun hanya menggelengkan kepala seperti tadi,Randi bingung dengan sikap sahabat sekaligus atasan nya itu,karna dia yakin ada kesalah pahaman di antara mereka dalam hal ini,
"begini saja,!!! sekarang urus dulu hati mu bro,karna percuma aku membawa mu ke jepang sedang kan hati mu sakit di dokter itu"kata Randi seraya tersenyum kecil
" terus aku harus gimana,tolong aku" pandu menatap teman nya sedih
" hahahaha.... seorang pebisnis hebat,ternyata dalam hal cewe nol" celoteh Randi yang langsung mendapatkan tinjuan pandu,
Setelah membereskan tugas nya,gadis cantik yang sekarang bergelar dokter itu,sedang menikmati secangkir teh di sebuah cafe ternama,
namun tatkala dia sedang melamun ada seorang laki-laki yang menghampiri nya seraya berkata" hai cantik,sendirian aja nih" ujar nya sambil langsung menarik kursi dan langsung duduk di depan nya
__ADS_1
Kemala hanya nenoleh tanpa berkata apa-apa,ia tau laki-laki itu mau mengganggunya dan bukan orang baik,
"maaf" kemala langsung berdiri dan pergi tanpa mempedulikan preman yang ada di hadapannya,
preman itu keliatan marah,dan menelepon teman nya entah apa yang mereka bicarakan,
kemala melajukan mobil nya menyusuri jalan di kegelapan malam,
ckiiiiiittttt!!!!.... rem mobil kemala skaligus berhenti setelah ia lihat dua motor menghadang di depan nya,
"turuuuuuun!!!!...kata seorang preman sambil menggedor kaca mobil,kemala bingung dan takut,
"maaf ada apa kau menghentikan perjalanan ku" tanya kemala sambil ketakutan,
"heh...so'jual mahal lu,"kata preman yang satunya lagi sambil menarik lengan kemala,
kemala menjerit minta tolong"tolong...tolong"
preman yang sebelahnya tanpa banyak bertanya langsung menampar pipi kemala dengan kres plaaaakkkk!!!!!
kemala tersungkur kedepan,preman yang sebelahnya lagi hendak menjambak krudung kemala,tapi tangan nya tertahan sama seseorang yang tutun dari mobil mewah,
dan ternyata dia adalah pandu dan Randi,mereka langsung menyerbu preman tersebut hingga tunggang langgang,
kemala langsung menghambur kepelukan Pandu,dia ketakutan dan sangat sangat ketakutan,
pandu langsung memeluk kemala,sambil mengecup puncak kepala wanita itu dengan pelan dan berkata" tenang...tenang lah,sudah ada aku" kata nya dengan lembut,
"Ran ayo kita ke mobil,telepon pegawai suruh ambil mobil kemala ke sini,aku takut kemala kenapa napa,"ujar nya dengan nada hawatir sambil menatap kemala,
ya,,,kemala tidak mau jauh dari pandu,badan nya pun terus bergetar sangat ketakutan,
mereka pun pergi meninggalkan tempat itu,
Di mobil setelah keliatan kemala rada tenang pandu mengecup puncak kepala kemala dengan sangat pelan dan berkata" kenapa pulang nya kok agak maleman hemmm....????"
kemala menengadahkan kepala nya menatap pandu dan berkata" aku....aku banyak kerjaan tadi," ucapnya lirih
__ADS_1
pandu menghela napas,"bagai mana kalau tadi tidak ada aku" gumam nya sambil mata berkaca kaca
"Ran nyalakan lampu,aku pengen liat pipi kemala" kata nya sambil mengelus pipi gadis yang terus terusan memeluk nya,
setelah lampu di nyalakan dan terlihat pipi kemala memerah ada bercak merah di sudut bibir nya,
pandu geram melihat wanita yang ia cintai tersakiti,
"Ran... suruh orang cari preman itu sampai dapat,aku tidak mau kejadian ini terulang lagi"
" baik" kata Randi tanpa menoleh ke belakang dan langsung mematikan lampu,
pandu mengangkat wajah kemala,mengusap bibir kemala dengan ibu jari nya pelan,dan bertanya" ini sakit...?" kemala cuman mengangguk,
pandu mendekatkan wajahnya ke wajah kemala
mengecup bibir kemala pelan,
entah karena ketakutan ataukah memang itu yang dia inginkan,kemala tak menolak atau menjauhkan kan wajahnya dari pandu,
hembusan napas kemala terdengar lembut,membuat pandu ingin mengulangi ciuman nya,
tapi kini ciuman itu bukan ciuman sekilas,ciuman yang sangat intens dan mendapat balasan dari kemala,hembusan napas mereka berdua semakin menderu menghantarkan dua insan itu terbang tinggi menuju langit ke tujuh,dunia serasa milik berdua si Randi cuman ngontrak.
"kheeemmmm.......kaya nya ada yang bakalan menunda keberangkatan nih" randi bersuara dari depan,sontak yang lagi terbang ke langit ketujuh itu langsung terjun ke bumi seketika
"siallll lu!!!! ganggu aja" gerutu nya dengan kesal" aku gak bakalan pergi,kamu aja yang ngurus,kecuali....." pandu tak melanjutkan perkataan nya
kecuali apa boss?" kata randi
" kecuali kemala sudah bisa aku bawa ke jepang" kata nya dengan tegas
kemala tak berkata apa- apa dan cuman menatap laki-laki yang ada di hadapan nya
" serius boss mau secepat ini?" kata randi tak percaya
"ya...kau urus pernikahan kami,malam ini juga aku mau ngomong sama papa dan mama,aku hawatir kalau kejadian ini sampai terulang lagi,apalagi aku jauh dari nya,gak...gak...gak ih gak akan " kata pandu sambil menatap kemala dan memijit hidung mancung nya,
__ADS_1
Randi tersenyum sambil menggelengkan kepala
" ok...itu lebih baik daripada kerjaan di kantor berantakan karna ulah uring uringan boss hehehee" kata randi yang langsung mendapat jitakan dari belakang